
Axel terbelalak, saat tiba-tiba Athena meminta izin menikah dengan begitu santainya. Mereka saat itu masih dalam suasana makan malam. Tn. Dani dan Ny. Anna terperangah mendengar ucapan putrinya itu.
Axel langsung ketakutan. Dia sendiri sudah susah payah mempersiapkan mentalnya untuk bicara serius dengan kedua orang tua Athena. Merasa apa yang dilakukan Athena tidak sopan dan sangat khawatir akan membuat murka kedua orang tua itu.
Hal yang ditakutkannya pun terjadi. Kedua orang tua Athena itu menolak permohonan mereka. Bukan juga karena ucapan Athena yang terburu-buru tetapi karena Axel yang tiba-tiba plin plan dan tak bisa berkata-kata.
"Masa mau minta restu caranya seperti itu," ucap Anna.
"Ya, kalau begini caranya, siapa yang mau merestui? Terlalu lamban, lancang dan tidak menghargai," ucap Dani.
Mendengar ucapan Tn. Dani, Axel terpaku, terdiam. Dunianya benar-benar terasa runtuh. Axel tak tahu lagi apa yang harus diucapkannya untuk memperbaiki keadaan.
Axel menatap gadis di sampingnya itu dengan mata yang berkaca-kaca. Segala usahanya menamatkan kuliahnya dengan cepat menjadi sia-sia. Harapannya untuk dapat segera menikahi Athena pupus sudah. Entah bagaimana caranya untuk bisa memperbaiki keadaan dan memulihkan kepercayaan orang tua Athena padanya.
"Oh ya ampun Pa, lihat wajahnya jadi muram begitu," ucap Anna sambil tertawa.
__ADS_1
"Biarkan saja, kita yang nunggu pernyataannya dari tadi udah geregetan. Nggak ngomong-ngomong juga. Makanya dibilang terlalu lamban, lancang dan tidak menghargai," ucap Dani juga sambil tertawa.
"Maksud Papa lancang, terlalu lamban, dan tidak menghargai itu apa?" tanya Athena.
"Lancang meminta izin menikah dengan cara seperti itu. Terlalu lamban karena kami sudah menunggu dari tadi dan tak menghargai karena justru kamu yang menyatakannya pada kami," ungkap Dani.
"Itu karena ...."
"Maaf Pa, maaf Ma, ini memang salah saya. Sebenarnya sejak dari tadi saya ingin mengucapkannya. Ingin meminta restu dari Mama dan Papa untuk menikahi Athena tapi ... tiba-tiba keberanian saya hilang. Kata-kata yang sudah saya siapkan dari tadi tiba-tiba hilang. Saya pikir, saya terkena amnesia tapi seluruh materi presentasi skripsi saya hingga kini masih ingat. Rasanya lebih sulit bicara di hadapan Mama dan Papa ketimbang di depan dosen penguji," jelas Axel dengan suara yang makin lama makin mengecil.
Tn. Dani tertawa begitu juga Ny. Anna. Axel seperti terbebani. Lebih takut gagal melamar Athena dibanding gagal sidang skripsi. Padahal laki-laki itu telah merasa cukup persiapan untuk melamar Athena.
Nyonya baik hati itu merasa kasihan melihat Axel menjelaskan alasannya dengan mata yang berkaca-kaca. Terlihat sekali laki-laki itu menyesali ketidakbecusannya dalam hal meminta izin sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya itu.
Axel telah lebih dulu membayangkan kegagalan dibandingkan keberhasilan. Membuat laki-laki itu tak pernah siap untuk bicara. Kini nyonya itu justru menanyakan keyakinannya mencintai Athena.
__ADS_1
"Nggak Ma, saya yakin sekali mencintai Athena. Saya rela menyerahkan hidup saya demi Athena. Saya rela lakukan apa saja demi kebahagiaan Athena. Saya tak bisa hidup tanpa Athena. Saya ingin memiliki Athena. Saya akan mencintai Athena seumur hidup saya. Saya juga akan menjaganya dengan segenap jiwa raga saya. Karena itu Ma, Pa tolong izinkan saya menikahi Athena," ungkap Axel hanya dengan sekali tarikan nafas.
"Lancar sekali, tadi tak bisa bicara. Giliran dipancing langsung bicara tak henti-henti. Kamu tak ingin dengar jawaban kami?" tanya Dani.
Membuat Athena tertunduk menahan tawa. Begitu juga dengan Ny. Anna yang tertawa setelah sesak nafas mendengar Axel yang bicara tanpa henti. Kini laki-laki itu pun baru bernafas sambil tertawa dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ya Pa, saya ingin dengar jawaban ... Papa," jawab Axel lalu tertunduk.
"Jawaban dari Papa aja? Jawaban dari Mama?" tanya Anna.
"Eh iya, jawaban dari Mama juga," jawab Axel tersenyum.
Terlihat raut wajahnya yang sedikit lega. Satu step telah terlewati. Tinggal mendengar hasilnya saja.
"Jawabannya ... nanti setelah pesan-pesan berikut ini," ucap Dani lalu berdiri meninggalkan meja makan.
__ADS_1
Axel ternganga. Setelah memberi harapan untuk segera mendapat jawaban. Tn. Dani justru meninggalkannya. Ny. Anna dan Athena menunduk menahan tawa.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...