
Ny. Olivia mempersilahkan Athena menunggu Axel di kamarnya. Gadis itu memandang kagum kamar yang di design modern dan keren itu. Terdapat balkon yang luas dengan kursi malas yang tersedia di sana. Dari atas bisa memandang kolam renang milik keluarga Cullen.
Tiba-tiba seseorang datang dan menyapa Athena. Gadis itu terpana, laki-laki tampan yang mengenakan kemeja berwarna gelap dengan lengan panjang yang digulung hingga ke siku itu sangat mirip dengan Axel yang di kenalnya.
Tanpa terasa kaki Athena melangkah mundur. Athena tersandung sandaran kursi dan terjatuh di kursi malas itu. Laki-laki itu berusaha meraih Athena namun tak sanggup menahan tubuh Athena hingga mereka terjatuh di kursi dan laki-laki mirip Axel itu pun jatuh menimpa Athena.
"Kak Axel? Ini benar-benar kak Axel?" tanya Athena.
Laki-laki itu mengangguk, masih dalam posisi di atas tubuh Athena. Athena terpana, laki-laki mirip Axel itu tersenyum melihat gadis yang seperti terpesona melihatnya.
"Cantik sekali, aku tidak pernah melihatmu di kampus?" tanya Axel Cullen.
"Aku masih sekolah kak" ucap Athena.
"Pantas, gadis secantik kamu nggak mungkin aku lupa" sahut Axel Cullen.
Athena ingat untuk mendorong pelan tubuh Axel Cullen. Gadis itu merasa tidak nyaman dengan posisi itu ditambah lagi Athena takut Axel-nya merasa sakit hati. Laki-laki itu pun berdiri dan mengulurkan tangan untuk menarik tangan Athena. Gadis itu menyambut uluran tangannya, Axel Cullen menarik Athena hingga berdiri di hadapannya.
"Makasih kak" ucap Athena.
"Ada apa mencariku?" ucap Axel Cullen langsung.
"Cuma ingin kenal sama senior yang legendaris" ucap Athena asal-asalan.
"Senior? Kamu sekolah di mana?" tanya Axel.
Athena menyebutkan nama sekolahnya, Axel Cullen agak terkejut. Tapi kemudian berusaha bersikap biasa.
"Kenapa ingin kenal denganku?" tanya Axel Cullen.
"Karena terkenal cerdas dan banyak memenangkan perlombaan, trophy perlombaan yang kakak menangkan masih berjejer di etalase sekolah" jelas Athena.
"Itu cuma cerita masa lalu" ucap Axel kurang bersemangat.
"Aku dengar kakak mengalami kecelakaan di rooftop sekolah, apa yang terjadi?" tanya Athena.
"Aku tidak suka membicarakan hal itu, kalau kamu masih ingin bertanya tentang masa lalu aku tidak akan meladeni pertanyaanmu. Perlu kamu ketahui aku mengalami amnesia sejak jatuh dari rooftop dan aku tidak ingat apa pun sejak saat itu. Kalau kamu masih bertanya tentang masa lalu sebaiknya kamu pergi dari sini" ucap Axel terlihat kesal.
"Baik kak, maaf aku sudah membuat kakak merasa tidak nyaman dengan pertanyaanku. Kalau begitu aku permisi dulu. Sekali lagi saya minta maaf" ucap Athena melangkah ke pintu kamar.
Tiba-tiba Axel menahan tangan Athena, gadis itu terkejut.
"Apa kamu kesini hanya untuk bertanya tentang masa lalu?" tanya Axel.
"Nggak, sebenarnya tidak harus tentang masa lalu. Aku ingin kenal kakak lebih dekat, ingin tahu kakak lebih banyak tapi jika kakak tidak suka maka aku akan pergi" ucap Athena sambil melihat tangannya yang masih di genggam Axel.
"Kalau begitu tetaplah di sini, aku cuma tidak suka membicarakan masa lalu yang sudah tidak kuingat lagi" ucap Axel sambil menarik Athena ke pelukannya.
Athena membelalakkan mata, Axel mendekat dan menempelkan bibir.
Gadis secantik kamu, sayang sekali kalau tidak di cicipi, batin Axel.
Athena mendorong tubuh Axel yang memeluknya erat.
Axel yang ini pasti playboy, dengan tampang dan kekayaan seperti ini, pasti banyak gadis-gadis bertekuk lutut padanya. Pertama kali bertemu langsung seperti ini, apa aku sanggup menahannya? Aku tidak ingin mengkhianati Axel-ku. Axel ini begitu nyata tapi menakutkan, batin Athena.
"Aku suka padamu, kamu cantik dan terus terang. Apa kamu sudah punya pacar?" tanya Axel.
"Punya" jawab Athena.
"Kamu sangat menyukainya?" tanya Axel lagi.
"Tentu" jawab Athena.
"Apa dia lebih baik dariku?" tanya Axel lagi.
"Ya, dia lebih segala-galanya dari siapa pun" jelas Athena.
"Itu karena kamu tidak mengenalku karena itu tetaplah di sini. Aku akan menjadi laki-laki yang lebih baik dari pacarmu itu" ucap Axel.
Laki-laki itu tertantang untuk mendekati Athena. Paling tidak suka ada orang yang memuji laki-laki lain di hadapannya apalagi seorang gadis cantik seperti Athena. Axel langsung ingin menaklukkan hati gadis itu. Berusaha membuat gadis itu mengubah pikirannya bahwa laki-laki yang terbaik adalah dirinya.
"Aku ingin kamu meninggalkannya dan jadilah pacarku" bisik Axel.
"Kenapa? Kita baru pertama kali bertemu, kenapa kakak ingin menjadi pacarku?" tanya Athena.
"Karena kamu sangat cantik dan aku tidak suka dikalahkan oleh laki-laki mana pun. Aku pasti bisa mendapatkanmu karena aku sangat tidak suka ditolak" ucap Axel begitu dekat dengan wajah Athena.
"Setiap bertemu gadis cantik kak Axel akan memintanya menjadi pacar? Sudah berapa banyak pacar kak Axel?" tanya Athena heran.
"Tentu saja tidak, aku bahkan belum punya pacar hingga saat ini" ucap Axel sambil tertawa.
"Aku tidak percaya" ucap Athena.
"Yang menyukaiku memang banyak tapi yang aku minta menjadi pacarku cuma kamu" ucap Axel.
__ADS_1
"Kenapa? Kita baru baru bertemu kenapa langsung memutuskan untuk memintaku menjadi pacarmu?" tanya Athena.
"Karena aku ingin merebutmu dari pacarmu" ucap Axel sambil mendekati Athena untuk kembali menciumnya.
Gadis itu mundur, ada rasa takut di dalam hatinya. Meski dulu pernah menghadapi laki-laki yang begitu bernafsu menaklukkannya tapi entah kenapa menghadapi Axel Cullen ini Athena merasa gentar.
Laki-laki itu sangat mirip dengan Axel hantu yang dicintainya membuat Athena takut terbawa suasana merasa kalau laki-laki yang di hadapinya itu adalah orang yang dicintainya.
"Aku pulang dulu kak" ucap Athena tiba-tiba untuk menghindar dari Axel Cullen.
Laki-laki yang baru akan mencium Athena itu terlihat kecewa. Meraih tangan gadis itu untuk menghentikannya. Jantung Athena berdebar, laki-laki kembali berdiri di hadapannya.
"Siapa namamu? Kamu sudah berhasil mendapatkan perhatianku. Aku akan berusaha untuk mendapatkan cintamu. Mulai detik ini kamu adalah milikku" bisik Axel.
Laki-laki itu menarik tangan Athena dan membawanya ke luar kamar.
"Aku akan mengantarmu pulang" ucap laki-laki itu menarik tangan Athena.
"Tidak perlu, aku pulang sendiri saja" ucap Athena kesulitan mengikutiku langkah kaki Axel yang cepat.
"Mana mungkin aku membiarkan pacarku pulang sendiri" ucapnya lagi.
Siapa yang mau jadi pacarmu, batin Athena.
"Athena, sudah mau pulang?" sapa Olivia.
"Athena? Hmm.. nama yang bagus" ucap Axel.
"Aku akan mengantarkannya pulang Mommy" ucap Axel.
"Oh ya, hati-hati di jalan ya jangan ngebut. Sering-sering datang ke sini ya sayang" ucap Olivia berjalan dengan anggunnya menghampiri dan membelai dagu Athena.
"Bahkan Mommy pun menyukaimu" ucap Axel.
Ny. Olivia tidak hanya sekedar menghampiri Athena tapi juga memeluk dan mencium kedua pipi Athena.
"Wah, seperti calon menantu saja? Di sayang seperti itu?" ucap Axel.
"Mommy suka padanya, kalau kamu suka gadis lain terserah tapi yang mama restui cuma Athena" ucap Olivia.
Axel memeluk ibunya dari belakang dengan manja, memandang ke arah Athena sambil tersenyum.
"Kalau begitu kita sama, aku juga menyukainya. Pilihan Mommy memang tidak salah" ucap Axel yang langsung mencium pipi ibunya.
Athena terkejut, keluarga ini gerak cepat untuk menguasainya. Baik anak maupun ibunya begitu cepat mengklaim Athena sebagai keluarga.
"Biasanya kalau ada gadis-gadis yang datang ke rumah Mommy tidak pernah mau peduli. Tapi terhadapmu Mommy begitu berbeda, sepertinya Mommy lebih dulu jatuh hati padamu" ucap Axel sambil tertawa.
Membukakan pintu mobil untuk gadis itu, Athena menatap heran laki-laki yang bersemangat mengantarnya pulang itu. Athena masuk ke dalam mobil, Axel menoleh sambil tersenyum pada Athena lalu berinisiatif memasangkan seat belt Athena.
"Tidak usah biar aku sendiri saja" ucap Athena segera memasang sabuk pengamannya.
"Di mana rumahmu?" tanya Axel.
"Tidak usah sampai ke rumah cukup di depan komplek saja ya?" tanya Athena.
"Tapi Mommy minta di sampaikan salamnya untuk orang tuamu" jelas Axel.
"Ya, tapi aku belum siap mengenalkanmu pada keluargaku" ucap Athena.
"Apa orang tuamu menolak pacarmu? tanya Axel.
"Ya, mereka tidak suka kalau aku pacaran" ucap Athena tiba-tiba mendapat ide.
"Mereka menentang pacarmu tapi belum tentu denganku. Aku akan mendapatkan restu dari mereka. Sama seperti Mommy yang tidak suka dengan gadis-gadis lain tapi langsung menyukaimu" ucap Axel.
"Tapi kenapa begitu cepat? Kak Axel juga tidak begitu mengenalku" sahut Athena.
"Itulah gunanya kita pacaran agar kita bisa saling mengenal" jelas Axel sambil menoleh dan tersenyum.
"Tapi, ah aku belum mau pulang. Kakak turunin aku di halte saja" ucap Athena masih berusaha agar bisa turun di jalan.
Jika Ny. Olivia tidak mengantarnya hingga ke mobil, gadis itu pasti sudah lari ke jalanan komplek untuk menghindar diantar oleh Axel.
Athena menoleh ke arah laki-laki yang sedang mengemudi mobil itu. Athena kagum melihat kemiripannya dengan Axel si hantu.
Apa mereka punya hubungan? Kenapa begitu mirip? Atau kembar? Oh ya ampun kenapa tidak terpikirkan? Harusnya aku bertanya pada Tante Olivia tentang itu, batin Athena.
Axel Cullen yang sedang mengemudi menoleh dan tersenyum. Axel mendapati Athena sedang menatapnya.
"Ada apa sayang? Kenapa serius begitu menatapku?" tanya Axel.
"Nggak, nggak apa-apa" ucap Athena langsung menatap ke depan.
Axel Cullen mengantar Athena hingga ke rumah bahkan menemui Mama Athena. Saat menyebutkan namanya Mama Athena sangat terkejut dan langsung menarik putrinya masuk ke dalam rumah meninggalkan Axel di teras.
__ADS_1
"Benarkan yang mama bilang, Axel itu nama seorang cowok malah kamu bilang nama guling. Anak mama ini naksir berat sama dia ya? Sampai-sampai memberi nama guling dengan namanya. Tapi nggak apa-apa sayang, dia ganteng banget bahkan lebih ganteng dari Evan" ucap Mama Athena.
"Ih, mama ini, udah ah mau naik aja" ucap Athena meninggalkan mamanya seorang diri.
"Loh, itu orangnya masih di luar. Kamu kok nggak sopan gitu sih ninggalin tamu sendirian di luar" teriak Mama Athena.
"Siapa yang narik Athena ke dalam? Siapa yang suruh ninggalin tamu di luar?" ucap Athena sambil terus melangkah ke lantai atas.
Mama Athena terperangah dan langsung membuka pintu utama rumah. Axel yang sudah membalik badan untuk meninggalkan tempat itu kaget karena di panggil Mama Athena.
"Maaf ya jadi lupa ada tamu, mari masuk dulu" ucap Mama Athena mempersilahkan masuk.
Axel tersenyum dan masuk ke dalam rumah Athena. Laki-laki itu memandang mengitari seluruh ruangan dan tersenyum.
"Maaf ya, Tante panggil Athena dulu, ayo silahkan duduk" ucap Mama Athena.
"Nggak usah Tante, saya permisi pulang saja. Saya ke sini cuma untuk mengantar Athena pulang" ucap Axel.
"Loh kok gitu, maaf ya jangan tersinggung. Tadi itu Tante kaget dengar nama Axel di sebut. Sejak dulu Athena itu memberi nama gulingnya dengan nama Axel. Rupanya ini orangnya" ucap Mama Athena.
"Benarkah Tante?" tanya Axel penasaran.
"Ya, Tante itu heran, kadang-kadang dengar dia itu bicara sendiri. Waktu ditanya dia bilang ngomong sama guling. Nama guling itu Axel, Tante curiga kalau Athena itu naksir sama cowok yang namanya Axel. Sekarang baru bisa ketemu orangnya, Tante jadi kaget" jelas Mama Athena.
Axel mengangguk sambil tersenyum lalu memandang ke dalam rumah.
"Axel mau menemui Athena di kamar? Tante tunjukin kamarnya?" tanya Mama Athena.
"Boleh Tante?" tanya Axel.
"Boleh tapi jangan tutup pintunya ya" ucap Mama Athena
Axel tersenyum.
Axel di antar Mama Athena dan menunjuk kamar gadis itu. Axel mengetuk pintu dan masuk ke dalam saat terdengar suara Athena mempersilahkan masuk.
Axel masuk dan langsung melihat Athena yang tengkurap di atas ranjangnya sambil memainkan ponsel.
"Udah pulang ya Ma..." ucap Athena sambil membalik badan.
"Belum"
Athena terbelalak saat tiba-tiba melihat Axel begitu dekat dengannya dan langsung membenamkan bibirnya ke bibir gadis itu. Axel bahkan menimpa tubuh Athena sehingga membuat gadis itu terkungkung.
Athena berusaha mendorong tubuh Axel namun laki-laki itu memeluknya erat. Tak lama kemudian di kamar itu terasa hawa yang panas. Athena teringat pada Axel hantunya yang pasti merasa marah melihat tingkah laki-laki itu.
Segera Athena mendorong wajah Axel yang sejak tadi mencium bibirnya.
"Kak, apa-apaan ini. Main cium seenaknya saja?" teriak Athena.
"Aku tahu sebenarnya kamu suka padaku. Kamu bahkan memberi nama gulingmu seperti namaku" ucap Axel percaya diri.
"Ya tapi jangan seperti ini, mana boleh bertingkah seperti ini di kamar" ucap Athena.
"Kenapa tidak boleh? Mama kamu mengijikan aku masuk ke sini artinya kita boleh bermesraan di sini" ucap Axel.
"Apa? bukan begitu maksudnya. Kak Axel boleh ngobrol di kamar ini bukannya bermesraan" ucap Athena.
"Aku sering membawa gadis-gadis ke kamarku dan bermesraan di sana. Tidak masalah" ucap Axel sambil duduk di ranjang.
"Bermesraan di kamar kak Axel? Sering?" tanya Athena yang dibalas dengan anggukan oleh laki-laki itu.
Cowok seperti ini mau jadi pacarku, nggak ah playboy kelas berat pasti mereka sudah berbuat sangat jauh di kamar itu, hiii.. nggak mau ah, nggak mau kenal dia lebih dekat lagi, batin Athena.
"Tapi aku rela melepas semua gadis-gadis itu untuk mendapatkan kamu. Aku nggak akan berhubungan dengan mereka lagi demi kamu" ucap Axel.
"Kenapa? Aku tidak pantas ditukar dengan semua gadis-gadis itu" tanya Athena.
"Tentu pantas, gadis baik-baik itu nilainya tinggi" ucap Axel.
Athena reflek mengambil guling kesayangannya, Axel tersenyum.
"Dari pada memeluk Axel palsu itu lebih baik memeluk yang asli" ucap Axel tertawa.
Athena menatap guling yang di peluknya.
Yang asli hanya bisa di peluk di saat-saat tertentu, jawab Athena dalam hati.
Sementara itu Axel memandang ke seluruh ruangan dan juga ranjang Athena.
"Aku ingin serius menjalin hubungan denganmu, aku janji akan setia padamu. Kamu adalah gadis yang aku cari-cari. Kamu adalah gadis dalam mimpiku, aku menatapmu setiap saat bahkan bermesraan denganmu, memelukmu, menciummu di kamar ini bahkan tidur bersama di ranjang ini" cerita Axel.
Athena terperangah mendengar cerita Axel, apa yang dilakukannya bersama Axel hantu seperti terjadi di dalam mimpinya.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1