Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 34 ~ Kenapa Bertemu ? ~


__ADS_3

Athena, Mia, Axel dan Raihanna berhasil meyakinkan orang tua Raihanna tentang kejadian yang sebenarnya. Mereka menangis bersama, Raihanna sangat ingin memeluk ayah dan ibunya. Namun kecewa karena tidak mungkin bisa dilakukannya.


Kedua orang tua itu berjanji akan melanjutkan penyelidikan kasus perkosaan yang di alami Raihanna.


"Apakah itu perlu dilakukan mengingat Kak Raihanna tetap tidak bisa hidup lagi?" tanya Athena.


"Tentu nak, semua yang kita lakukan ini tentu bukan untuk menghidupkan Raihanna kembali tapi untuk mencari keadilan. Raihan yang mendapat tuduhan saat itu entah bagaimana nasibnya sejak diusir oleh orang tuannya. Kita juga ikut bersalah dengan nasib yang dialami Raihan dan Ricko jika dia tidak mendapat hukuman dia bisa menjadi orang yang mengerikan. Orang yang bebas melakukan apa pun karena merasa dia bisa lolos dari kejahatannya" jelas bapak itu.


Athena dan Mia mengangguk mengerti, mereka setuju keadilan harus ditegakkan orang yang bersalah harus mendapat hukuman untuk menghentikannya berbuat hal yang lebih buruk lagi.


Athena ngeri membayangkan saat hari sebelumnya dia pernah bertemu dengan Ricko. Laki-laki itu mengajaknya masuk ke dalam rumah. Jika Ricko bisa lolos setelah berbuat jahat maka Ricko juga bisa berbuat hal yang sama untuk kesekian kalinya.


"Di mana Kak Ricko sekarang Pak?" tanya Mia.


"Dia ada tapi saat ini sedang keluar rumah. Biasanya memang seperti itu saat kami libur kerja dia akan keluar rumah hingga larut malam. Entah apa yang dilakukannya, kami sangat menyesal karena tidak bisa mendidiknya dengan baik karena begitu percaya padanya" jelas Bapak itu dengan wajah tertunduk.


"Ada yang ingin saya tanyakan lagi Pak dan Ibu. Apakah bapak dan ibu ingin Kak Raihanna bahagia di alam yang seharusnya?" tanya Mia.


Semua yang ada di ruangan itu langsung menatap pada Mia.


"Kak Raihanna tidak bisa pergi karena ada yang belum ikhlas akan kepergiannya" ucap Mia lagi.


Orang tua Raihanna saling memandang dengan wajah heran. Bapak menatap ibu yang langsung di balas gelengan kepala oleh ibu itu.


"Nggak, ibu sudah mengikhlaskannya pak. Sungguh" ucap ibu itu.


"Apa ibu tega membiarkan Kak Raihanna bergentayangan kesepian di dunia ini tanpa tentu arah? Tak ada yang bisa mendengarnya, semua orang yang di kenal bahkan tidak bisa melihatnya. Tegakah ibu melihat dia selalu merindukan orang tuanya? Selalu bersedih melihat bapak dan ibu?" tanya Mia.


Ibu itu menggelengkan kepala.


"Tapi ini kenyataan Bu. Kenyataannya sekarang Kak Raihanna lebih menyedihkan. Ibu merindukan kak Raihanna tapi tak bisa melihatnya sementara kak Raihanna selalu melihat ibu dan bapak dengan perasaan sedih. Bebaskanlah dia Bu, biarkan Kak Raihanna pergi" ucap Mia.


"Apa yang terjadi Bu?" tanya bapak itu bingung.


Ibu itu mengangguk lalu masuk ke dalam kamarnya. Mengeluarkan sebuah topi bayi yang sangat cantik.


"Ibu menyimpan ini dan selalu mendekapnya saat ibu rindu sama Raihanna. Ini adalah topi bayi yang ibu pilih dengan berat hati. Saat itu kehidupan kita masih sulit pak namun ibu tetap memilih topi ini meskipun harganya lebih mahal. Namun ibu merasa puas karena Raihanna sangat cantik mengenakannya. Ibu-ibu di komplek sangat mengagumi Raihanna saat mengenakan topi ini. Bahkan ada yang meminta untuk bayinya tapi ibu tidak mau memberikannya karena ini kebanggaan ibu. Pertama kalinya ibu membeli sesuatu tanpa memikirkan harga demi Raihanna. Ibu menyimpannya untuk kenang-kenangan" cerita ibu itu.


Bapak itu mengusap punggung istrinya yang mencium dan memeluk topi bayi itu.


"Jika ibu ingin Raihanna bahagia di alamnya maka ikhlaskan Bu" ucap bapak Raihanna.


"Ya pak, ibu janji akan berikan pada bayi yang pertama kali ibu lihat" jawab ibu itu.


Tak lama kemudian di depan rumahnya lewat seorang ibu-ibu muda yang menjual nasi uduk sambil menggendong putrinya.


Ibu Raihanna langsung berlari keluar dan memanggil ibu penjual uduk itu. Ibu Raihanna memasangkan topi itu pada bayi yang masih berumur sekitar dua tahun itu. Ibu penjual uduk itu sangat senang hingga menangis haru. Bayinya tidak kepanasan lagi dan terlihat sangat cantik.


Semua ikut keluar rumah menyaksikan kejadian itu. Mereka saling berpandangan dan tersenyum.


"Ini untuk anak saya Bu?" tanya ibu itu berlinang air mata.


Ibu Raihanna mengangguk sambil menangis haru.


"Tapi ini topi mahal Bu" ucap ibu penjual uduk itu.


"Tidak apa-apa, ini demi putri saya" ucap ibu Raihanna.


"Putri ibu pasti cantik seperti bidadari, baiklah Bu saya terima pemberian ibu terima kasih banyak ibu. Semoga ibu sekeluarga selalu sehat dan bahagia" ucap ibu itu.


Mia menoleh pada Raihanna dan tersenyum.


"Terima kasih Bu, ucapan adalah doa. Kak Raihanna telah berubah sekarang. Tidak lagi menyeramkan tapi cantik seperti bidadari" ucap Mia.


"Benarkah?" tanya Athena juga ibu dan bapak itu serentak.


"Ibu sangat ingin melihatnya" ucap ibu itu kembali bersedih.


"Ibu pejamkan mata dan bayangankan Putri ibu seperti yang saya gambarkan" ucap Mia.

__ADS_1


Gadis itu menoleh karena sinar terang yang terlihat dari sudut matanya. Gadis itu melihat Raihanna yang tersenyum dengan tubuh yang bersinar terang. Mengenakan baju putih yang juga bersinar. Semua itu digambarkannya pada ibu dan bapak itu. Mereka tersenyum seolah-olah melihat putri mereka tersenyum dihadapan mereka.


Axel yang sejak tadi memang berdiri di luar juga ikut tersenyum melihat perubahan Raihanna.


"Axel terpesona melihat kak Raihanna" bisik Mia.


"Apa?" jerit Athena.


Mia langsung menutup mulut Athena karena takut menganggu konsentrasi ibu dan bapak itu. Melihat itu Athena merasa heran.


"Kamu juga bisa hipnotis?" bisik Athena.


Mia mengangguk.


"Aku mengirimkan tampilan kak Raihanna yang tadi kulihat ke otak mereka" ucap Mia.


Mia kembali menyapa bapak dan ibu itu, mereka kembali membuka matanya. Dan berpelukan haru, mereka menangis bahagia melihat senyum putri mereka.


"Terima kasih untuk segalanya" ucap ibu dan bapak itu pada Mia.


"Jangan kepada saya Bu, Athena lah yang ingin melakukan ini, saya cuma membantu" ucap Mia.


Ibu itu langsung memeluk Athena untuk berterima kasih. Tak lama kemudian mereka berpamitan. Ibu itu sedih karena harus berpisah dengan anak-anak itu dan meminta mereka untuk sering-sering datang berkunjung. Mereka berjanji akan kembali setelah menyelesaikan masalah keluarga Raihan.


"Benarkah? Kalian akan membantu menyelesaikan kesalahpahaman keluarga Raihan?" tanya bapak itu.


"Ya Pak, masalah kak Raihan juga harus diselesaikan" ucap Mia pasti.


Saat berjalan pulang Athena bertanya pada Mia tentang janji untuk mencari Raihan. Mia mengangguk.


"Kamu ingin menyelesaikan masalah kak Raihanna kan? Kak Raihanna belum pergi dia masih ingin melihat Raihan dan keluarganya bersatu lagi dan itu adalah urusanmu. Masalah hantu sudah cukup sampai di sini" ucap Mia.


Athena mengangguk mengerti, Raihanna ingin dia membantu menyelesaikan masalah Raihan. Dalam perjalanan pulang itu juga Mia menceritakan Axel yang menangis sendiri di luar rumah.


Tentu saja gadis itu langsung bertanya pada hantu tampan itu saat antara gelap dan terang. Athena bertanya dengan nada yang cemburu karena mendengar ucapan Mia yang mengatakan Axel terpesona melihat Raihanna yang cantik seperti bidadari.


Axel tertawa mendengar ucapan Athena yang bernada cemburu itu. Langsung memeluk gadis yang sangat sangat sangat sangat sangat dicintainya itu. Tidak percaya? Demi menyelamatkan gadis itu dia rela jika harus mengorbankan dirinya sendiri dan lenyap tanpa bekas.


"Gombal..., tidak percaya" ucap Athena.


Axel memeluk gadis itu dari belakang, menempelkan dagunya di bahu gadis itu.


"Aku tidak peduli dengan Raihanna. Aku hanya teringat pada orang tuaku" ucap Axel.


"Kakak sudah ingat?" tanya Athena langsung.


"Aku tidak mengingat wajah mereka tapi aku membayangkan bagaimana mereka juga bersedih seperti bapak dan ibu tadi saat melihatku mati" ucap Axel dengan nada yang sedih.


Athena membalik badan dan menatap wajah hantu tampan di hadapannya itu.


"Karena itu kakak menangis?" tanya Athena yang dibalas anggukan oleh Axel.


Athena menangkup wajah laki-laki yang dicintainya itu. Menatap Axel dengan tatapan yang sedih.


"Maaf Kak, aku tidak bisa melakukan apa pun untuk menolongmu" ucap Athena dengan mata yang berkaca-kaca.


"Satu-satunya yang aku syukuri saat ini hanyalah mengenalmu. Karena itu jangan pernah meragukan perasaanku padamu" ucap Axel juga dengan mata yang berkaca-kaca.


Athena memeluk erat laki-laki itu dan menangis di pelukannya. Athena menangis tersedu-sedu, gadis itu tidak peduli apa pun meski orang akan memandangnya gadis yang aneh. Dia tidak akan peduli jika dia tidak mengenal laki-laki lain. Dia hanya ingin selamanya bersama Axel.


Axel membalas pelukan Athena, laki-laki itu pasrah atas pilihan Athena. Pernah menyarankan gadis itu untuk menerima Evan namun justru ingin menyakitinya. Axel tidak pernah berani lagi mendorong gadis itu mengenal laki-laki lain.


"Aku ingin segera menemui keluarga Kak Raihan. Dan membantu keluarga itu untuk berbaikan dan menerima Kak Raihan lagi" ucap Athena penuh semangat.


Axel tertunduk tiba-tiba. Wajah laki-laki itu kembali murung.


"Ada apa? Kenapa wajah kakak seperti itu?" tanya Athena.


"Nggak apa-apa" ucap Axel tersenyum.

__ADS_1


Namun Athena tahu kalau senyumnya itu hanyalah senyum yang dipaksakan.


"Ayo katakan ada apa? Jangan bikin aku penasaran" teriak Athena.


"Siapa yang suka bikin orang penasaran? Berapa kali kamu bikin aku penasaran cuma dengan kata Oppa" ucap Axel.


"Tapi sekarang udah nggak lagi, ayo katakan kenapa wajah kakak tadi berubah?" tanya Athena.


"Berubah gimana? Jadi tambah ganteng?" tanya Axel mempermainkan Athena.


"Nggak, nggak mau terpancing. Sekarang ngaku kenapa wajah kakak berubah? Apa yang kakak pikirkan?" tanya Athena.


Axel mengalah akhirnya mencurahkan isi hatinya.


"Raihan itu sepertinya seorang yang sangat baik. Demi cintanya pada Raihanna dia rela mengakui telah menghamilinya. Padahal resikonya dia harus keluar dari sekolah dan di usir dari keluarganya. Tapi dia tetap mengakui bayi Raihanna agar bisa tetap bersama gadis itu. Dia laki-laki yang baik bukan?" tanya Axel.


"Ya, benar. Dia memang laki-laki yang baik. Sangat setia dan seorang pecinta yang luar biasa" jawab Athena santai.


"Bagaimana kalau kamu jatuh cinta padanya?" tanya Axel.


Athena langsung tertawa dan melambaikan tangannya.


"Kenapa?" tanya Axel.


"Apa setiap ketemu laki-laki yang baik aku harus jatuh cinta padanya? Aku sudah bertemu dengan laki-laki yang baik. Dan aku sudah jatuh cinta padanya, aku tidak tertarik untuk jatuh cinta lagi" ucap Athena sambil tertawa.


"Tapi dia manusia Athena?" tanya Axel.


"Kakak mencoba mendorongku pada laki-laki lain lagi?" tanya Athena.


"Sebenarnya aku sudah tidak ingin melakukan itu. Tapi tiba-tiba aku berpikir mungkin kami, maksudku aku dan Raihanna adalah orang-orang yang tidak di takdir kan bersama. Raihanna tidak ditakdirkan bersama Raihan dan aku tidak ditakdirkan denganmu. Kita semua saling mengenal hanya untuk mempersatukanmu dengan Raihan. Aku rasa Raihanna juga ikhlas jika kamu bersama dengan Raihan" jelas Axel.


"Apa kakak ikhlas? Jawab dengan jujur?" tanya Athena.


Axel menggelengkan kepala.


"Kalau begitu jangan berpikiran macam-macam lagi. Jika aku jatuh cinta pada laki-laki lain aku akan ungkapkan semuanya sama kakak. Tapi sebelum itu terjadi jangan pernah mendorongku pada laki-laki lain lagi" ucap Athena tegas.


Axel tercenung menunduk. Laki-laki itu hanya ingin Athena bertemu dengan laki-laki yang baik dan hidup bahagia.


"Apa yang terjadi dalam hidup ini memang selalu ada alasannya. Kenapa aku bertemu dengan kakak? Kenapa aku bisa melihat kakak? Kenapa aku juga bisa melihat kak Raihanna. Aku yakin semua itu ada tujuannya" ucap Athena sambil meraih kedua tangan Axel.


"Apa tujuannya tidak untuk mempertemukan kalian? Kamu dan Raihan" tanya Axel.


"Tidak ada yang tahu. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Karena itu aku tidak ingin memikirkannya lagi. Aku hanya ingin menjalani hidup ini dan berusaha dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan apa yang aku cita-citakan" ucap Athena.


"Kamu lupa cita-citamu dulu mendapatkan hati Evan?" tanya Axel.


"Benar tapi aku mendapatkan yang lebih baik" ucap Athena.


"Apa itu?" tanya Axel heran.


"Mendapatkan Kak Axel. Jika kakak tidak berjanji membantuku mendapatkan Evan. Kak Axel tidak akan dekat denganku. Kakak juga tidak akan membantuku meraih peringkat di sepuluh besar sekolah ini. Berarti aku menyukai Evan selama hampir tiga tahun ini hanya untuk mempertemukan aku denganmu dan jatuh cinta padamu" ucap Athena sambil mengecup kedua tangan Axel.


Hati Axel melayang hingga ke awan, mendapatkan ungkapan seperti itu, Axel tidak ingin meragukan cinta Athena lagi. Laki-laki hantu itu juga berjanji akan selalu mencintai Athena.


"Aku mencintaimu Athena. Berjanjilah untuk selalu mengingatkanku, jika ada masalah denganku atau aku hilang ingatan atau berusaha mendorongmu pada laki-laki lain. Tolong ingatkan aku kalau aku sangat mencintaimu" ucap Axel.


"Kenapa kakak berkata seperti itu? Apa kakak bisa berpaling pada gadis lain? Hingga aku harus mengingatkanmu" tanya Antena.


"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi bukan? Aku mohon ingatkan aku kalau aku begitu mencintaimu" mohon Axel.


"Baiklah, kalau aku tidak perlu diingatkan. Aku akan selalu ingat kalau aku mencintaimu" ucap Athena sambil memeluk Axel.


Axel balas memeluk Athena, menikmati hangatnya tubuh gadis itu. Tiba-tiba Athena melepaskan pelukannya, Axel merasa heran.


"Haa...., nanti keburu habis waktu" ucap Athena.


"Kenapa, ada ap...."

__ADS_1


Athena sudah langsung menyumpal mulut Axel dengan mulutnya. Sambil tersenyum, gadis itu berkali-kali mengecup bibir Axel. Laki-laki itu merasa di main-mainkan oleh Athena, segera membenamkan bibirnya sedalam-dalamnya untuk memberikan ciumannya yang hangat bagi Athena.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2