
Axel telah tahu kalau Athena dinyatakan lulus universitas yang mereka inginkan. Karena saat lewat tengah malam Axel telah memastikan pengumuman itu. Saat Athena dan seluruh penghuni rumah telah terlelap, Axel bangun dan menyalakan laptopnya. Pengumuman penerima mahasiswa baru telah keluar. Hal pertama di carinya adalah nama gadis yang dicintainya itu.
Axel tersenyum memandang sambil tersenyum nama Athena tertera di universitas yang diincarnya. Meski mereka memilih jurusan yang berbeda namun mendapat universitas yang sama itu sudah cukup membuat mereka bahagia. Athena pilih jurusan akutansi keuangan sementara Axel bisnis manajemen di universitas yang sama. Axel membayangkan kebahagiaan gadis itu saat tahu dirinya diterima di universitas yang sama dengannya.
Dan seperti yang diduganya, Athena begitu bahagia. Begitu lepas dari pelukan teman-temannya, Athena langsung memeluknya. Axel membalas pelukan itu, semua teman-teman Athena hanya diam sambil tersenyum menatap mereka. Athena mengecup bibir Axel hingga berkali-kali sambil berterima kasih.
"Terima kasih suamiku, terima kasih suamiku, terima kasih suamiku," ucap Athena yang dibalas senyum oleh Axel.
"Huuuu, kemarin nggak mau dibilangin laki-nya sekarang sampe ngomong berkali-kali," ucap Kimmy sewot.
"Kemarin itu bukan hari ini ya, jadi beda. Kalian dilarang protes," ucap Athena.
Semua teman-teman Athena menghambur mengerubuti gadis itu hingga berpelukan bersama-sama sambil melompat-lompat sambil berteriak lulus berkali-kali. Ny. Olivia yang melihat keceriaan itu tersenyum sambil merangkul Hani. Mereka saling melempar senyum, diam-diam Ny. Olivia menyuruh kepala pelayan menyiapkan makanan spesial untuk anak-anak itu.
Saat sadar Ny. Olivia berada di situ Athena langsung memeluk Nyonya kaya itu.
"Selamat ya sayang," ucap Olivia sambil mencium kedua pipi Athena.
"Terima kasih banyak Mommy untuk segalanya," ucap Athena kembali memeluk nyonya cantik yang baik hati itu.
"Yang bantu kamu itu Axel, kok malah terima kasih sama Mommy?" tanya Olivia.
"Terima kasih karena udah hadirkan Kak Axel ke dunia," ucap Athena.
Axel tersipu, Ny. Olivia tertawa sambil menepuk punggung Athena.
"Mommy juga berterima kasih karena telah menyayangi dan membuat Axel bahagia," ucap Olivia.
Mereka tersenyum bahagia, semua yang ada di kamar sibuk membicarakan rasa tak percaya pada hasil yang mereka dapat. Axel dan para gadis diajak Ny. Olivia makan siang di beranda belakang. Sambil menikmati udara segar dari taman dan pemandangan hijau taman asri itu.
"Gue pikir nggak akan lulus, ternyata lulus juga, gue bersyukur banget. Hari ini gue dapat anugerah yang luar biasa, mulai sekarang gue bakalan rajin belajar kalau mo ujian," ucap Kimmy sambil menyantap makan siangnya.
"Kalau mo ujian? Kirain mau belajar terus-terusan, kalau pas ujian doang sama aja. Ya kalau loe belajar ma orang yang cerdas kayak Kak Axel, kalo belajar sendiri. Huu, nggak ngaruh," ucap Vivi.
"Hmm, mana pidatonya panjang lagi. Taunya dia lagi coba menenangkan hatinya sendiri yang galau karena nggak yakin bakal lulus," sahut Athena sewot.
"Biarin! Ntar kalo mau belajar lagi, tinggal hubungi Kak Axel lagi. Ya 'kan Kak?" tanya Kimmy pada Axel yang dibalas anggukan oleh laki-laki itu.
"Kok mau sih Kak? Biarin aja dia belajar sendiri," ucap Athena.
Kimmy menjulurkan lidahnya, dan mereka semua tertawa. Athena pura-pura sewot, Axel gemas lalu meraih puncak rambut gadis itu dan mengecupnya.
"Asalkan tahan liat kemesraan mereka, silahkan belajar di sini," ucap Mia sambil tertawa.
"Meski enek, gue tahanin demi belajar sama Kak Axel ..,"
"Kurang ajar!" sahut Athena.
Yang lain langsung tertawa saat Athena berdiri dan meraih leher Kimmy pura-pura mencekik. Namun yang dicekik justru tertawa kegelian. Yang lain ikut tertawa melihat tingkah keduanya.
"Mereka ini anggota basic grup ini. Anggotanya cuma berdua tapi hebohnya minta ampun," ucap Vivi sambil tertawa.
"Ya, kita ini para junior nggak berani ikut campur urusan para senior, ya?" jawab Mia saat Kimmy bercanda dengan meminta tolong pada kawan-kawannya yang lain.
Axel dan lainnya tertawa, Ny. Olivia sangat senang melihat keceriaan para gadis-gadis itu. Hari itu adalah hari bahagia mereka karena setelah itu mereka sibuk mempersiapkan diri masing-masing untuk masuk universitas yang mereka pilih.
__ADS_1
Kimmy dan Vivi mulai harus mencari kamar kost karena mereka memilih universitas di kota lain. Sementara Athena dan Mia masih memilih di kota yang sama dengan mereka tinggal saat ini.
Mereka menangis sedih saat melepas Vivi yang berangkat lebih dulu. Diantar oleh Daddy-nya menuju kota di mana dia akan menuntut ilmu.
"Janji ya kita video call terus," ucap Kimmy menangis.
Athena dan Mia saling berangkulan.
"Ya, kita akan tetap sahabatan meski terpisah. Saat lulus nanti kita kumpul lagi, Ok!" ucap Vivi.
"Ya, meski kita punya sahabat-sahabat baru, sahabat lama jangan dilupakan ya," ucap Mia.
Merasa mengangguk setuju, berpelukan bersama-sama hingga akhirnya Daddy Vivi meminta putrinya untuk naik ke atas mobil. Semua barang-barang yang ingin di bawa Vivi telah tersusun di dalam mobil.
Begitu juga dengan barang-barang kenangan dari sahabat-sahabatnya. Athena bahkan memberikan guling yang diberi nama Axel itu. Sebuah guling boneka yang biasanya menjadi teman suka dukanya, teman berkeluh kesahnya.
"Kok gulingnya kamu kasih sih?" tanya Kimmy.
"Kak Axel-nya udah ada, kalau mau curhat langsung aja ke orangnya," ucap Athena.
"Tapi loe biasa tidur pake guling ini, nanti kalau loe nggak bisa tidur, loe minta balik lagi," ucap Vivi.
"Kalau gue ingin tidur pasti nyariin guling itu. Gue bakal ingat siapa yang bawa guling gue," ucap Athena dengan wajah yang sengaja di bikin beringas.
"Ya, kok kayak dendam gitu?" tanya Vivi.
Athena tertawa, yang lain juga ikut tertawa.
"Gue harap saat loe liat guling itu, loe ingat gue terus. Karena gue udah ngasih sesuatu yang berarti buat gue," ucap Athena yang membuat hati ketiga sahabatnya itu terenyuh.
"Sebenarnya bukan itu, biar loe punya alasan buat peluk Kak Axel karena nggak punya guling lagi," ucap Kimmy yang membuat semua tertawa.
"Bener kan Kak? Itu cuma alasan Athena biar Kak Axel jadi gantinya, betul 'kan Kak?" tanya Kimmy sambil bermanja pada Axel.
"Ya, ya, Napa? Pada ngiri semua?" tanya Athena.
"Iih, yang ditanya Kak Axel malah dia yang jawab. Calon istri yang suka mendominasi ini Kak. Jangan mau yang kayak gini, udah cari yang lain aja Kak," ucap Kimmy.
Athena sudah hampir mencekik Kimmy namun Daddy Vivi sudah memanggil. Mereka pun akhirnya berpelukan untuk terakhir kalinya. Berjanji akan selalu saling menghubungi. Dan saat liburan semester mereka berjanji akan kembali berkumpul lagi.
Suasana haru dan sedih juga terjadi saat perpisahan dengan Kimmy. Sahabat Athena yang lincah itu berpesan pada Axel agar selalu menjaga Athena.
"Kak Axel, makhluk ini cuma satu-satunya di dunia. Tolong dijaga ya!" pesan Kimmy yang terlihat begitu serius menunjuk pada Athena.
Athena hanya ternganga mendengar pesan Kimmy pada Axel, sementara Mia menahan tawanya sambil menunduk.
"Tenang aja Kimmy, kalau lepas nanti Kak Axel cari lagi sampai dapat. Habis itu Kakak kandangin pake kandang yang kuat biar nggak lepas lagi," ucap Axel juga terlihat serius.
Athena semakin ternganga mendengar percakapan mereka. Sementara suara tawa Mia sudah tak bisa ditahan.
"Tapi Kak, kalau liar betul. Di lepas aja ke hutan, Kakak cari yang lain yang lebih jinak," ucap Kimmy.
Setelah itu Kimmy langsung memeluk Axel dan berterima kasih karena telah membantunya mencapai cita-citanya kuliah di universitas yang diinginkannya. Axel menepuk punggung Kimmy. Athena menatap dengan cemburu.
"Jangan sia-siakan perjuangan kita saat belajar untuk mencapai universitas yang kamu inginkan. Sampai di sana kamu harus tetap serius belajar ya! Meski tak selamanya harus serius tapi jangan sampai kebanyakan bermain-main Ok!" pesan Axel sambil menepuk punggung Kimmy.
__ADS_1
"Iih, apa-apaan ini? Abis bilang gue makhluk satu-satunya sekarang malah peluk-pelukan?" tanya Athena dengan wajah cemberut.
Kimmy menjulurkan lidahnya, sambil tetap memeluk Axel. Sementara laki-laki itu hanya tertawa.
Saat orang tua Kimmy memanggil barulah dia melepaskan pelukannya. Athena, Kimmy dan Mia pun berpelukan bersama. Kimmy dan kedua orang tuanya memasuki pintu masuk bandara. Saat melewati gerbang metal detektor Kimmy masih menoleh ke arah Athena, Axel dan Mia. Kimmy melambaikan tangannya dari balik kaca bandara, Athena dan Mia membalasnya.
Kimmy pun terus berjalan masuk hingga akhirnya tak terlihat lagi. Athena, Axel dan Mia, pulang dengan langkah lesu.
"Kita makan siang di kafe dulu ya," ucap Axel sambil menyetir mobil.
Melihat kedua sahabat itu yang masih terlihat sedih.
"Aku pulang aja Kak, Kak Axel dan Athena aja yang makan siang," ucap Mia menolak secara halus dari bangku penumpang di belakang.
"Nggak apa-apa Mia, sesekali makan bersama. Nanti kalau kamu udah sibuk juga, kapan lagi kita makan bersama?" tanya Axel membujuk Mia.
"Tapi apa Mia nggak mengganggu Kak Axel dan Athena?" tanya Mia dengan polosnya.
"Nggak lah Mia, kami juga tak wajib selalu berdua 'kan? Ada saatnya nanti berduaan terus," ucap Axel sambil melirik Athena.
Mia tersenyum, Athena pun tersenyum.
"Kalau nggak makan siang dulu, Kak Axel nggak anter kalian pulang. Biarin diajak muter-muter sampai pusing," ucap Axel sambil tersenyum.
Kedua gadis itu akhirnya setuju, mereka makan siang di sebuah cafe. Axel berusaha mengalihkan kesedihan kedua gadis itu yang kembali ditinggalkan oleh sahabatnya. Athena memesan makan siang yang banyak karena ingin menghilangkan kesedihannya dengan cara makan enak dan banyak.
"Nanti gemuk lho, Kak Axel mau gendong nanti nggak kuat," ucap Mia sambil tertawa tertunduk.
"Ngapain juga harus digendong Kak Axel? Aku 'kan bisa jalan sendiri?" tanya Athena.
"Ya, kalau gitu nggak ada acara gendong ala bridal style dong?" tanya Mia.
Mendengar itu Athena langsung menggeser pelan 'makanannya ke tengah sambil tersenyum malu, Mia dan Axel tertawa.
"Jangan mau di takut-takuti Mia, kamu itu masih kurus. Nambah berat badan lagi, aku masih kuat kok gendong kamu," ucap Axel sambil tersenyum.
Athena langsung menjulurkan lidahnya pada Mia. Sahabat Athena itu pun diminta makan lebih banyak, hitung-hitung untuk mengalihkan pikiran dari perasaan sedih mereka karena ditinggal sahabat pergi.
Axel meminta Mia pesan makanan lebih banyak namun gadis itu hanya makan secukupnya. Akhirnya Athena membagi semua makanan yang telah di pesannya. Mereka makan siang bersama sambil comot sana sini hidangan yang begitu banyak itu.
Setelah makan siang, Axel pun mengantar Mia pulang. Saat mengantar Athena, gadis itu tak mau melepaskan pelukannya pada Axel. Athena yang telah kembali tinggal dirumahnya tak ingin di tinggal sendiri.
"Kakak nginap di sini ya?" tanya Athena.
"Nggak bisa Athena, mana boleh laki-laki nginap di kamar anak gadis," jawab Axel.
"Kalau gitu lebih enak dulu, saat Kakak jadi hantu. Kakak bisa nginap di sini," ucap Athena pelan.
"Jangan bilang gitu, nanti Kakak koma lagi nih," ucap Axel.
"Jangan! Tapi kalau dulu Kakak 24 jam ada di sisiku," ucap Athena.
"Tapi hanya muncul di waktu tertentu dan nggak bakalan bisa melamar kamu," ucap Axel.
"Ya Kak, kalau nggak mau. Nggak apa-apalah! Kakak nggak bisa nginap di sini. Tapi aku bisa liat Kakak 24 jam," ucap Athena sambil melepas pelukannya.
__ADS_1
Axel mengecup puncak rambut gadis itu, Axel sendiri selalu ingin ada di samping gadis itu tapi tak bisa melawan aturan dan tata Krama. Setelah memeluk dan mencium puncak rambut Athena, laki-laki itu pun pamit pulang.
...~ Bersambung ~...