Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 58 ~ Bertemu Axel ~


__ADS_3

Athena terkejut, tak percaya dengan ucapan Tn. Tom Cullen. Ayahnya Axel itu menjelaskan kalau Axel tidak datang bukan bermaksud memutuskan hubungan dengannya tapi karena dia telah kembali ke tubuhnya.


"Apa?" tanya Athena.


"Ya sayang, aku rasa ucapan Daddy benar. Dia tidak datang bukan bermaksud memutuskan hubungan denganmu tapi dia terpaksa kembali ke tubuhnya karena dia akan sadar. Malam itu Axel telah sadar sayang," ucap Olivia penuh semangat.


Athena seperti tak percaya, mendengar ucapan kedua orang tua itu. Namun Athena bahagia mendengar kabar baik itu.


"Kak Axel telah sadar? Dia telah kembali ke tubuhnya? Dia benar-benar masih hidup?" tanya Athena bertubi-tubi tanpa sadar juga ikut bersemangat.


"Benar sayang, kamu tahu bagaimana bahagianya kami saat melihatnya sadar. Begitu dia melihat kami dia langsung mengenali kami, dia langsung memanggil Mommy, Daddy tanpa ragu-ragu, dia langsung memeluk kami," jelas Olivia.


"Berbeda dengan saat Axel yang dulu, bangun dalam keadaan amnesia. Daddy rasa dia sengaja berpura-pura amnesia agar bisa menyamar menjadi putra kami, hingga tak masalah baginya jika tidak mengetahui masa lalunya bersama kami," jelas Tom Cullen.


"Benar sayang, kalau begitu ayo lah, temui dia. Axel kekasihmu telah hidup kembali. Ayo ikutlah bersama kami," ajak Olivia.


Athena sangat senang, senyumnya kembali merekah. Athena bersedia menemui Axel. Laki-laki itu tak lagi berada di rumah sakit daerah namun telah di pindahkan ke sebuah rumah sakit mewah di kota itu.


Athena mengikuti ajakan Keluarga Cullen. Sepulang sekolah, Athena langsung datang ke ruang rawat inap yang telah di sebutkan Ny. Olivia. Athena masuk dan mendapati Axel sedang duduk di atas ranjang rumah sakit itu.


"Nah, ini dia sudah datang," ucap Olivia langsung menyambut kedatangan Athena.


Nyonya itu langsung memeluk Athena dan segera mengajak Athena mendekati ranjang rumah sakit Axel.


"Axel, lihatlah siapa yang datang?" tanya Olivia.


"Siapa dia Mommy?" tanya Axel sambil tersenyum.


Athena terkejut, begitu juga dengan Tn. Tom Cullen dan Ny. Olivia.


"Kamu tidak mengenalnya sayang? Dia Athena?" ucap Olivia.


"Siapa Athena ini? Apa dia adik angkatku?" tanya Axel.


"Kamu benar-benar tak ingat Athena? Sedikit pun tak ingat dengannya?" tanya Tom Cullen.


"Tidak Daddy, saya yakin tidak pernah mengenalnya. Kalau boleh aku tahu kita berkenalan di mana?" tanya Axel pada Athena.


Gadis itu tertunduk, rasanya tak sanggup lagi menceritakan kisah yang tidak masuk akal itu. Athena menatap ke arah tuan dan nyonya Cullen itu. Athena merasa tatapan mereka adalah tatapan yang meragukan Athena. Seolah-olah cerita tak masuk akal Athena adalah sebuah kebohongan. Terbukti dari Axel yang ternyata tak mengenalinya.


Air mata Athena mengalir, gadis cantik itu langsung berlari meninggalkan ruangan itu. Sambil menangis terisak Athena meninggalkan rumah sakit itu.


Mommy dan Daddy pasti mengira aku berbohong. Sudahlah Athena, jangan berharap lagi. Kak Axel tidak mengenalmu, dia sedikitpun tidak ingat padamu apalagi masa-masa bersamamu. Tolong lupakan dia jangan berharap lagi padanya Athena, batin Athena pada dirinya sendiri.


Gadis itu bertekad pada dirinya sendiri tak akan berharap pada hubungannya dengan Axel lagi. Sementara itu Ny. Olivia langsung bertanya pada putranya.


"Kamu benar-benar tak mengenalinya sayang, apa kamu lupa?" tanya Olivia heran.


"Nggak Mom, aku nggak mungkin lupa jika mengenal gadis secantik itu. Apa aku mengalami amnesia? Rasanya tidak Mommy, aku masih mengingat semuanya. Masa kecilku, sekolah, tanggal lahirku, aku mengingat semuanya Mommy. Tapi aku merasa tidak mengingat gadis itu" jelas Axel.


"Ternyata ingatanmu selama menjadi hantu telah terhapus saat kamu bangun," ucap Tom Cullen.


"Ingatan hantu, apa maksud Daddy?" tanya Axel penasaran.


"Athena bercerita kalau dia dan ruh mu berpacaran. Saat kamu masih koma," jelas Tom Cullen.


"Apa? Ini gila, ini tidak masuk akal," ucap Axel sambil tertawa.


"Memang tidak masuk akal, tapi kami percaya Athena. Dia lah yang akhirnya mempertemukan kita," jelas Tom Cullen lagi.


"Mempertemukan kita? Maksud Daddy?" tanya Axel.


"Kamu menghilang Nak, kamu telah koma selama lebih dari empat tahun tanpa Mommy dan Daddy ketahui. Dan selama itu ada Axel lain yang menggantikan posisimu. Athena lah yang membongkar semua kebohongan itu. Berkat hubungan ruh mu dengannya selama kamu masih koma," jelas Olivia.


Axel tercenung, tak percaya kalau dia telah koma selama bertahun-tahun.


"Rasanya baru kemarin, aku masih sekolah di SMA itu 'kan Mommy?" tanya Axel.


"Tidak lagi Nak, mana mungkin seorang yang telah koma selama lebih dari empat tahun masih bersekolah di situ? Teman-teman sekelasmu saja sudah menjadi mahasiswa semua," jelas Tom Cullen.


"Dan selama itu ada yang menggantikan posisiku di sekolah dan di rumah?" tanya Axel lagi meyakinkan hatinya.

__ADS_1


Ny. Olivia dan Tn. Tom Cullen mengangguk serentak.


"Awalnya kami ragu dan tidak percaya, namun setelah melihat tahi lalat di dadamu barulah Mommy yakin kalau kamu adalah putra kami yang sebenarnya. Sementara yang hidup bersama kami selama ini adalah Axel palsu. Dia tidak memiliki tahi lalat yang sangat Mommy ingat kamu miliki," jelas Olivia.


Tahi lalat ini, bagaimana gadis itu bisa mengetahui tahi lalat di dadaku ini? Apa kami memang sedekat itu, hingga dia pernah melihatku tanpa mengenakan baju? tanya Axel dalam hati.


Banyak pikiran dan pertanyaan yang terlintas di hati Axel, terutama tentang Athena.


Tapi aku tidak mengenalnya lagi, untuk apa memaksakan diri mengenalnya? Daddy bilang aku berpacaran dengannya? Tapi apa yang harus aku lakukan? Aku merasa tidak mengenalnya apalagi merasakan cinta padanya, batin Axel.


Melihat Axel yang termenung, Tn. Tom meminta putranya untuk tidak terlalu memaksakan diri mengingat Athena.


"Tidak apa-apa Daddy, jika aku benar-benar berpacaran dengannya, bagaimanapun juga aku harus menyelesaikan hubunganku dengannya. Aku tidak boleh menggantung perasaannya. Aku harus memutuskannya," ucap Axel.


"Kamu akan memutuskan hubunganmu dengannya? Kasihan dia, dia sangat mencintaimu. Karena cintanya itu lah dia berusaha menemukan jati dirimu. Tak bisakah kamu memulai untuk mencintainya?" tanya Olivia.


"Mana bisa seperti itu Mommy, bagaimana bisa berpacaran tanpa ada rasa cinta. Aku saja tidak mengingatnya sama sekali apalagi mencintainya. Jika tidak di selesaikan justru akan lebih kasihan lagi," jelas Axel.


"Tapi Mommy sayang padanya dan sudah menganggap dia sebagai calon menantu Mommy," ucap Olivia bersedih mendengar keputusan Axel.


"Kenapa bisa begitu? Bagaimana Mommy bisa tahu kalau ruhku berpacaran dengannya dan menganggapnya calon menantu?" tanya Axel heran.


"Bukan dengan ruhmu, awalnya dia berpacaran dengan Axel palsu itu. Setahu kami dia adalah calon menantu kami. Kami bahkan sudah akrab dengan orang tuanya. Kami baru tahu kalau ternyata dia juga berpacaran dengan ruh mu," jelas Olivia.


"Jadi dia orang yang seperti itu? Berpacaran dengan siapa saja? Dengan Axel manusia tapi palsu dan dengan Axel dalam bentuk ruh?" tanya Axel sambil tertawa.


"Tapi karena itulah akhirnya dia mengetahui kebenaran ini. Dia berjanji pada ruhmu akan mencari asal usulmu karena saat menjadi hantu kamu tidak mengingat siapa dirimu," jelas Olivia.


"Jadi begitu ceritanya saat aku menjadi hantu, aku tidak mengingat kalian. Tapi malah jatuh cinta dan berpacaran dengannya? Sementara saat aku bangun, aku mengingat kalian tapi tidak mengingat dia lagi?" tanya Axel lalu tertawa.


"Ini bisa dijadikan film," lanjut laki-laki itu kembali tertawa.


"Kamu bisa tertawa karena kamu tidak merasakan kesedihannya. Coba kamu bayangkan, orang yang mencintainya tiba-tiba sekarang melupakannya dan tidak mencintainya lagi. Coba kamu pikirkan itu, jangan hanya tertawa," ucap Olivia bernada kesal.


"Mommy ...," ucap Axel.


Laki-laki itu langsung menoleh ke arah Daddy-nya. Tuan berwajah tampan itu langsung mengangkat kedua bahunya. Axel tak berani lagi meneruskan tertawanya melihat ibunya yang kesal mendengar sikapnya yang tidak bersimpati pada kesedihan Athena.


Axel melakukan perawatan fisik berupa gerakan dan latihan yang dipandu oleh seorang terapis yang membantu Axel untuk mengatasi rasa sakitnya. Setelah selesai Axel kembali ke ruang rawat inapnya.


Ny. Olivia dan Tn. Tom Cullen bahagia melihat perkembangan kemampuan Axel untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Laki-laki itu sudah mulai bisa menggerakkan kakinya. Setelah bertahun-tahun hanya berbaring Axel perlu latihan untuk kembali menguatkan otot-ototnya dan melatih menjaga keseimbangan tubuhnya.


Sementara itu Athena kembali seperti dulu, seperti saat Ny. Olivia mengusirnya, seperti saat Athena mengira Axel tak datang karena ingin mencampakkannya dan sekarang semua menjadi kenyataan. Axel benar-benar telah mencampakkannya. Laki-laki itu bahkan tak mengenalinya lagi.


Athena menjalani hari-harinya dengan kesedihan. Saat bertemu kedua orang tuanya Athena akan berpura-pura riang namun saat sendiri atau di sekolah, Athena kembali menjadi gadis yang sedih dan suka menyendiri.


Athena hanya mau bercerita pada Mia yang sangat mengenal dan percaya pada ceritanya. Setiap kali mencurahkan isi hatinya, Athena akan menangis tersedu-sedu dipelukan gadis itu.


"Apa yang akan kamu lakukan sekarang Athena? Apa kamu akan memperjuangkan cintamu?" tanya Mia.


"Dia tidak mengingatku sedikit pun, akan sulit membuatnya kembali mencintaiku. Apa yang harus aku lakukan Mia, aku tidak bisa melupakannya. Aku melakukan segalanya untuknya tapi sekarang aku harus melupakannya. Apa yang harus aku lakukan, jika aku tidak bisa melupakannya Mia?" tanya Athena.


"Pilihanmu cuma itu Athena, memperjuangkan cintanya atau melupakannya," ucap Mia.


Athena menatap wajah Mia, tak terlihat raut bercanda di wajah sahabatnya itu. Mia memang serius mengucapkan itu.


"Aku tidak bisa melupakannya,"


"Kalau begitu perjuangkan dia," jawab Mia langsung.


"Bagaimana kalau dia menolakku?" tanya Athena.


"Setidaknya kamu telah mencoba dan tahu hasilnya, entah berhasil ataupun gagal. Tapi jika kamu tidak mencoba, selamanya tidak bisa melupakannya dan seumur hidup akan bertanya-tanya. Bagaimana kalau saat itu kamu mencoba mendapatkan cintanya? Mungkin kamu akan berhasil mendapatkan cintanya. Pertanyaan itu akan mengganggumu seumur hidupmu dan kamu tak akan pernah bisa melupakannya," tutur Mia.


Athena menatap lurus ke mata Mia, gadis itu mengangguk meminta Athena untuk mencoba. Athena akhirnya bersedia untuk mencoba kembali mendekati Axel setidaknya ingin meminta kepastian dari laki-laki itu.


Athena berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Dari seorang perawat, gadis itu mengetahui Axel sedang berada di sebuah ruangan untuk melatih kemampuan berjalannya.


Athena diam di tempatnya saat melihat Axel yang berusaha berjalan dengan menyusuri besi penyangga. Berjalan maju dan berbalik kembali dengan susah payah melatih kekuatan kakinya.


Athena berdiri tak jauh dari peralatan-peralatan melatih kekuatan anggota tubuh itu. Tanpa sengaja Axel melihat Athena, laki-laki itu tersenyum dan mengakhiri latihannya. Axel kembali duduk di kursi roda. Seorang perawat ingin membantu mendorongnya tapi laki-laki itu menolak secara halus. Axel mendorong kursi rodanya mendekati Athena.

__ADS_1


"Kamu datang?" tanya Axel.


Athena mengangguk.


"Aku ingin menemuimu tapi belum bisa karena kondisiku yang belum pulih seperti dulu," ucap Axel.


Axel menjalankan kursi rodanya dan Athena mengikuti. Axel berjalan ke sebuah taman di rumah sakit itu. Laki-laki itu menghentikan kursi rodanya di samping sebuah bangku taman.


"Duduklah! Aku ingin bicara denganmu," ucap Axel sambil tersenyum.


Athena mengikuti ucapan Axel, gadis itu duduk di bangku taman di samping kursi Axel.


"Aku mendengar sebuah cerita aneh dari orang tuaku, entah aku yang salah dengar atau orang tuaku yang salah bercerita. Untuk itu aku ingin mendengar langsung darimu, bagaimana awalnya kita bertemu," ucap Axel.


Athena melirik ke arah laki-laki di hadapannya itu. Axel sekarang terasa asing baginya. Bahkan lebih asing dari sikap Axel palsu. Axel ini terlihat lebih kaku, diam dan lebih tenang.


Athena mulai menceritakan semua yang mereka alami bersama. Apa pun yang bisa diingatnya, termasuk Axel yang berjanji memilih tetap menjadi hantu asalkan bisa selalu bersama Athena.


"Aku berkata seperti itu?" tanya Axel tak yakin.


Athena mengangguk, gadis itu juga menceritakan bagaimana Axel rela hampir musnah karena menggunakan kekuatan melebihi kemampuannya karena ingin menolong Athena.


"Aku rela musnah demi dirimu?" ulang Axel.


Athena kembali mengangguk dan Athena menceritakan jika Axel sangat mencintainya hingga rela menjadi simpanannya jika Athena menikah dengan pria lain nanti.


"Aku mencintaimu? Dengan cara seperti itu?" tanya Axel.


Athena kembali mengangguk, gadis itu menceritakan semuanya perlahan dari awal hingga akhir.


"Aku mencintaimu saat aku menjadi hantu tapi saat aku terbangun aku benar-benar tidak bisa mengingatmu sekuat apa pun aku mencoba, aku tetap tak bisa mengingatmu. Mungkin karena aku telah mencintai gadis lain Athena," ucap Axel pelan.


Athena menunduk.


"Apakah Hani?" tanya gadis itu dengan suaranya yang bergetar.


Axel menoleh ke arah Athena, terlihat titik air mata jatuh di pangkuannya. Axel terenyuh namun tak bisa berbuat apa-apa. Suka atau tidak suka, Athena harus tahu kenyataannya. Mau tidak mau Athena harus menerima keadaan yang sesungguhnya.


"Ya, saat kamu bercerita tentangnya aku sudah ingin langsung memberitahumu. Dialah gadis yang aku cintai," ucap Axel dengan nada menyesal.


"Tapi Hani mencintai Hardy, kenapa Kak Axel yang mencintainya?" tanya Athena.


"Mengenai itu aku tidak bisa menjelaskan semuanya padamu. Tapi yang jelas aku mencintai Hani. Aku sangat yakin kalau gadis yang aku cintai adalah Hani. Aku tidak bisa memaksa diri untuk cinta padamu. Apalagi dengan cerita yang tak masuk akal itu," jelas Axel yang seperti memaksa Athena untuk berhenti memaksa mencintainya


Athena diam sekian lama saat mendengar ucapan Axel yang terdengar ketus padanya. Air matanya terus menetes di pangkuannya. Dadanya terasa berdenyut perih.


"Terima kasih Kak Axel, terima kasih untuk semua pertolongan Kakak. Terima kasih karena telah mengisi hari-hariku. Terima kasih karena pernah mencintaiku. Terima kasih karena telah berkata jujur tentang perasaanmu. Terima kasih ... terima kasih dan maafkan aku karena telah mengganggumu. Mulai hari ini aku tidak akan muncul lagi dihadapanmu. Semoga Kakak segera sembuh dan semoga Kakak bahagia bersama gadis yang Kakak cintai. Aku pamit pulang Kak" ucap Athena yang langsung pergi meninggalkan Axel yang termenung menatap gadis itu yang berlari sambil menangis.


Aku telah mencoba Mia, tapi hatinya tetap sama. Dia hanya mencintai Hani meski aku telah mengungkapkan perasaanku padanya. Dia menolakku, menolak kenangan kami, menolak untuk mencoba mengenalku. Apa yang harus aku lakukan sekarang Mia? Aku telah mencoba memperjuangkannya dan aku telah mendapatkan penolakannya tapi aku tetap tak bisa melupakannya, batin Athena.


Gadis itu terus berlari hingga tak terlihat lagi oleh Axel.


Maafkan aku Athena, aku harus jujur padamu kalau aku hanya mencintai Hani, semua demi kebaikanmu. Aku tidak akan bisa pura-pura hingga akhirnya memberimu harapan palsu, batin Axel.


Sejak saat itu Athena tak lagi muncul di rumah sakit itu. Meski kadang Tn. Tom atau Ny. Olivia memintanya untuk datang mengunjungi Axel. Gadis itu menolak dengan halus.


Mama Athena hanya bisa pasrah melihat nasib putrinya yang kembali gagal menjalin hubungan dengan orang yang dicintainya.


"Aku sudah bilang Mom dan dia juga telah mengerti kalau aku hanya mencintai Hani," jelas Axel.


Sekian lama mendapatkan perawatan di rumah sakit akhirnya Axel pulih. Laki-laki itu pun diizinkan pulang ke rumahnya. Axel masuk ke kamarnya, lalu rebah di atas ranjang dan menatap langit-langit kamarnya. Setiap hari Ny. Olivia memintanya untuk kembali mendekati Athena. Setiap kali itu pula Axel dengan tegas menolaknya.


"Kapan kamu mengenal Hani? Kapan kalian berkenalan? Di mana kalian berkenalan? Mommy bahkan tidak pernah mengenalnya. Kamu juga tidak pernah mengenalkannya pada Mommy. Axel, Athena gadis yang baik. Jika bukan karena dia, mungkin hingga sekarang kamu masih terbaring koma dirumah sakit itu akibat ulah Axel penipu itu," ucap Olivia dengan suara tinggi.


"Mommy, apa yang Mommy lakukan terhadap Axel palsu itu?" tanya Axel tiba-tiba.


"Mommy melaporkan ke polisi tapi sudah terlambat dia telah mengetahui kalau ulahnya telah terbongkar. Perawat yang bekerja sama dengannya itu mungkin segera menghubunginya. Saat kami ke rumah sakit mencarimu, dia kabur dan membawa semua buku tabungannya. Dia mengosongkan semua rekeningnya dan kabur. Tapi Mommy tidak akan mencabut tuntutan Mommy. Dia harus mendekam dalam penjara atas perbuatannya pada keluarga kita," tutur Olivia.


Aku harus mencari Hardy, aku harus menemukanya. Bagaimana jika dia bercerita kalau kami sering bertukar tempat? Tapi bagaimana pun juga dia harus mendapatkan hukumannya, karena dia telah berusaha membunuhku, batin Axel.


Axel memutuskan untuk mencari Hardy melalui orang-orang yang pernah mengenalnya. Namun waktu telah berlalu begitu lama. Tak ada lagi orang-orang yang bisa ditemuinya untuk bertanya. Hingga akhirnya Axel mengingat sesuatu, sebuah lokasi wisata tempat pertama kali mereka bertemu.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2