
Ny. Anna yang merasa aneh melihat tingkah putrinya yang berani-beraninya mengajak pacar masuk ke kamar tanpa seizinnya. Namun, rasa penasaran merasuki pikiran Ny. Anna. Mulailah nyonya itu melangkah perlahan menaiki tangga. Merasa lega saat melihat pintu kamar Athena yang tetap terbuka.
Nyonya yang masih cantik itu hanya tinggal satu langkah lagi hingga ke depan pintu kamar anaknya. Memutuskan untuk kembali turun ke lantai bawah. Baru saja berbalik untuk turun perlahan-lahan. Tiba-tiba Ny. Anna mendengar suara desah dan lenguhan yang menggebu-gebu. Telinganya mengencang, matanya terbelalak.
"Aaaah, aaah enaknya."
Terdengar suara Athena dari balik dinding kamar. Ucapan Athena membuat imajinasi Ny. Anna yang telah dipenuhi prasangka menjadi melayang jauh. Ny. Anna bahkan mendengar helaan nafas, desah dan lenguhan panjangnya hingga beberapa kali.
"Sungguh enak? Kalau lebih keras lagi gimana? Apa kamu kuat menahannya?" tanya Axel.
"Coba aja," jawab Athena.
"Seperti ini?" tanya Axel.
"Ya enak, lebih terasa," ucap Athena.
"Oh ya? Kalau begitu lebih kencang lagi ya?" tanya Axel.
"Aaau sakit, pelankan lagi," jerit Athena.
__ADS_1
"Baiklah, baru segitu saja udah sakit. Gimana kalau aku keluarkan seluruh kekuatanku," ucap Axel.
"Kakak sakit, tega amat Kakak ini," ucap Athena manja.
Mendengar itu Ny. Anna langsung berbalik arah memutuskan untuk memergoki putrinya dan Axel yang sedang berbuat. Begitu sampai di depan pintu sontak ibu itu memejamkan matanya. Tak tega membuat putrinya malu. Memberi kesempatan bagi keduanya untuk bersiap-siap berhadapan dengannya.
"Mama ngapain di situ?" tanya Athena terdengar santai.
Mendengar itu reflek Ny. Anna membuka mata. Terlihat Athena yang tengkurap di sofa dan Axel yang duduk di ujung sofa. Kedua kaki Athena ditaruh di pangkuan Axel. Tangan laki-laki itu seperti memijat betis Athena
Axel tersenyum melihat ekspresi calon ibu mertuanya itu. Melihat Mama Athena kesulitan menjawab. Axel langsung buka suara.
"Maafkan Axel ya Ma, tadi udah pamit pulang. Malah balik lagi," ucap laki-laki itu memecah rasa canggung Anna atas pikirannya yang melenceng tadi.
"Ya Kakak pijitnya terlalu kencang," ucap Athena lalu duduk di sofa.
"Kenapa kakimu?" tanya Anna.
"Lift di kampus mati, tadi terpaksa naik turun tangga. Jadi rasanya pegel betul," jawab Athena lalu melangkah menghampiri ibunya.
__ADS_1
"Jadi kamu nahan Axel pulang buat pijitin kamu?" tanya Anna.
"Ya nggak juga. Ih, Mama takut amat Kak Axel disuruh-suruh," ucap Athena sambil mengapit lengan ibunya.
"Kamu ini sembarangan suruh-suruh anak orang. Bukan begitu caranya, dia belum makan kok udah di suruh-suruh. Kasih makan dulu, baru setelah itu terserah kamu mau suruh dia apa," ucap Anna. Athena dan Axel sontak tertawa.
"Yah Mama ... aku pikir Mama mau belain aku," ucap Axel.
"Ih buat apa? Nggak ada untung belain kamu. Anak Mama bukan, menantu juga bukan. Ngapain belain kamu," ucap Anna.
"Ih Mama kejam, " ucap Axel sambil tertawa.
"Nanti kalau udah jadi menantu Mama, baru Mama belain kamu. Sekarang belum terjadi, ini juga ggak tahu kapan terjadi," ungkap Anna.
"Sebentar lagi kok Ma, Athena resmi jadi istri Axel," jawab Axel.
"Oooh yakin sekali, selesaikan dulu kuliahmu. Mama siap terima kamu kapan pun kamu minta Athena tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Siapkan hati, jiwa kalian untuk menghadapi halangan apa pun di masa depan. Persiapkan dari sekarang. Perkuat cinta kalian agar tidak goyah menghadapi apa pun. Masih ada waktu, masih ada kesempatan menguatkan cinta kalian. Karena itu seperti apa pun kamu, seperti apa pun Athena, kalian bisa tetap saling menerima," jelas Anna.
Axel dan Athena mengangguk. Axel merasa sudah sangat siap menerima Athena. Begitu juga dengan Athena. Axel telah melakukan segalanya untuk mempersiapkan diri demi mengukuhkan Athena sebagai istrinya.
__ADS_1
Bahkan hal yang tak mungkin bisa dilakukan mahasiswa lain, semua dilakukannya. Semua demi Athena. Demi bisa memeluk gadis tercintanya itu setiap saat, setiap waktu bahkan setiap detik tanpa ada yang berhak melarang.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...