Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 19 ~ Athena Sayang ~


__ADS_3

Entah kenapa Axel merasa kesal dengan kejadian pagi tadi. Saat didepan matanya Evan mencoba mencium Athena. Hantu itu merasa dirinya benar-benar plinplan disatu sisi mendukung Athena bersama Evan, disisi lain dia merasa tak rela.


Jangan menangis dia pasti menyukaimu, kamu gadis yang baik, kamu cantik dan juga pintar apalagi yang diinginkan seorang laki-laki, kamu itu sempurna Athena


Taik, bahasa kampungnya Bullshit, omong kosong, dasar munafik, ucap Axel menyalahkan diri sendiri.


Saat berhadapan betul dengan situasi Evan mendekati Athena, darahnya mendidih padahal hantu, mana punya darah. Begitu lah, intinya, hantu itu merasa kesal memalingkan wajahnya dari adegan ciuman Evan. Tapi tetap saja ngintip apakah peristiwa itu terjadi ?


Peristiwa Evan mencium Athena ? Fiiuuh.. ternyata belum sempat terjadi. Saved by the bell, Athena berlari menuju kelas meninggalkan Evan. Legaaa..


Tapi saat Athena menjelaskan pertemuannya dengan Evan, Axel justru merasa kesal. Mengucapkan kata-kata yang tajam pada gadis itu.


"Kenapa kamu menjelaskannya padaku, bukankah wajar jika kamu senang bertemu dengannya, kenapa tadi kamu menolak berciuman dengannya, bukannya itu yang kamu harapkan, bisa bercumbu dengannya"


Tuh kan kasar banget, gimana Athena nggak marah, itulah kalau cemburu digedein, mestinya cinta yang digedein duh.. lebay banget kan gua, batin hantu itu.


Mendengar kata-kata Axel, mata Athena berkaca-kaca. Gadis itu lari keluar dari kamar dan duduk didepan televisi sendirian. Mama Athena pergi acara arisan dan papa Athena sibuk di ruang kerjanya.


"Maaf" ucap Axel.


Laki-laki itu berdiri disamping sofa Athena, lalu berjongkok disamping sofa gadis itu. Athena diam, seperti tidak mendengar.


"Athena, maafkan ucapanku tadi ya" ulang Axel.


Athena masih diam, masih seperti tidak mendengar. Tiba-tiba gadis itu ke dapur menuang minuman jus dingin ke gelas lalu meminumnya.


"Athena" panggil Axel.


Athena cuek masih meminum jus nya


"Kok masih cuek sih, apa kalau marah, Athena tak bisa mendengar dan melihat gue ?" kata Axel berbicara sendiri.


"Athena, Athenaaaaa" panggil Axel.


"Ke kamar yuuuuk, duh kayak suami istri aja ngajak ke kamar" ucap Axel bicara sendiri.


Athena menyemburkan jus yang diminumnya, tak bisa menahan ketawa. Axel kaget, Athena semakin tertawa melihat tampang bloon Axel.


Hantu tampan itu lega, ternyata Athena bisa mendengar dan melihatnya. Tapi berpura-pura untuk mengerjainya.


"Sukses, kamu sukses mengerjaiku" ucap Axel.


Lalu menarik Athena ke dalam pelukannya, gadis itu melingkarkan tangannya ke punggung Axel, membalas pelukannya. Axel menatap wajah Athena yang tersenyum, Axel menyatukan kening mereka.


"Maafkan aku ya.. aku janji nggak akan kayak gitu lagi" ucap Axel.


"Nggak usah janji" ucap Athena.


"Baiklah, aku usahakan nggak gitu lagi" ucap Axel.


Athena mengangguk.


"Ke kamar yuk !!" ucap Axel.


Kembali Athena tertawa, mengingat ucapan Axel tadi.


"Athennaaaa... kamu kenapa ?" teriak papa Athena.


"Nggak apa-apa paaaa, lagi nonton TV" balas Athena teriak juga.


Axel menarik tangan Athena, menaiki tangga. Masuk kekamar, Axel menembus pintu, gadis itu juga reflek ingin menembus pintu.


'Tuk'


"Aduh" ucap Athena sambil memegang jidatnya.


"Kamu kenapa ?" tanya Axel.


Setelah Athena masuk ke kamar.


"Mau menembus pintu" ucap gadis itu.


Axel tertawa.


"Sakit ya ? liat sini, aduh kasian" ucap Axel sambil menyibak anak rambut Athena.


Laki-laki itu mencium kening Athena, lembut, hangat dan lamaaaa.. banget. Athena hingga memejamkan mata, entah karena menikmati, entah ngantuk karena kelamaan. Hihihi..


Tapi nggak lama-lama amat, buktinya saat Axel melepas ciumannya. Athena bangun lagi, matanya langsung menatap laki-laki itu. Axel mengangkat dagu Athena, lalu mendekatkan bibirnya ke bibir gadis itu tapi sayang tak terasa apa-apa karena Axel telah berubah menjadi bayangan lagi.. uh... ada yang kesel tuh..


Athena tertawa, Axel juga. Setelah itu mereka terpaksa melakukan sesuatu yang nggak menuntut kontak fisik. Tau kan kontak fisik seperti pegangan, pelukan, ciuman uhmm jadi ngeres deh.. hehehe...


"Axel, apa benar mitos tentang tembok itu ? pasangan yang bisa menaiki tembok dan membaca nama yang terukir diatasnya akan langgeng alias jadi cinta sejati ?" tanya Athena.


"Setauku itu hanya mitos yang dibikin dari omongan anak-anak yang mengenal Raihan dan Raihanna. Mereka tau kalau awal mereka bertemu adalah ditembok itu. Karena cinta mereka yang berakhir tragis jadi dinding tembok itu semacam momen untuk mengenang mereka" jelas Axel.


"Aku liat kak Raihanna duduk ditembok itu, apa dia sering melakukannya ? " tanya Athena yang dibalas anggukan oleh Axel.


"Ayo kita baca lagi diary nya aku ingin tau kebenaran apa yang belum terungkap" ucap Athena.


"Baiklah, ayo kita baca" ajak Axel.


Athena kembali mengambil buku diary Raihanna dan mulai melanjutkan bacaannya.


Kamis, 20 November 2014

__ADS_1


Hari itu, ada rapat guru, para siswa diperbolehkan pulang lebih cepat. Aku mengajaknya berjalan-jalan ke taman hiburan. Kami bermain bersama seharian, setelah bermain aku merasakan haus. Raihan menawariku membeli minuman, aku mengangguk.


Raihan pergi membelikan minuman untukku, namun dia cuma membeli satu, Raihan bilang kalau dia tidak haus.


Karena haus, akupun meminumnya hingga habis.


Dia tersenyum, kamipun melanjutkan bermain, kami mencoba hampir semua wahana, hingga suatu saat kamu ingin aku menunggumu, dan kamu pergi.


Aku penasaran, akupun mengikutimu, aku berpikir mungkin kamu ingin memberiku kejutan, tapi apa yang kulihat ? aku benar-benar terkejut, ternyata kamu mencari kran air dan minum disitu.


Raihan maafkan aku yang tidak peka, aku tidak tau kalau kamu tidak punya cukup uang untuk membeli minuman hingga kamu harus menahan haus, dan meminum air kran.


Maaf Raihan, jika aku tau, aku nggak akan menghabiskan minuman itu sendirian atau mungkin aku akan memilih menahan haus bersamamu.


"Kasihan sekali, apa Raihan berasal dari keluarga kurang mampu ?" tanya Athena.


"Ya, setahuku dia bisa bersekolah disana karena mendapat beasiswa, aku rasa Raihan memang berasal dari keluarga kurang mampu. Berarti dia anak yang cerdas" cerita Axel.


Athena mengangguk mengerti.


"Raihan, demi gadis yang dicintainya rela menahan haus, dan meminum air kran. Aku salut pada kisah cinta mereka" ucap Athena.


Axel tersenyum.


Aku juga salut padamu, kamu bisa mencapai peringkat yang rasanya mustahil untuk dicapai, tapi semua bisa kamu raih berkat kekuatan cintamu pada Evan, batin Axel.


"Axel oppa, kita lanjutkan bacanya ?" ucap Athena sambil tertawa.


"Apa itu oppa ?" tanya Axel.


Athena menggeleng.


"Apa itu artinya ?" Axel ingin meraih tangan gadis itu namun tak bisa.


"Huu.. dasar hantu ketinggalan jaman" ucap Athena.


"Apa artinya ? Ayo katakan atau aku akan mengeluarkan kekuatanku untuk menggelitikmu" ucap Axel mengancam.


Athena kembali menggelengkan kepalanya. Dalam hati, Axel berjanji begitu langit antara gelap dan terang, laki-laki itu akan menanyakan kembali arti ucapan Athena.


"Ayo kita mulai baca lagi" ajak Athena.


"Nggak mau" ucap Axel sambil berdiri disamping jendela.


"Ayo lah, Axel oppa" ucap Athena manja.


"Haaa... itu lagi, katakan artinya please" ucap Axel memohon.


Athena tertawa, selagi Axel masih berbentuk bayangan, Athena bisa berbuat sesukanya untuk mengerjai laki-laki itu hingga membuatnya lebih penasaran.


"Axel oppa... Axel oppa" ucap Athena berulang-ulang membuat Axel semakin kesal karena penasaran.


Terdengar ketukan pintu, Athena terdiam sesaat lalu mempersilahkan masuk. Ternyata mama Athena yang baru pulang dari arisan.


"Kamu bicara sama siapa sayang ?" tanya mama Athena.


"Oh.. itu sama Axel" ucap Athena membuat Axel terkejut.


Jujur amat, kok mamanya Athena nggak heran, apa dia cerita tentang aku sama mamanya ? apa dia cerita kalau dia berteman dengan hantu dikamar ini ? batin Axel.


Athena melirik dan tersenyum melihat wajah Axel yang kebingungan.


"Kamu ini kok suka bicara sama benda mati sih ?" tanya mama Athena.


Athena tertawa.


"Ya ma, kalau hidup galak, suka ngancam-ngancam" ucap Athena sambil tertawa melihat ekspresi heran Axel.


"Mama bawain makanan buat kamu ayo, makan malam dulu" ucap mama Athena.


"Ya maaa" ucap Athena sambil menaruh kembali diary di meja belajar.


"Kadang mama merasa kalau kamar mu ini ada hantunya" ucap mama Athena.


"Ah ya kali ma, hantu usil" ucap Athena seenaknya.


"Haaa, beneran ? kalau gitu kita cari orang yang ahli untuk mengusir hantu" ucap mama Athena serius.


Axel terbelalak, Athena terperangah.


"Nggak ma nggak usah, nggak ada hantu kok, Athena cuma bercanda. Kayak film The Conjuring aja pake panggil-panggil ahli pengusir hantu segala" ucap Athena sambil membelalakkan matanya pada Axel.


Axel tersenyum.


"Ma, ayo kita makan" ajak Athena segera.


Mama Athena setuju dan segera keluar dari kamar itu. Axel mengurut dada. Athena tersenyum lalu ikut keluar mengikuti mamanya.


Dimeja makan papa telah siap menunggu, mama Athena hanya duduk menemani kedua orang yang disayanginya makan malam.


"Kok acaranya sampai malam sih ma ?" tanya Athena.


"Kok baru sekarang kamu nanya, biasanya juga cuek aja" ucap mama Athena.


"Iya ya... biasanya cuek aja" lanjut Athena.

__ADS_1


"Kamu itu emang nggak perhatian sama mama, mama itu kalau keluar pasti sekalian melakukan banyak kegiatan" ucap mama Athena.


"Biar hemat ongkos ya ma ?" ledek Athena.


"Huu.. kalau itu sih bukan hemat ongkos, mama kan bawa mobil sendiri. Kalau hemat bedak lah ya.. pake sekali buat bermacam acara" ucap mama Athena lalu tertawa.


"Nah sorenya mama main tenis dulu, baru pulang, nyampe rumah udah malam" cerita mama Athena.


"Oh... kirai dari tadi cuma pergi arisan doang" ucap Athena.


"Udah rutin gini kamu masih belum tau, uh punya anak cuma satu-satunya nggak pengertian pula" keluh mama Athena.


Gadis itu cuma tertawa.


"Ma, Athena bersyukur dikasi nama Athena, itu karena mama lagi merayakan ulang tahun pernikahan di Athena kan ?" tanya Athena.


"Ya, emang nya kenapa bersyukur dikasi nama Athena" tanya mama Athena.


"Ya bersyukur, karena beruntung saat itu tempat pilihan mama merayakannya di Athena kalau di Singapura gimana ? masa manggil anaknya singa, singa, sini makan dulu singa" ucap Athena membuat kedua orang tuanya tertawa.


Axel juga ikut tertawa mendengar cerita Athena.


"Yang lebih parah lagi kalau di Thailand ntar panggil anaknya tai, tai, sini tai" cerita Athena.


"Kamu ini lagi makan malah ngomongin tai, nggak sopan" protes mama Athena.


"Loh itu kan nama panggilan tai, tai sayang, sini tai sayang" lanjut Athena.


"Issh kamu ini malah makin jadi" ucap mama Athena sambil cubit pinggang anaknya lalu tertawa bersama.


Axel menatap Athena sambil tersenyum, tak puas-puasnya laki-laki itu memandang senyum dan tawa Athena. Wajah ceria gadis itu membawa kedamaian di hati orang-orang disekitarnya.


Tai sayang ? hihihi... Athena sayang, itu lebih pas, Athena sayang, Athena sayang, batin Axel mengulang-ulang kata-kata yang paling disukainya.


Axel merasa keluarga itu beruntung memiliki putri seperti Athena, dan Athena beruntung memiliki ayah dan ibu seperti mama dan papa Athena. Axel tertunduk.


Bagaimana dengan keluargaku ? apakah mereka beruntung memiliki anak sepertiku ? apakah mereka merindukanku ? batin Axel menangis.


Athena memandang heran melihat wajah Axel yang murung. Segera gadis itu menyelesaikan makannya.


"Mama, papa Athena udah selesai, Athena keatas dulu ya" ucap Athena.


Kedua orang tuanya mengangguk, segera gadis itu berlari ke kamarnya. Menunggu Axel yang berjalan menembus pintu.


"Kamu kenapa ? kamu mikirin apa ?" tanya Athena.


Axel masih menunduk, Athena bingung dia ingin mengangkat wajah itu tapi keadaan Axel yang berupa bayangan yang tak bisa disentuh. Athena bingung dan resah.


"Kamu kenapa ? apa aku berbuat salah ?" tanya Athena lagi.


Axel mengangkat wajahnya, terlihat sebulir air menetes di sudut matanya.


Hantu menangis, kenapa terlihat begitu sedih, say something please, jangan diam aja, aku nggak bisa meluk kamu, aku juga nggak bisa menghapus air matamu, Axel jangan nangis lagi, Axel, Axel sayang jangan menangis lagi, batin Athena.


Gadis itu bingung, hingga tak sadar ikut menangis. Athena hanya diam menatap Axel, air matanya mengalir hingga melewati bibirnya. Axel tercengang melihat Athena yang menangis.


"Jangan nangis, aku tidak apa-apa" ucap Axel menghapus air matanya sendiri.


Axel ingin menghapus air mata Athena namun tak bisa. Akhirnya Athena menghapus sendiri air matanya.


"Aku ingat keluargaku"


"Kamu ingat keluargamu ?" tanya Athena.


"Maksudku, aku merindukan keluargaku, tapi aku tetap tidak ingat mereka" ucap Axel.


"Oh, aku pikir kamu sudah ingat keluargamu, apa aku lanjutkan saja penyelidikan tentang keluargamu ?" tanya Athena.


"Nggak usah, hanya merepotkanmu saja" ucap Axel.


"Tidak, aku tidak merasa repot. Tapi setelah masalah kak Raihanna selesai ya aku bantu kamu cari keluargamu ?" usul Athena.


Axel mengangguk, Athena tersenyum. Athena menyiapkan buku-buku pelajarannya dan bersiap-siap untuk tidur.


"Makasih Athena sayang" ucap Axel pelan.


"Apa ? kamu bilang apa ?" tanya Athena sambil mengunci tas ranselnya.


Lalu melangkah ke ranjang.


"Nggak, aku nggak bilang apa-apa" ucap Axel tersenyum.


Athena merebahkan tubuhnya, meregangkan badan sebentar lalu tersenyum pada Axel. Gadis itu menepuk bantal disampingnya. Axel menunjuk dirinya lalu menunjuk ranjang.


"Jangan sok nggak mau, biasanya juga tidur disitu. Nanti aku berubah pikiran nih" ancam Athena.


Axel langsung melompat dan rebahan disitu. Disamping Athena.


"Jadi apa arti yang kamu bilang tadi ?" tanya Axel.


Athena langsung memejamkan mata bahkan mengeluarkan suara ngorok.


Huu.. awas ya, liat aja besok, aku paksa sampai ngaku, batin Axel.


Athena yang tadinya pura-pura tidur, terlihat tidur beneran. Axel mendekatkan wajahnya seakan-akan mencium pipi Athena.

__ADS_1


Selamat tidur Athena sayang.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2