
Saat bersih-bersih Ny. Friska menemukan foto Axella dan Axel di bawah tumpukan buku-buku. Dengan bahagianya Ny. Friska menaruh foto itu dibingkai demi membahagiakan putrinya. Axella yang sesungguhnya justru terkejut dan hanya bisa menutup mulutnya yang tercengang. Ekspresi wajah Axella yang berjiwa Athena itu langsung murung.
Terlihat Axel dan Axella yang berfoto selfie bersama. Di situ terlihat Axel sedang tersenyum dan Axella sedang mencium pipi Axel. Ekspresi Axella dan Axel terlihat begitu bahagia. Sementara hati Athena justru merasa hancur.
Saat ibu itu memintanya untuk beristirahat Athena justru menangis di atas ranjang. Axella yang menatap Athena menjadi merasa bersalah. Gadis itu yakin Athena merasa cemburu melihat foto yang terlihat bahagia dan mesra itu.
Athena pasti sangat cemburu melihat foto kami. Maafkan aku Athena. Ini bukan kehendak Axel. Dia tidak tahu kalau tepat saat pengambilan foto, aku mencuri cium pipinya. Jangan salahkan dia, batin Axella.
Axella menunggu saat-saat pergantian waktu seperti yang diceritakan Athena. Ingin segera membuktikan kalau ucapan gadis itu benar. Athena bisa keluar dari tubuh Axella untuk menemui Axel. Begitu tak sabar Axella menunggu karena ingin menjelaskan perihal foto itu. Axella tak ingin Athena salah paham dan menyalahkan Axel.
"Apa yang akan dilakukan Athena saat bertemu Axel nanti? Apa dia akan menyalahkan Axel? Mudah-mudahan dia tidak langsung menemui Axel tapi bicara dengan aku dulu. Jangan sampai Athena salah paham pada Axel," ucap Axella duduk di kursi meja belajar demi sambil menatap foto itu.
"Aku tidak menyalahkan Kak Axella," ucap Athena.
Axella kaget dan langsung menoleh. Terlihat Athena yang berdiri di belakang kursi meja belajarnya. Axella pun langsung melihat ke arah tubuhnya sendiri yang terlihat seperti sedang tertidur.
"Saat ini pergantian waktu?" tanya Axella yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Athena.
__ADS_1
"Bagaimana caranya kamu keluar dari tubuhku?" tanya Axella.
"Sama seperti yang Kak Axella lakukan pada tubuhku," ucap Athena.
"Saat itu aku hanya merasa cukup ingin segera keluar," jawab Axella.
"Ya, aku juga begitu. Saat pergantian waktu, aku ingin bangun dan keluar. Maka yang aku hanya melangkah keluar. Jiwa kita pada dasarnya tidak bisa tidur di tubuh orang lain. Aku selalu terbangun dalam tubuh orang lain. Jadi begitu tubuh Kak Axella telah tertidur, terasa jiwa kita yang terpisah, jadi aku hanya melangkah menjauh dari setengah jiwa kakak yang ada di sana," jelas Athena sambil menoleh ke arah tubuh Axella yang seperti tertidur di ranjang.
"Jadi begitu. Lalu apa yang kamu lakukan sekarang? Kamu benar-benar tidak menyalahkan aku? Lalu kenapa wajahmu begitu sedih saat menatap foto itu?" tanya Axella.
"Aku kangen Kak Axel, tapi tak bisa menemuinya setiap saat. Sekarang aku hanya bisa menemuinya saat pergantian waktu," jawab Athena.
"Ya waktuku tidak banyak," jawab Athena.
Axella mengangguk dan Athena pun menghilang di balik pintu. Gadis itu segera berlari ke rumah sakit. Untuk menemui Axel. Begitu tiba di sana Axel langsung memeluknya erat. Sejak kemunculan Athena di pergantian waktu, Axel selalu menunggu tunangannya itu.
Laki-laki tak peduli apa pun, begitu merindukan Athena hingga tak mau menahan hati untuk tidak menciumnya. Begitu juga dengan Athena, setiap saat hanya bisa memandang Axel dari dalam tubuh Axella. Tak bisa mendekat karena laki-laki itu yang masih tetap marah pada Axella.
__ADS_1
"Aku mencintaimu sayang. Aku merindukanmu. Kamu di mana selama ini? Kenapa begitu lama muncul di sini?" tanya Axel.
"Aku berada dalam tubuh seseorang Kak," jawab Athena.
"Apa? Kamu dalam tubuh seseorang? Kenapa? Siapa?" tanya Axel bertubi-tubi.
"Ya, aku mendekam dalam tubuhnya dan keluar saat dia tertidur. Aku tidak tahu apa alasannya? Aku hanya bisa masuk ke dalam tubuhnya. Aku tidak bisa masuk ke dalam tubuhku sendiri Kak. Sayanganya, aku tidak bisa sebutkan tubuh siapa yang bisa aku masuki," jelas Athena.
"Coba katakan padaku! Agar aku bisa mencarimu. Aku bisa menemui kamu di luar pergantian waktu," ucap Axel memohon.
"Aku telah coba katakan kak, tapi leherku terasa dicekik, semakin kuat aku ingin mengucapkannya, semakin kuat aku merasa tercekik," jawab Athena.
"Oh ya ampun, kasihan sekali kamu sayang," ucap Axel yang segera kembali memeluk Athena.
Sama seperti saat Axel menjadi hantu, Athena memanfaatkan pergantian waktu itu dengan mencium Axel sepuas-puasnya. Kali ini Axel lah yang melakukan itu. Laki-laki itu tak ingin menghabiskan waktu percuma lagi. Segera membenamkan bibirnya ke bibir wanita cantik yang sangat dirindukannya itu.
Dalam hati bertekad akan mencari tahu di tubuh siapa Athena mendekam. Jika Athena tak bisa menyebutkannya. Maka Axel lah yang akan berjuang untuk mencari tahu.
__ADS_1
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...