
Dengan jelas Axel menyatakan tak akan berhubungan lagi dengan Axella. Setelah tingkah laku Axella yang tiba-tiba menciumnya sesaat setelah sidang skripsi. Axel kesal, sikap Axella seakan-akan sengaja mencari masalah dengan Athena.
Kelakuan Axella sudah cukup menjadi alasan bagi Axel untuk merasa marah dan menghindar dari Axella. Sementara bagi Axella perbuatannya itu dijadikan sebagai tanda perpisahan bagi mereka. Axella tahu Axel memang tak akan mau menentang kehendak Athena. Tak ada kesempatan bagi Axella untuk mengubah keputusan Axel karena Axel begitu mencintai Athena dan begitu takut kehilangan gadis itu.
Sementara Athena, sejak mendengar isi hati Axella merasa bersalah telah memutus hubungan kedua sahabat itu. Gadis itu ingin memperbaiki segalanya sebelum, Axel dan Axella benar-benar berpisah. Saat Axel keluar dari kelasnya Athena langsung menghampiri. Melihat wajah gadis yang dicintainya begitu sedih Axel langsung mengajaknya ke taman kampus untuk bicara.
"Kakak, aku cabut permintaanku untuk mengabaikan Axella. Aku baru sadar kalau itu adalah permintaan yang kejam. Dia sudah banyak membantu Kakak, aku jahat menjadikan Kakak orang yang tak tahu membalas budi hanya karena cemburu," ucap Athena dengan mata yang berkaca-kaca.
Axel menatap wajah gadis yang dicintainya itu. Lalu meraih tubuh yang bergetar itu. Athena seperti seseorang yang baru saja bertemu hantu, gemetar, menangis dan butuh ditemani.
"Kamu baru bertemu dengan Axella?" tanya Axel sambil merangkul tubuh gadis yang dicintainya. Athena membalas dengan mengangguk.
"Apa dia mengatakan sesuatu?" tanya Axel lagi, dan kembali dibalas dengan anggukan oleh Athena.
__ADS_1
"Tapi apa yang aku lakukan padanya cukup wajar sayang. Aku mengabaikan dia adalah hal yang wajar. Dia memanfaatkan aku untuk menyakiti hati kamu. Wajar saja kalau aku benci dia. Axella seperti sengaja mengganggu hubungan kita," jelas Axel.
"Tapi, mungkin saja dia lakukan itu karena tahu kakak berencana ingin mengabaikannya setelah lulus sidang. Dia memang sengaja melakukan sebagai imbalan atas perhatiannya selama ini pada kakak dan bisa jadi sebagai tanda perpisahan buat kalian karena dia tidak bisa memaksa kakak untuk berteman dengannya. Aku jadi merasa bersalah Kak, dia … sangat kasihan," ucap Athena.
"Sudahlah Athena, sudah terlanjur. Meskipun kami berbaikan lagi, juga tak ada gunanya, aku juga akan segera tamat dari kampus ini dan memang tak akan bertemu dengannya lagi. Ya 'kan?" tanya Axel.
"Tapi Kak tak baik berpisah dengan cara seperti itu. Suatu saat kita mungkin butuh bantuannya," ucap Athena.
"Aku nggak percaya ujian semester kakak bisa gagal," ucap Athena sambil tersenyum.
"Kalau pas ujian aku nggak nulis apa-apa, malah mikirin kamu, tetap bisa gagal sayang," ucap Axel tersenyum.
Axel menatap bibir Athena yang tersenyum mendengar ucapannya. Sontak laki-laki itu ingin menyatukan bibir mereka. Athena langsung mencabut eh mencubit pinggang Axel.
__ADS_1
"Ini di kampus kakak, kalau ada yang rekam kita terus disebarin. Bisa viral kita," ucap Athena.
"Oh, tapi aku butuh vitamin untuk masuk kuliah berikutnya. Selagi masih ada kamu di sini aku jadi butuh bibir kamu terus. Seperti perokok berat yang melihat rokok tergeletak, masa bisa tahan liatin itu rokok, pasti ingin diembat lah. Pengen ngisap juga pasti," jelas Axel beranalogi.
"Kakak pengen hisap aku?" tanya Athena sambil tertawa.
"Memangnya aku ini vampir, isap kamu. Kalau … malam pertama nggak apa-apa aku isap kamu," ucap Axel sambil menggoda.
"Idih pikirannya," ucap Athena sambil tertawa.
Axel pun ikut tertawa. Laki-laki itu akhirnya memutuskan mengantar Athena pulang sebelum masuk mata kuliah berikutnya. Daripada Athena tetap nongkrong di kampus itu. Ujung-ujungnya Athena bisa kena hisap juga olehnya. Ha ha memangnya Athena rokok?
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...
__ADS_1