Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 88 ~ Salah Paham ~


__ADS_3

Athena memenuhi permintaan Axel untuk datang ke gedung fakultasnya. Diantar oleh ketiga temannya yang bersedia menunggu Athena. Mereka sangat mendukung hubungan gadis itu dengan kekasihnya. Turut mendoakan gadis itu agar bahagia bersama dengan laki-laki yang dicintainya.


Namun, Athena justru menyaksikan sesuatu yang membuat hatinya terasa perih. Tepat di hadapannya Axel berciuman dengan Axella. Mereka bahkan nekat melakukannya di dalam lingkungan kampus. Penampilan Axel yang berbeda dari biasanya, seolah-olah hari itu adalah hari istimewa baginya. Setidak-tidaknya itulah yang dipikirkan Athena.


Athena menitikkan air mata. Axel tega membuatnya menyaksikan kemesraannya dengan seniornya yang cantik itu. Dada Athena terasa begitu sesak. Air matanya tak berhenti mengalir. Athena tak mampu menyaksikan lagi.


Baiklah Kak. Jika ini niat Kakak menyuruhku datang untuk menyaksikan kemesraan kalian aku melihatnya. Keinginan Kakak sudah tercapai. Aku pergi Kak, aku sudah cukup melihatnya, batin Athena dan langsung berbalik beranjak meninggalkan tempat itu.


"Axel! Kamu kenal gadis itu? Dia menangis melihatmu!" teriak Andi.


Axel langsung melepaskan tangan Axella yang melingkar di lehernya. Segera menoleh ke arah yang ditunjuk Andi. Axel terkejut saat melihat Athena yang berlari ke arah yang berlawanan.


Axel langsung menoleh ke arah Axella. Baru menyadari tujuan gadis itu melakukan semua itu adalah untuk mengacaukan hubungannya dengan Athena. Teringat ucapan seniornya itu, kalau dia membenci Athena. Axel segera berlari mengejar Athena.


Dia sengaja membuatku duduk membelakangi arah datang Athena, hingga aku menyadari kehadiran gadis yang dicintai. Kamu licik Axella, sengaja memperlihatkan kemesraan di depan gadis yang aku cintai. Sengaja meminta aku memenuhi permintaanmu. Kamu jahat Axella, aku tak menyangka. Aku benci padamu Axella. Aku tak akan mau melihat wajahmu lagi, batin Axel.


Yang begitu sedih karena melihat gadis yang dicintainya berlari sambil menangis. Axel mempercepat langkahnya untuk menyusul Athena. Begitu melihat gadis itu, Axel langsung meraih tangannya dan menariknya ke dalam pelukannya.


Axel tak peduli jika harus memeluk gadis itu di lingkungan kampus menuju parkiran mobil. Athena yang tak rela langsung meronta. Axel panik melihat gadis itu yang terlihat begitu membencinya.


"Athena dengarkan aku! Ini tak seperti yang kamu duga. Aku mohon dengarkan aku!" seru Axel yang panik sambil memegang erat kedua lengan Athena. Sementara gadis itu terus meronta minta dilepaskan.


"Dit, liat! Itu Athena dan Kak Axel kenapa?" tanya Okta.


Kedua teman Athena yang lain langsung menoleh ke arah yang ditunjuk. Mereka langsung mengira kalau Athena dan Axel bertengkar. Okta bahkan turun dari mobil untuk melihat lebih jelas.


"Athena diamlah! Dengarkan aku dulu--"

__ADS_1


"Kakak tega, Kakak tega melakukan ini padaku. Jika tidak Inginkan aku lagi, bilang terus terang. Kenapa suruh aku menyaksikan kemesraan kalian? Kak Axel tega. Kak Axel jahat. Tak bisa memutuskan hubungan denganku secara langsung, kirim pesan saja! Jangan paksa aku menyaksikan kemesraan kalian. Apa salahku? Apa salahku?" tanya Athena tersedu-sedu sementara gadis itu tetap meronta minta dilepaskan.


"Athena! Dengarkan aku dulu sayang. Ini tak seperti yang kamu kira. Aku akan jelaskan semua, tenanglah Athena," bujuk Axel.


"Nggak mau! Nggak mau lagi! Aku sudah cukup! Aku nggak mau lagi! Aku ingin kita putus!"


"Nggak Athena! Tolong jangan katakan itu! Dengarkan aku dulu," ucap Axel memohon.


"Nggak! Nggak mau! Aku udah capek! Aku nggak mau lagi! Aku mau kita putus!" jerit Athena.


"Kak, lepaskan Athena. Jangan paksa dia! Sekarang Athena nggak mau bicara sama Kakak. Jangan paksa dia!" ucap Okta membela Athena.


Okta segera menarik tangan Athena menjauh dari Axel. Sahabat Athena itu tak tahu apa yang terjadi. Namun, jika Athena tak ingin bicara dengan Axel, jangan harap dia akan membiarkan Axel memaksanya.


Tak ingin tangan Athena sakit karena ditarik, laki-laki itu terpaksa melepas tangan Athena. Berdiri menatap gadis yang dicintainya melangkah menjauh darinya. Axel menangis, tak menyangka hari yang disangkakan adalah hari bahagia, justru berakhir menyedihkan.


"Athena, aku mencintaimu! Ini salah paham! Aku bisa jelaskan semuanya! Aku mohon Athena jangan pergi! Dengarkan aku dulu! Aku mencintaimu Athena!" seru Axel.


Athena terlihat masuk ke dalam mobil. Axel mempercepat langkahnya bahkan berlari. Mobil yang membawa Athena melaju meninggalkan parkir kampus. Dengan Athena yang menangis terisak-isak dalam pelukan Okta. Axel terus mengejar sambil terus berteriak.


"Athena! Aku mencintaimu! Jangan pergi!" teriak Axel sambil terus berlari mengejar mobil yang membawa Athena.


Adit yang melihat melalui kaca spion kaget. Tak menyangka Axel tetap mengejar mobil mereka. Laki-laki itu langsung memberi tahu Athena.


"Athena! Bagaimana ini? Axel mengejar. Liat! Kasihan dia," ucap Adit sambil terus melihat dari spion.


Athena yang menangis langsung menoleh ke arah belakang. Terlihat Axel yang masih tetap berlari mengejar mobil mereka, meski sudah terpisah sangat jauh. Terdengar sayup-sayup, Axel yang menjerit tak henti-henti memanggil nama Athena.

__ADS_1


"Bagaimana ini? Dia masih nggak menyerah. Kasihan dia," ucap Sari.


"Mungkin kamu harus dengarkan dia. Mungkin dia nggak salah Athena. Dia begitu kukuh ingin mengejarmu," ucap Okta.


Athena menoleh kembali ke arah Axel. Laki-laki itu sudah terlihat letih tapi masih tetap berlari mengejar. Tiba-tiba Axel terjatuh.


"Berhenti! Tolong berhenti!" ucap Athena reflek begitu melihat laki-laki yang dicintainya jatuh di jalanan menuju kampus.


Athena langsung keluar dari mobil itu dan berlari mengejar laki-laki yang tertunduk menangis dijalanan itu. Athena tidak tahu apakah keputusannya ini benar atau salah. Namun, dia adalah Athena. Gadis yang tak pernah tega melihat orang terluka dan tersakiti, apalagi ini adalah Axel, laki-laki yang dicintainya.


"Kakak nggak apa-apa? Apa luka? Apa sakit?" tanya Athena.


Axel mengangkat wajahnya. Air matanya mengalir deras. Axel tak sanggup membayangkan kehilangan Athena. Axel tak sanggup berpisah dengan gadis itu karena kesalahpahaman.


Athena duduk dihadapan Axel. Separuh hatinya membenci Axel karena telah menyakitinya, separuh lagi merasa kasihan pada laki-laki yang menangis di jalanan itu.


"Jangan pergi Athena. Aku nggak sanggup kehilangan kamu," ucap Axel dan langsung menarik tangan Athena dan memeluknya erat.


Athena terdiam. Gadis itu bingung. Apa yang dilihatnya sekarang bertolak belakang dengan dugaannya. Athena mengira Axel tak lagi mencintainya tetapi laki-laki dihadapannya ini justru menangis, memohon agar Athena jangan meninggalkannya.


"Aku mencintaimu sayang! Aku sangat mencintaimu! Aku telah sidang skripsi. Demi hari ini, aku telah berjuang mati-matian demi hari ini. Aku mohon jangan tolak aku. Aku akan mati Athena. Jika kamu menolakku lebih baik aku mati," ungkap Axel.


Mendengar ucapan Axel, Athena langsung panik. Sebenci-bencinya pada Axel, gadis itu tak ingin Axel mati, apalagi karena dirinya. Axel meraih sesuatu dari balik saku jasnya.


Mata Athena terbelalak, saat Axel menyodorkan cincin yang terselip di kotak itu persegi itu. Athena beralih menatap Axel, bertanya-tanya apa maksud laki-laki itu menunjukkan cincin itu padanya. Masih terduduk di jalanan itu, akhirnya Axel mengungkapkan niatnya yang telah sangat ditunggu-tunggu sejak mengenal Athena.


"Athena, aku akan jelaskan semua setelah ini. Tapi kamu harus tahu kalau aku sangat mencintaimu. Aku tidak pernah mengkhianatimu. Karena itu aku mohon, terimalah aku. Menikahlah denganku!" ucap Axel sambil menyodorkan cincin itu ke hadapan Athena.

__ADS_1


Athena terkejut, Okta dan Sari bahkan berteriak histeris. Mereka menunggu apa yang terjadi pada Athena dan pacarnya. Saat terlihat Axel menyodorkan kotak cincin, mereka langsung melompat-lompat kegirangan.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2