Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 120 ~ Di Pergantian Waktu ~


__ADS_3

Axel yang takut jika Axella bertemu dengan kedua orang tua Athena kembali membentak Athena yang berada di dalam tubuh Axella. Gadis itu terkejut hingga hatinya terguncang. Athena tak mengira laki-laki yang dicintainya tega membentaknya.


"Aku akan datang lagi. Aku akan ke sini lagi nanti, di saat pergantian waktu," ucap Athena lalu berlari meninggalkan ruang rawat inap itu.


Ucapan itu begitu cepat, sekilas tetapi membuat Axel terkejut. Kata-kata itu terbiasa diucapkan oleh mereka berdua saat Axel masih menjadi makhluk tak kasat mata. Axel segera berlari keluar ruangan untuk mengejar Axella tetapi gadis itu tak terlihat lag. Axel kembali tak yakin dengan apa yang diucapkan Axella tadi.


Pergantian waktu? Apa benar itu yang diucapkannya tadi? Atau mungkin aku salah dengar? Apa maksudnya? Mungkin aku hanya salah dengar karena terbiasa mengucapkan hal itu dulu. Mungkin maksudnya pergantian shift atau apa pun, ahh entahlah, batin Axel segera kembali duduk di samping ranjang rumah sakit Athena.


Memandang gadis yang hanya berbaring diam membeku itu. Axel sangat berharap Athena segera sadar dari koma. Merasa begitu merindukan gadis itu hingga apa pun yang diucapkan Axella, apa pun dilakukan Axella seperti mengingatkannya pada Athena.


Sayang bangunlah. Aku rindu sama kamu. Aku takut, aku akan gila Athena. Aku seperti melihat kamu dalam diri Axella, gaya bicaranya, tingkahnya. Aku benci dia lakukan itu. Dia ingin seperti kamu atau aku yang sudah gila mengira dia adalah kamu. Tolong Athena bangunlah! Bangunlah sayang! Aku rindu sama kamu, batin Axel lalu menangis tertunduk sambil menggenggam tangan tunangannya.


Orang tua Athena yang baru saja hendak masuk ke ruangan itu akhirnya urung masuk karena tak tega mengganggu laki-laki itu menumpahkan kesedihannya. Ny. Anna bahkan berlari ke depan ruangan itu. Menangis tertunduk di kursi panjang penunggu pasien. Tn. Dani merangkul istrinya yang tak bisa menahan kesedihan.

__ADS_1


Berharap kedatangan mereka ke rumah sakit kali ini bisa mendapatkan kabar gembira. Namun, yang mereka dapatkan justru kesedihan karena tak sanggup melihat nasib kedua anak muda itu. Ny. Anna menangis sesenggukan. Begitu merindukan putrinya suara putrinya memanggil dirinya.


"Mama," ucap Athena pelan.


Berlari meninggalkan Axel yang membentaknya. Gadis itu merasa begitu sedih karena kecewa dengan keadaan. Axel tak akan membentaknya jika dia tak berada di dalam tubuh gadis yang dibenci laki-laki itu. Athena ingin menangis di ruang rawat inap milik Axella tetapi langkahnya terhenti saat melihat kedua orang tuanya sedang melangkah menuju ruang rawat inapnya.


Athena segera bersembunyi di balik dinding sisi lorong yang lain. Menatap kedua orang yang disayanginya itu melangkah dengan penuh harap ke ruang rawat inapnya. Athena serasa ingin menghentikan langkah mereka. Menatap mereka dari dekat dan memeluk mereka.


Namun, hal itu tak mungkin dilakukannya, karena mereka tak akan mengenalinya sebagai Athena tetapi justru gadis yang menyebabkan Athena terbaring koma. Sambil menangis Athena hanya bisa berdiri di balik dinding sambil menatap ibunya yang bersandar di dada ayahnya menangis terisak-isak.


Athena begitu ingin memeluk ibunya. Tak tega melihat ibu itu menangisinya. Sangat ingin memberi tahu agar ibu itu jangan menangis lagi, dia baik-baik saja di situ. Masih bisa melihat mereka semua. Semakin Athena menatap orang tuanya, semakin dia ingin muncul di hadapan mereka.


Ingin mengungkapkan siapa dirinya dan ingin orang tua itu tahu kalau dirinya adalah putri mereka. Namun, tentu saja mereka tak akan percaya. Athena pernah mencobanya pada Axel dan tidak berhasil. Athena tak bisa mengucapkan namanya sendiri. Meski sekuat tenaga mencoba. Semakin kuat mencoba, semakin terasa tercekik.

__ADS_1


Tak tahan lagi melihat kedua orang tua itu. Athena kembali berlari ke ruang rawat inap Axella. Gadis itu memilih berbaring sambil menangis terisak-isak. Lalu kemudian tertidur.


Saat terbangun, kembali Athena merasakan tubuhnya terasa ringan. Tanpa ada rasa sakit, pegal atau perih di lukanya. Athena langsung menoleh ke arah ranjang. Benar saja, Athena melihat Axella masih tertidur di ranjang.


Dengan wajah ceria, Athena segera berlari menuju ruang rawat inapnya sendiri. Di mana tubuh Athena masih terbaring koma di sana. Athena ingin bertemu dengan Axel kembali. Seperti saat pergantian waktu dari malam menjelang pagi waktu itu. 


Axel bisa melihatnya. Axel justru mengenalinya saat dia muncul dalam bentuk tak kasat mata. Masih teringat saat laki-laki itu langsung memeluknya. Bahkan masih teringat saat Axel menciumnya. Athena pasrah, jika seperti ini cara dirinya bisa bertemu dengan tunangannya.


Athena yakin Axel bisa menerima situasi ini karena sekian lama Axel hidup dalam keadaan seperti ini, hanya bisa terlihat di antara dua waktu. Mereka justru semakin dekat, saling menyayangi dan bahkan jatuh cinta. Melihat Axel yang langsung memeluknya tanpa peduli situasi yang aneh itu, Athena yakin kali ini, Axel pun akan menerimanya dengan pelukan hangat.


Kak Axel, batin Athena setelah melangkah menembus pintu ruang rawat inap itu.


Hanya tertegun. Tak bisa meneruskan langkahnya. Hanya bisa menatap dengan raut wajah yang langsung berubah sedih. Melihat Axel yang memeluk tubuh di atas ranjang itu dan menciumnya dengan penuh nafsu. Gadis berwujud Athena itu pun balas memeluk tubuh laki-laki tampan itu dengan erat. Membalas ciuman Axel juga tak kalah bernafsunya.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2