Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 114 ~ Aku Athena ~


__ADS_3

Axella mendorong jiwa Athena hingga masuk ke tubuhnya. Paramedis yang melihat Axella tiba-tiba terbangun dalam keadaan bingung segera memberi obat penenang di tubuh gadis itu hingga akhirnya Athena pun kembali tertidur dalam pengaruh obat bius. Sekian lama terperangkap dalam tubuh Axella, akhirnya Athena terbangun. 


Mendapati seorang ibu yang menangis di samping ranjangnya dan seorang ayah yang terlihat sedih menatapnya. Athena merasa ibu itu adalah ibu dari Axella. Sedikit banyak Athena merasakan detak jantung dan hati yang merasakan kepedihan menatap kedua orang tua itu. Athena tak memiliki rasa apa-apa terhadap keduanya tetapi hati dan pikiran Axella tetap tertinggal di tubuhnya. Athena merasakan rasa sayang dan kepedihan menatap kedua orang tua di hadapannya itu.


"Mommy … pulanglah! Istirahatlah di rumah! Aku baik-baik saja di sini. Aku akan tidur sebentar lagi," ucap Athena.


Merasa tak tega membiarkan ibu itu merasakan letih menunggunya. Athena juga merasa tidak membutuhkan apa-apa kecuali rasa ingin sendiri. Bagaimanapun juga, meski tubuh yang digunakannya ini adalah tubuh dari putri kedua orang tua itu. Namun, didalamnya adalah jiwa Athena.


"Mulai sekarang. Jangan bicara ketus lagi, Mommy bersabarlah dan patuhlah pada Daddy. Ikutilah keinginannya, jangan suka membantah Daddy lagi–"


Athena menyampaikan apa yang dirasakannya. Ibu itu kaget, sebuah permintaan yang rasanya tak mungkin diucapkan putrinya. Membuat ibu itu terkejut dan merasa heran. Namun, akhirnya menuruti permintaan Axella. Ibu itu merasa putrinya tak pernah meminta apa-apa sebelum ini. Akhirnya bersedia mengikuti permintaan putrinya, karena itu adalah hal yang jarang dilakukannya. Kali ini ibu itu bersedia menuruti. Mereka berdua pulang dan beristirahat di rumah.


Athena yang tinggal seorang diri di ruang rawat inap itu hanya bisa menangis. Menumpahkan rasa sedih atas apa yang dialaminya. Terbayang wajah laki-laki yang dicintainya itu tak bisa ditemuinya. Harapan bisa hidup bahagia bersama laki-laki yang akan segera menikahinya, kini tak jelas bagaimana akhirnya. Harapan itu pupus sudah.


Dengan rasa rindu yang tak bisa ditahan, Athena yang berada di dalam tubuh Axella mencoba untuk bangun. Dengan rasa sakit dan susah payah Athena melangkah menuju ruang perawatan intensifnya sendiri. Terlihat Axel yang masih berdiri di situ. Menatapnya tak berkedip seolah-olah merasa takut gadis itu akan meninggalkannya di saat dirinya lengah.


Kakak istirahatlah! Jangan seperti ini, Kakak bisa jatuh sakit, batin Athena yang hanya bisa menatap Axel dari balik dinding rumah sakit.


Tanpa sadar melangkah mendekati Axel. Gadis itu sangat ingin berada di dekat laki-laki yang dicintainya itu. Merasakan hangatnya pelukan laki-laki itu dan menangis di dadanya. Athena menangis menatap Axel yang tak lepas menatap tubuh Athena yang terbaring lemah.


"Kak pulanglah! Istirahatlah di rumah!" ucap Athena tanpa di sadarinya.


Axel kaget, sontak menoleh. Laki-laki itu seperti mendengar Athena bicara, nada, dan gaya bicaranya. Namun, laki-laki itu kaget karena bukan Athena yang bicara padanya tetapi seseorang yang telah membuat gadis yang dicintainya terbaring lemah dalam keadaan koma.

__ADS_1


"Mau apa kamu ke sini? Belum puas menyakiti Athenaku. Setiap kali kamu di dekatku, Athena akan bersedih, Athena akan tersakiti, tapi lihat apa yang dilakukannya padamu. Dia menolongmu. Dia menyelamatkan kamu. Tak peduli keselamatannya sendiri, dia malah menolongmu. Pergilah! Aku tak sudi melihatmu! Sejak aku tahu kamu sengaja melakukan segalanya demi menyakiti Athenaku. Aku sangat benci padamu! Pergi! Pergi dari sini!" bentak Axel.


"Kak! Ini aku, jangan marah padaku. Kakak ini aku A–"


"Stop! Apa kamu sudah gila? Kakak? Kamu bahkan meniru gaya bicaranya? Apa kamu sudah gila? Meski kamu berdiri di sini dan dia hanya berbaring di sana. Aku hanya akan mencintainya. Sekarang kamu pergi sebelum aku seret kamu ke ruanganmu," ucap Axel dengan dada yang turun naik menahan emosi.


"Kakak, ini aku! Ini aku A - A - A--"


"Diam! Pergi kamu!" ucap Axel lalu meraih lengan Athena di tubuh Axella itu dan menyeretnya ke pos suster jaga. 


"Nggak Kak! Jangan begini, Kak! Dengarkan aku dulu. Sebenarnya aku ini, aku ini A … A … A …," ucap Athena berusaha menyebutkan namanya.


Namun, gadis itu merasa seperti dicekik, setiap kali ingin menyebutkan namanya. Sekuat tenaga ingin mencoba untuk memberitahu siapa dirinya. Athena seperti merasakan lehernya tercekik hebat. Gadis itu pasrah mengikuti Axel yang menarik lengannya.


"Apa? Apa? Kamu apa?" tanya Axel dengan sorot mata yang tajam.


"Aku Axella," ucap Athena akhirnya pasrah.


"Tentu saja kamu Axella, kamu pikir aku lupa ingatan!" bentak Axel sambil terus menyeret gadis itu.


Athena berhenti lalu melepaskan genggaman tangan Axel. Berdiri menatap laki-laki itu dengan air mata yang mengalir. Lalu melangkah sendiri sambil tertunduk. Sesekali menoleh ke arah Axel yang menatapnya penuh kebencian. Dengan terisak-isak, Athena melangkah kembali ke ruang rawat inapnya itu.


Athena menangis tersedu-sedu di atas ranjang rumah sakit. Menyesali semua yang terjadi pada dirinya. Begitu frustasi hingga membenturkan kepalanya ke atas ranjang rumah sakit itu. Seorang suster melihat apa yang dilakukan Athena dan langsung memanggil dokter.

__ADS_1


Suntikan bius membuat Athena kembali tak sadarkan diri. Dokter meminta seorang suster untuk lebih mengawasinya. Meminta dilakukan CT scan segera untuk memeriksa kondisi cedera kepalanya.


Athena yang tak sadarkan diri diawasi oleh seorang suster. Akhirnya terbangun menjelang subuh dan merasakan tubuhnya yang terasa ringan. Athena bangun dari tidurnya dan melihat seorang suster yang tertidur di samping ranjangnya.


Athena turun dari ranjang rumah sakit itu perlahan. Sangat perlahan karena tak ingin membangunkan suster itu. Athena sangat ingin kembali ke ruang rawat inapnya sendiri. Meski tak sanggup lagi mendekati Axel yang menatapnya penuh kebencian, Athena tetap ingin menatap laki-laki yang dicintainya itu.


Perlahan melangkah agar tidak bangunkan suster yang ditugaskan menjaganya itu. Athena terperanjat sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika suster itu terbangun lalu menatap ke arah ranjang.


Reflek Athena mengikuti arah pandang suster itu dan semakin terkejut karena melihat tubuh Axella yang masih tertidur di atas ranjang rumah sakit. Athena menatap dan menyentuh tubuhnya sendiri. Begitu kaget dengan situasi itu, Athena bahkan menatap kagum kedua tangannya. Lalu tersenyum karena mengenali tangannya sendiri.


Melihat suster itu yang tak menyadari kehadirannya, segera Athena berlari menuju ruang rawat inapnya. Berlari kencang dengan bebasnya tanpa ada rasa sakit. Merasa bahagia karena tidak terperangkap lagi dalam tubuh Axella.


Baru kali ini Athena merasa bahagia menjadi sosok yang tak terlihat. Terbebas dari tubuh yang justru dibenci oleh kekasihnya. Begitu sampai di ruang rawat inap itu, Athena langsung memanggil Axel. Athena yakin laki-laki yang sedang tertidur di samping ranjangnya itu tidak akan bisa mendengarnya.


"Kakak, ini aku Athena!" seru gadis itu dengan suara yang keras.


Begitu bahagia bisa menyebut namanya sendiri dengan lancar tanpa ada rasa tercekik. Tak disangka, Axel terbangun dan langsung menoleh ke arah suara. Athena yang berdiri di dekat pintu itu terkejut karena Axel yang langsung menatap lurus ke arahnya.


Laki-laki itu bahkan langsung berlari ke arahnya dan langsung memeluk tubuhnya. Athena merasakan eratnya dan hangatnya dekapan Axel. Tersenyum bahagia dengan air mata yang mengalir deras.


Athena tidak menyangka bisa merasakan pelukan Axel lagi. Laki-laki itu tiba-tiba merenggangkan pelukannya. Tanpa bertanya, tanpa peduli apa pun, laki-laki itu langsung membenamkan bibirnya ke bibir tunangannya itu.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2