Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 113 ~ Nasehat Axella ~


__ADS_3

Athena yang ingin hidup lagi. Mencoba kembali ke tubuhnya tetapi ditolak tubuhnya sendiri. Gadis itu sangat sedih. Tak ingin hidup dengan bergentayangan seperti ini. Hanya bisa melihat tanpa bisa dilihat, tanpa bisa di dengar. Gadis itu bahkan tak bisa dipeluk di saat membutuhkan pelukan. 


Athena kesal, di saat dirinya ingin hidup kembali, Axella justru menolak kembali ke tubuhnya. Axella justru mendorong tubuh Athena. Gadis itu bahkan menembus dinding hingga terjerembab jatuh ke tubuh Axella. Lalu tersenyum saat melihat jiwa Athena tenggelam di dalam tubuhnya yang tengah ditangani paramedis.


Athena terbangun dengan histeris karena merasakan sakit di tubuhnya. Namun, lebih terkejut lagi karena merasakan dengan jelas kalau yang dilihatnya bukanlah tubuhnya. Athena harus mendapatkan suntikan penenang agar bisa kembali tertidur.


Saat terbangun lagi, Athena melihat dua orang asing yang menangis dan menatapnya dengan raut wajah khawatir. Ibu itu bahkan mengusap wajah Athena. Dengan rasa canggung Athena diam menerima diperlakukan seperti itu.


"Bagaimana perasaanmu Nak, kami sangat khawatir saat mendengar kabar kamu kecelakaan. Kamu baik-baik saja kan? Apa ada yang sakit?" tanya ibu itu sambil menangis.


Athena menoleh ke arah bapak-bapak yang berada di samping belakang ibu itu. Athena baru menyadari kalau kedua orang itu adalah orang tua Axella. Athena ingin menepis tangan ibu itu karena merasa ibu itu salah membelai wajah orang tetapi teringat kalau dirinya berada di dalam tubuh Axella akhirnya Athena pasrah.


Athena mencoba untuk duduk, tetapi ibu itu melarangnya. Ditambah lagi Athena yang meringis karena merasakan tubuhnya yang terasa sakit. Gadis yang akhirnya kembali berbaring pelan di ranjang rumah sakit itu. Rasa rindunya ingin segera bertemu Axel terpaksa di tahannya.


Aku ingin ketemu Kak Axel. Aku ingin dia tahu aku ada di sini, di tubuh Kak Axella. Aku nggak ingin dia menangis lagi. Aku ingin dia tahu aku ada di sisinya tapi bagaimana ini? Aku tak bisa bergerak rasanya tubuh ini sakit dan kepalaku terasa sakit, batin Athena menangis.

__ADS_1


"Jangan menangis Nak, mana yang terasa sakit? Sini Mommy usap. Dulu setiap kali kamu merasa sakit, Mommy hanya perlu mengusapnya, rasa sakitmu pasti akan berkurang. Katakan sayang, mana yang sakit?" tanya ibu itu sambil menangis.


Athena merasakan ibu itu yang sangat menyayangi putrinya. Merasa heran karena Axella yang tak ingin hidup lagi. Athena merasa risih disentuh seseorang yang tak dikenalnya akhirnya menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak apa-apa," jawab Athena karena rasa sakit di tubuhnya memang masih bisa ditahannya.


Athena menangis bukan karena rasa sakit di tubuhnya tetapi karena tidak bisa segera menemui laki-laki yang dicintainya. Athena tak tahan mengingat Axel yang berdiri di depan ruang rawat intensif itu sambil terus menangis. Athena ingin menghiburnya. Memberitahunya, kalau dia baik-baik saja dan ada didekatnya.


"Biarkan dia istirahat, kita pulang saja," ajak bapak berdiri di samping belakang ibu itu.


Mommy, panggilannya Mommy. Aku harus menyuruhnya pulang, batin Athena.


"Mommy … pulanglah! Istirahatlah di rumah! Aku baik-baik saja di sini. Aku akan tidur sebentar lagi," ucap Athena.


"Tapi Nak," ucap ibu itu tak setuju.

__ADS_1


"Mulai sekarang. Jangan bicara ketus lagi, Mommy bersabarlah dan patuhlah pada Daddy. Ikutilah keinginannya, jangan suka membantah Daddy–"


"Apa?" tanya ibu itu dengan mata yang terbelalak.


Begitu heran dengan sikap putrinya yang berubah. Axella yang telah terbiasa tak acuh dengan kondisi rumah tangga orang tuanya. Tak pernah peduli apalagi menasehati mereka. Keretakan rumah tangga itu telah terjadi sejak putri mereka masih duduk di bangku SMP. Kehancuran rumah tangga itu berlanjut hingga Axella di bangku SMA dan bahkan hingga saat ini. Namun, tak pernah satu kali pun putrinya itu peduli dengan hubungan ayah dan ibunya apalagi meminta ibunya menurut pada ayahnya.


Semua itu Athena lakukan, agar kedua orang tua itu, segera pulang hingga dirinya bisa segera mencari ruangan rawat internet Athena sendiri. Athena ingin segera menemui Axel begitu kedua orang tua itu pulang. Ibu itu terlibat ragu, tetapi Athena terus memintanya untuk pulang.


"Baiklah, kami pulang tapi kamu juga harus segera istirahat ya! Agar kamu cepat pulih," ucap ibu itu yang dibalas dengan anggukan oleh Athena.


Ibu itu mencium pipi putrinya. Dengan rasa risih Athena terpaksa menerima ciuman di pipi itu bahkan juga ciuman dari ayah Axella. Kedua orang tua itu terlihat akur sesaat demi mengikuti keinginan putri mereka.


Bergantian berpamitan lalu pulang bersama-sama. Semua itu tak luput dari pandangan Axella. Ada rasa iri muncul dalam hatinya karena Athena yang mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2