
Dalam waktu dekat Ny. Olivia ingin berkenalan dengan orang tua Athena. Begitu sayangnya Ny. Olivia pada Athena hingga ingin segera menikahkan putranya dengan gadis itu.
Keinginan Ny. Olivia disetujui oleh Axel, laki-laki itu langsung mengangguk saat Ny. Olivia menyampaikan keinginannya untuk segera menikahkan mereka. Athena tercenung mendengar keputusan sepihak dari nyonya paruh baya yang terlihat masih sangat cantik itu.
Setelah makan siang, Athena langsung diajak Ny. Olivia untuk berbincang-bincang di beranda belakang sambil memandang taman yang asri dan luas. Kesempatan itu digunakan Athena untuk mencari tahu tentang Axel.
"Apa Kak Axel tidak punya kakak atau pun adik, Tante?" tanya Athena.
"Nggak mau jawab kalau kamu masih panggil Tante," ucap Olivia sambil meminum jus jeruknya.
"Maaf Mommy, saya lupa," ucap Athena pelan. Ny. Olivia tersenyum.
"Tidak punya, Axel itu anak tunggal, bukannya tadi sudah Mommy bilang?" tanya Olivia.
"Ya, Mommy maksudku mungkin dulunya ada. Sudah meninggal mungkin? Atau saudara kembar yang telah meninggal?" tanya Athena langsung ke inti permasalahan yang ingin diketahuinya.
"Tidak, Mommy cuma melahirkan Axel seorang. Tapi sejujurnya dulu Mommy pernah merasa melahirkan seorang bayi lagi tapi tak ada satu pun yang percaya. Mereka berkata itu hanya halusinasi Mommy karena tak ada yang tahu kalau Mommy melahirkan untuk anak yang lainnya," jelas Olivia.
"Maksud Mommy? Saya tidak mengerti? Merasa melahirkan anak lain? Dalam kandungan yang sama? Kenapa bisa seperti itu?" tanya Athena penasaran. Ny. Olivia mengangguk.
"Semua orang mengira kalau Mommy hanya memiliki satu anak dalam kandungan sementara Mommy merasa telah melahirkan dua orang anak," jelas Olivia.
"Jadi Kak Axel punya saudara kembar?" tanya Athena lagi.
Nyonya Olivia mengangguk meski ragu-ragu.
"Tapi tak ada yang percaya kalau Mommy melahirkan lagi," ucap Olivia.
"Bagaimana dengan bayinya? Kalau Mommy merasa melahirkan lagi berarti ada bayinya 'kan? Apa Mommy tidak pernah tahu kalau Mommy mengandung anak kembar?" tanya Athena makin penasaran.
"Saat pemeriksaan dengan USG tidak ada tanda-tanda kalau Mommy memiliki anak kembar. Itulah masalahnya. Karena itu tak ada yang percaya kalau malam itu Mommy melahirkan lagi," ucap Olivia.
"Berapa jarak kelahirannya Mommy? Tak adakah orang yang menyaksikan Mommy melahirkan lagi?" tanya Athena.
"Seingat Mommy cukup lama, Mommy sendiri merasa kalau Mommy telah selesai melahirkan. Tapi tiba-tiba Mommy merasakan mulas seperti ingin melahirkan lagi. Mommy rasa saat itu tengah malam dan hanya dibantu oleh dua orang bidan. Tapi saat ditanyakan, mereka bilang Mommy hanya bermimpi. Karena bayi itu tidak ditemukan dan yang menolong kelahiran Mommy juga tak ada. Karena itu Mommy pasrah mungkin memang Mommy hanya bermimpi," jelas Olivia dengan tatapan sendu.
Athena mengangguk, jangankan orang terdekat, Athena sendiri juga sulit percaya jika seorang yang tidak hamil kembar bisa melahirkan hingga dua kali.
Tak lama kemudian Axel datang dan langsung duduk di samping Athena. Merasa mendapat restu dari ibunya laki-laki itu dengan berani merengkuh bahu Athena.
Athena merasa tidak enak hati dengan Ny. Olivia tapi terlihat nyonya itu bersikap biasa saja. Athena melepaskan tangan yang merengkuh bahunya.
"Kenapa?" tanya Axel berbisik namun tak mau melepaskan tangannya dari bahu gadis itu.
"Malu, ada orang tua," bisik Athena membalas.
"Jangan khawatir, Mommy itu menganut aliran bebas. Mommy di besarkan di luar negeri. Jadi hal seperti ini sudah biasa baginya. Kalau aku menciummu di depannya juga tidak masalah," bisik Axel.
__ADS_1
"Apa?"
"Kamu ingin bukti? Apa yang terjadi kalau aku menciummu didepannya? Yang ada dia akan merasa senang, karena dia sangat menyukaimu, artinya kita benar-benar serius menjalin hubungan. Dia akan merestui kita melakukan apa pun," balas Axel lagi.
Wajah Axel mendekat, Athena membesarkan matanya membuat Axel tertawa.
"Kamu makin cantik kalau lagi marah," ucap Axel.
"Kak, aku ingin pulang," ucap Athena.
"Bukannya mau ketemu sama Daddy?" tanya Axel.
"Pasti pulangnya sore 'kan? Atau mungkin malam, aku tidak bisa pulang terlalu malam Kak. Mungkin saat hari libur Daddy, aku akan datang ke sini lagi," jelas Athena.
Axel tersenyum, hatinya berbunga-bunga. Mendengar Athena memanggil panggilan untuk orang tuanya dengan panggilan yang akrab seperti memanggil orang tuanya sendiri. Ditambah lagi kesan ucapan Athena kalau gadis itu bersedia untuk datang lagi ke rumah itu.
"Ingin pulang sekarang?" tanya Axel.
Athena mengangguk.
"Baiklah aku antar kamu pulang, pamitlah sama Mommy. Aku mau bersiap-siap dulu, nanti kamu susul aku ke kamar ya!" ucap Axel lalu langsung beranjak dari tempat itu.
Athena kaget dan tidak mengerti kenapa dia harus menemui laki-laki itu lagi di kamarnya.
Iih, kenapa tidak langsung pulang aja sih, pake mampir ke kamar dulu? Batin Athena.
"Baiklah tapi nanti sering-sering datang ke sini ya sayang? Mommy nggak tahu apa sebabnya Mommy merasa begitu dekat denganmu. Mungkin karena kamu adalah gadis yang begitu disayangi putra Mommy," jelas Olivia sambil memeluk dan mencium pipi Athena.
Gadis itu mengernyit heran.
Tahu dari mana Mommy kalau putranya begitu menyayangiku? Aku aja nggak percaya sama ketulusan cinta laki-laki playboy itu, batin Athena.
Athena pamit pulang dan menunggu di lantai bawah tapi Axel tak kunjung turun.
Kenapa sih? Lama betul siap-siapnya, apa harus disusul dulu baru siap? Oh ya ampun, batin Athena.
Gadis itu akhirnya naik ke lantai atas kemudian mengetuk pintu dan masuk setelah terdengar Axel mengizinkannya. Athena terkejut saat tiba-tiba tubuhnya di dorong ke dinding.
"Kenapa lama sekali sih? Aku tidak sabar menunggumu," ucap Axel.
"Kenapa menungguku di sini? Harusnya Kakak ...,"
Axel langsung menghujamkan bibirnya ke bibir Athena. Membuat gadis itu terhenti berkata-kata, lidah Axel langsung menerobos masuk dan bermain-main di rongga mulut Athena. Gadis itu berusaha melepaskan diri tapi Axel memeluknya erat.
Athena panik dia tidak ingin dipaksa seperti itu, air mata Athena mengalir. Axel melepaskan pelukannya.
"Maaf Athena, aku terlalu bahagia mendengar obrolan kita hari ini. Mommy begitu ingin kita segera bersama, aku juga menginginkannya. Aku yakin Athena, aku semakin yakin kalau kamu adalah jodohku. Aku semakin jatuh cinta padamu. Aku sangat mencintaimu Athena," jelas Axel.
__ADS_1
"Kak, kita ini baru kenal kemarin masa langsung cinta sih?" tanya Athena.
"Athena sayang, aku sudah pernah bilang 'kan sama kamu. Bersamamu serasa telah berhubungan lama. Meski hanya dalam mimpi tapi semua yang kita lakukan dan semua yang kita rasakan itu terasa nyata," jelas Axel.
"Apa?" tanya Athena heran.
"Aku bahkan tahu detail tubuhmu, di mana saja tahi lalat tumbuh di tubuhmu," ucap Axel.
"APA?" tanya Athena semakin heran.
"Di pangkal leher belakangmu, di bahumu bahkan di belahan dadamu. Aku telah melihat semuanya," jelas Axel.
Athena langsung memeluk tubuhnya sendiri dengan raut khawatir.
"Tadi malam aku melihatmu melepas tank top-mu, kamu ingin menyerahkan dirimu padaku. Kamu tahu? Betapa bahagianya aku dengan mimpi itu? Tapi tiba-tiba semua menjadi gelap. Aku bangun dengan rasa kesal, tapi juga sangat rindu padamu. Aku jadi ingin bertemu denganmu, karena itu aku datang ke rumahmu dan akhirnya menyusul ke sekolahmu," tutur Axel.
Apa? Aku melepas tank top-ku? Itu kejadian tadi malam saat Kak Axel marah dan aku ingin menyerahkan diri agar dia tidak menghilang, agar Kak Axel bertanggung jawab padaku, selamanya bersamaku? Axel yang ini benar-benar menyaksikan kami tadi malam. Dia benar-benar melihat tubuhku? Oh ya ampun, dia bahkan hafal tahi lalat yang ada di tubuhku. Tahi lalat? Bukankah aku juga melihat tahi lalat di dada Kak Axel-ku? Bagaimana dengan laki-laki ini, batin Athena.
"Apa yang kamu pikirkan? Apa sekarang sudah yakin kalau aku adalah jodohmu? Aku bisa memotret tahi lalat di belakang lehermu untuk membuktikan kalau aku tidak bohong. Kamu mungkin tidak bisa melihatnya sendiri 'kan? Aku pasti tidak diizinkan untuk memotret tahi lalat yang menempel di belahan dadamu?" papar Axel lalu tersenyum.
Tapi Athena sibuk dengan pikirannya sendiri.
Benar, tahi lalat Kak Axel ada di dadanya, apa dia juga memilikinya. Jika ada, berarti Kak Axel ini benar-benar kak Axel-ku. Tapi bagaimana bisa menjadi bayangan seperti itu? Apa tanpa sadar di setiap pergantian waktu dia melepas roh-nya dan menemuiku? Ah, apa ada kejadian seperti itu? Lalu bagaimana cara aku membuktikan dia memiliki tahi lalat di dadanya? Batin Athena.
Laki-laki itu mendekat, meski tak mendapat jawaban dari Athena. Laki-laki itu ingin membuktikan ucapannya, Axel mengarahkan ponselnya lalu menarik sedikit kerah seragam sekolah Athena di bagian belakang. Laki-laki tersenyum saat melihat titik hitam di tengkuk gadis itu lalu segera memotretnya.
"Dalam mimpi aku sering mengecup titik hitam ini," ucap Axel sambil menyodorkan hasil potretannya.
Athena terpana melihat hasil potretan Axel yang membuktikan ucapannya benar. Athena tercenung sesaat lalu menatap laki-laki di hadapannya. Athena mendekat dan langsung membenamkan bibirnya ke bibir laki-laki itu yang membuat mata Axel spontan terbelalak. Tak menyangka Athena akan seagresif itu menciumnya lebih dulu.
Sambil mencium, Athena melepas kancing baju Axel. Mengetahui hal itu Axel dengan cepat melepas semua kancing bajunya dan melempar kemeja itu ke sembarang arah. Athena melepas ciumannya dan mendorong tubuh Axel untuk mengamati tubuh axel yang telah terbuka.
Tak ada tahi lalat itu, dia bukan Axel-ku. Ternyata dia tidak memiliki tahi lalat itu, batin Athena.
Axel mendekat ingin melepas seragam Athena tapi Athena mundur dan menangkap kedua tangan Axel.
"Maaf Kak, aku khilaf. Sebaiknya jangan lakukan ini," ucap Athena.
"Tapi sayang, kamu juga menginginkannya 'kan? Tidak apa-apa, jangan takut, aku akan bertanggung jawab padamu. Mommy juga telah merestui hubungan kita, justru Mommy akan murka kalau aku melarikan diri darimu. Aku sangat menginginkanmu Athena, sejak mimpi semalam aku terus menahan hasratku padamu," tutur Axel.
"Justru itu Kak, bukannya kita akan menikah? Kenapa tidak bersabar menunggu?" tanya Athena.
Ya ampun, alasan apa itu? Seakan-akan aku juga ingin menikah dengannya, batin Athena menyesal.
"Baiklah kalau begitu kamu harus bersedia menggantinya dengan sebuah ciuman," ucap Axel yang langsung memeluk tubuh Athena dan mencium gadis itu.
Axel yang tak terlihat hanya bisa menahan sakit di dadanya melihat gadis yang dicintainya dipeluk dan dicium laki-laki lain.
__ADS_1
.... Bersambung ~...