Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 95 ~ Yang Dipercaya ~


__ADS_3

Athena menceritakan kesedihan Ny. Olivia karena memiliki seorang putra yang sempurna, sangat cerdas, seolah-olah tak lagi membutuhkan ibunya. Tanpa disadari Athena, Axel menangis mendengar cerita tentang ibunya. Axel menyesal menuduh ibunya tak sayang padanya setelah mendengar ucapan Athena.


Begitu Athena menoleh ke arahnya, Axel segera menghapus air matanya. Athena memalingkan wajahnya tak ingin Axel malu karena Athena melihatnya menangis. Begitu sampai di rumahnya, Athena langsung ingin membuka pintu mobil tetapi Axel menekan tombol central lock hingga Athena tak bisa membuka pintu mobil. Athena langsung menoleh ke arah calon suaminya.


"Maafkan aku Kak, maaf ucapanku tadi," ucap Athena akhirnya.


"Terima kasih Athena," ucap Axel lalu menarik tubuh Athena untuk memeluknya.


"Kak."


"Aku tidak pernah tahu semua itu. Aku tidak tahu kalau selama ini Mommy sangat ingin bermain bersamaku. Aku salah berpikir tentang Mommy. Aku berpikiran buruk pada Mommy dan akan tetap begitu jika kamu tak menceritakan semuanya. Terima kasih Athena, terima kasih karena telah mau mendengar keluh kesah Mommy. Sekarang aku tahu, kenapa Mommy begitu sayang sama kamu. Mommy sangat percaya sama kamu. Kamu bisa mengerti isi hati Mommy. Terima kasih ya sayang," ucap Axel lalu mengecup pipi Athena. Athena tersenyum.


"Aku tidak merasa melakukan apa pun, kenapa Kakak berterima kasih?" tanya Athena heran.


"Mommy butuh seseorang yang mau mendengar keluh kesahnya. Seseorang yang dia percayai untuk menceritakan tentang putranya. Tak mungkin Mommy meceritakan kesedihannya pada orang lain dan orang yang dipercayainya adalah kamu. Terima kasih ya sayang," ucap Axel sekali lagi.

__ADS_1


Namun, kali tak mencium pipi lagi tetapi menyatukan bibir mereka. Axel langsung memeluk erat Athena. Memainkan lidahnya di rongga mulut gadis itu. Semakin lama semakin menggebu, hingga nafas mereka terdengar begitu memburu. Melepaskan ciuman itu ketika mereka telah sulit untuk bernafas.


"Andaikan kita sudah menikah," bisik Axel.


Athena mengerti apa maksud laki-laki itu. Seandainya mereka telah menikah, aksi seperti tadi tak akan terhenti begitu saja. Berlanjut ke arah yang diinginkan. Mengingat itu, Athena pun teringat sesuatu yang ingin disampaikannya.


"Aku juga ingin berterima kasih pada Kakak," ucap Athena.


"Oh ya? Untuk apa?" tanya Axel.


"Aku mencintaimu Athena. Begitu cinta hingga aku tak sanggup menyakitimu. Akan tiba waktunya, saat itu kita telah menjadi suami istri. Ok!" ucap Axel yang dibalas anggukan oleh Athena.


"Sekarang istirahatlah, terima kasih telah menemaniku seharian. Besok aku akan bicara pada Mama dan Papa tentang pertunangan kita, Ok!" ucap Axel.


Athena kembali mengangguk. Axel mengantar gadis yang dicintainya itu hingga ke depan pintu. Mama Athena menyambut dan menawarkan Axel untuk masuk.

__ADS_1


"Sudah malam Ma, Athena juga butuh istirahat. Besok saya minta izin untuk bicara sama Mama dan Papa, jika diizinkan," ucap Axel.


"Oh, besok? Boleh tapi bicara tentang apa ya?" tanya Anna penasaran.


"Besok saja ya Ma, ceritanya butuh keseriusan," ucap Axel.


"Oh begitu! Baiklah kami tunggu!" ucap Anna.


"Sampai jumpa Ma, sampai jumpa besok Athena," ucap Axel pamit.


"Kakak hati-hati di jalan ya!" ucap Athena.


Laki-laki itu melangkah menuju mobilnya, Athena menunggu di teras hingga mobil itu tak terlihat lagi. Gadis itu mengangkat jemarinya dan mengusap cincin yang terselip di jari manisnya itu. Begitu bahagia sehingga senyum tak lepas dari bibirnya.


Dengan wajah ceria masuk ke kamarnya. Athena menatap kamar tidurnya. Teringat tempat-tempat favorit Axel saat berdiri, duduk atau berbaring. Teringat itu Athena merasa lucu sendiri karena selama ini Namanya tak pernah tahu, Athena pernah menyimpan laki-laki di kamarnya tetapi dalam wujud hantu.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2