
Teman-teman sekelas Athena mendukung gadis itu untuk menerima Evan menjadi pacarnya tapi apa yang diucapkan Luna membuat hati Athena bimbang. Seharian di kelas Athena kurang konsentrasi belajar.
"Hei, bengong aja lagi mikirin apa?" tanya Kimmy.
Teman Athena satu ini memang suka mengagetkan Athena membuat gadis itu kesal dan langsung berakting ingin mencekik Kimmy. Tapi Kimmy justru lari, Athena mengejar. Langkah Kimmy tiba-tiba terhenti, otomatis Athena juga berhenti, di depan mereka Evan sedang berjalan menuju ke arah mereka.
Jantung Athena berdebar, setelah mendengar ucapan Luna pandangan Athena terhadap Evan berubah. Athena justru merasa takut pada laki-laki itu.
"Ppsst, virginity hunter datang" bisik Kimmy.
Bahkan Kimmy juga berpikiran sama, Athena semakin takut. Gadis itu hendak berbalik arah masuk ke kelas lagi. Tapi Kimmy menahan tangan Athena.
"Mau kemana? itu pacarmu mau kesini" ucap Kimmy.
"Nggak ah takut, loe aja bilang gitu, virginity hunter hiiii.., ngeri gua deket-deket dia" ucap Athena masih ingin beranjak dari tempat itu.
"Loe percaya sama Luna? emang selama ini dia punya gelagat gitu kalau jalan ama loe? trus loe udah konfirmasi ama cewek-cewek pernah deket sama dia kalau mereka udah diperawanin sama Evan? tanya Kimmy.
Athena bingung, tentu saja dia belum pernah bertanya apa pun pada mantan-mantan pacar Evan. Lagipula mana mungkin Athena bertanya seperti itu pada mereka, bisa-bisa Athena ditertawai atau mungkin di gampar.
"Kalau menurut gue, semua cowok itu sama, virginity hunter semua. Tapi bisa kejadian atau enggak itu tergantung ceweknya. Kalau dia mau nyerahin diri baru bisa kejadian" ucap Kimmy.
Loe salah Kim, nggak semua cowok kayak gitu. Buktinya Axel, dia justru nolak padahal aku sudah nyerahin diri. Oh.. ya ampun aku udah di tolak, ini memalukan, udah menyerahkan diri tapi di tolak. Tapi aneh kenapa aku nggak merasa terhina ya? batin Athena.
"Kalau tetap kejadian padahal ceweknya nggak mau berarti dia di paksa itu namanya perkosaan" jelas Vivi yang tiba-tiba muncul.
"Ih ngeri amat sih dengerinnya" ucap Athena.
"Tapi kayaknya bener Athena, semua bisa terjadi kalau ceweknya setuju menyerahkan diri. Ya, kalau mantan-mantan Evan emang mau ya bukan salah dia dong" ucap Kimmy.
Evan sudah semakin mendekat mereka buru-buru diam. Kimmy dan Vivi bahkan ingin beranjak dari situ.
"Kalian mau kemana?" tanya Evan.
"Ah, nggak mau ke kelas aja" ucap Kimmy.
"Kita ke kantin yuk, aku laper" pinta Evan pada Athena.
"Ya udah kami ke kelas dulu ya, Athena kamu ke kantin aja sama Evan" ucap Vivi.
Evan buru-buru membantah.
"Kalian juga ikut dong, kalau nggak ada kalian Athena kurang napsu makan" ucap Evan sambil tersenyum.
"Haaa.., kami juga ikut" ucap Kimmy dan Vivi serentak.
"Ya, ikut aja bareng kita" lanjut Evan.
"Kenapa? bukannya kamu ingin makan berduaan ama Athena?" tanya Kimmy.
"Maunya sih gitu tapi Athena orangnya setia kawan, mengutamakan kawan di banding pacar. Kalau dipisahkan dari kawan-kawannya dia bisa kesal atau minimal sedih" cerita Evan sambil tersenyum.
"Kapan aku seperti itu?" tanya Athena.
"Kamu nggak sadar aja sayang, setiap kali aku datang teman-temanmu langsung pergi. Kamu pasti langsung murung trus melamun" ucap Evan sambil mendekatkan wajahnya pada Athena lalu menyelipkan rambut Athena di telinga gadis itu.
Kimmy dan Vivi senyum-senyum mendengar ucapan dan perlakuan mesra Evan. Athena menatap mata laki-laki itu, Athena merasa bimbang apakah Evan tulus menyukainya atau memang ada maksud tertentu.
"Ayo ikut" ajak Evan pada Vivi dan Kimmy.
"Serius nih? kita di traktir dong" tanya Kimmy.
Evan membulatkan jari telunjuk dan jempolnya, sambil menarik tangan Athena mengajak gadis itu ke kantin. Akhirnya Athena mengikuti Evan ke kantin. Evan melakukan apa saja untuk menyenangkan hati Athena meski tidak harus selalu berduaan dengan gadis itu.
Saat di kantin Evan duduk di samping Athena sementara Kimmy duduk bersebelahan dengan Vivi. Mereka memesan makanan yang banyak dan mahal untuk menguji seberapa royal Evan. Laki-laki itu tak peduli karena menurutnya makanan kantin tidak akan begitu menguras isi dompetnya.
Rasain, sok ngajak-ngajak gua porotin sekalian, batin Kimmy.
Sekalian pesen yang banyak and mahal, besok-besok masih mau ngajak lagi atau enggak, batin Vivi.
Hihihi.. hebat anak-anak ini, Evan kapok nggak ya, batin Athena.
"Enak ya kalau makan sama Evan, yang lain pada nyingkir semua. Kalau kita datang sendiri pasti nggak di kasi tempat" ucap Kimmy.
"Masa sih?" tanya Evan.
__ADS_1
"He eh, kalau yang menguasai anak IPA, anak IPS nggak kebagian tempat" ucap Kimmy lagi.
"Kalau yang menguasai anak IPS?" tanya Evan.
"Di usir..!!!" sahut Kimmy dan Vivi serentak.
Mereka tertawa, Evan juga ikut tertawa meski ada keraguan dihatinya.
"Masa se-jahat itu anak IPA, pake acara ngusir-ngusir segala?" tanya Evan tak percaya.
"Tanya aja sama mantanmu itu yang tukang ngusir orang" ucap Kimmy.
"Luna?" tanya Evan.
"Ya lah, kalau mantan kamu yang lain nggak tahu, soalnya nggak ada yang pasti. Itu mantan atau cuma gebetan" ucap Kimmy.
"Ntar kalau bubar sama Athena di anggap mantan atau gebetan?" tanya Vivi.
"Jangan gitu dong, aku selalu serius sama gebetan niatnya selalu untuk selamanya, masa Athena belum apa-apa udah di bilang mantan" ucap Evan.
"Ya, niatnya? tapi nyatanya?" ucap Kimmy sambil tertawa.
"Dalam hitungan minggu udah jadi mantan" sahut Vivi juga sambil tertawa.
Evan tertawa malu-malu tapi bangga.
"Nggaklah kalau sama Athena emang serius kalau bisa untuk selamanya" ucap Evan sambil memandang pada Athena.
Sementara yang di pandang hanya menunduk meminum jusnya. Evan tersenyum melihat semburat merah di pipi Athena. Vivi dan Kimmy tersenyum melihat Athena yang malu-malu. Evan semakin semangat memandang gadis itu, Athena jadi salah tingkah.
"Athena ini gemesin tahu nggak? jadi mana mungkin niatnya cuma untuk sementara kalau bisa untuk selamanya. Apalagi kalau udah nantangin Luna, wah rasanya jadi melambung di perebutkan sama Athena" ucap Evan.
"Siapa yang memperebutkan? aku nantangin Luna untuk membuktikan anak IPS itu juga bisa serius belajar, bukan untuk memperebutkan kamu. Kamu aja yang mau jadi bonus" ucap Athena sambil cemberut karena salah tingkah.
"Hamba salah Dewi Athena, maafkan hamba karena mengajukan diri jadi bonus biar bisa jadi pasangan Dewi yang cantik ini" ucap Evan.
Vivi dan Kimmy tertawa terbahak-bahak hanya Athena yang wajahnya semakin memerah. Athena kesal, gadis itu ingin berdiri. Evan langsung menahan tangan Athena, menarik tangan itu hingga ke dadanya lalu mengecup punggung tangan gadis itu.
"Maaf" ucapnya memohon sambil menatap Athena.
"Kalian itu udah meledek namaku" ucap Athena.
"Nggak kok, beneran, itu nama yang bagus dan cocok sama kamu" ucap Vivi.
Ucapan Vivi masih terasa seperti meledek baginya. Athena kembali menarik tangannya hendak pergi, Evan menahan sambil ikut berdiri. Vivi dan Kimmy juga ikut berdiri.
"Kamu tahu Dewi Athena? dia adalah Dewi Perang yang cantik bukankah memang cocok untukmu. Kamu orang yang pantang menyerah dan juga cantik, dimana letak meledeknya?" tanya Vivi.
"Aku yang salah, aku minta maaf tapi aku benar-benar tidak bermaksud meledek. Bagiku kamu memang seperti seorang Dewi" ucap Evan.
Vivi dan Kimmy mengangguk menyetujui ucapan Evan. Athena kembali duduk, semua juga kembali duduk sementara itu Evan masih menggenggam tangan Athena. Tak ingin gadis itu tiba-tiba pergi, Athena menarik tangannya meminta agar di lepas tapi Evan ngotot menggenggamnya.
Laki-laki itu bahkan meletakkan tangan Athena di pahanya. Athena kembali menarik tangan kanannya itu, Evan malah semakin menarik tangan Athena kearahnya.
"Gimana caranya aku minum?" tanya Athena heran.
Evan terkaget langsung mengambilkan jus Athena dan menyodorkan sedotannya ke mulut gadis itu.
"Aku mau minum sendiri" ucap Athena.
"Baiklah tapi jangan marah lagi dan jangan pergi" ucap Evan yang di balas anggukan oleh Athena.
Laki-laki itu melepas tangan Athena gadis itu mulai meminum jusnya sambil memandang ke dua sahabatnya yang pura-pura sibuk makan. Athena memonyongkan mulutnya karena tahu mereka hanya berpura-pura.
"Acara pesta perpisahan sekolah kita sebentar lagi kan? apa kalian sudah membeli semua keperluan pesta?" tanya Evan memecah kesunyian.
"Udah, waktu itu kami udah membeli gaun ya kan?" tanya Kimmy pada Vivi dan Athena.
Kedua gadis itu mengangguk serentak.
"Oh, aku pikir belum, kalau gitu aku ajak kalian ke mall untuk liat-liat aksesoris gimana?" ucap Evan.
"Ya, mau, kita belum beli aksesoris kan?" ucap Kimmy semangat.
"Gimana? pulang sekolah kita jalan-jalan?" tanya Evan pada Athena.
__ADS_1
Athena menoleh pada Kimmy dan Vivi, kedua sahabatnya itu terlihat semangat untuk pergi. Ditambah lagi kali ini mereka di ajak Evan. Athena akhirnya mengangguk, Evan tersenyum senang. Bunyi bel istirahat berakhir terdengar mereka pun segera kembali ke kelas. Evan hendak mengantar Athena ke kelasnya.
"Nggak perlu kamu kembali aja ke kelasmu, nggak usah di antar, kayak yang jauh aja kelasnya" ucap Athena.
"Nggak apa-apa, aku suka menghabiskan waktu denganmu. Jadi akan aku pergunakan sebaik-baiknya saat-saat bersamamu" ucap Evan yang langsung membuat Kimmy menoleh dan tersenyum.
Vivi menarik tangan sahabatnya itu agar tidak menggangu Athena dan Evan.
"Jangan di ganggu nanti Athena ngambek lagi bisa batal acara kita" bisik Vivi.
"Kalian bisik-bisik apa?" tanya Athena.
"Nggak kok, kami berencana mencari sesuatu nanti" ucap Vivi.
"Kenapa harus bisik-bisik?" ucap Athena pelan nyaris tak terdengar.
Evan tersenyum, setelah sampai di depan kelas Athena laki-laki itu berbalik kembali ke kelasnya. Athena pun kembali duduk dan melanjutkannya kegiatan belajar mengajar itu.
Seperti janji mereka saat pulang sekolah Athena dan kawan-kawannya di ajak Evan mencari-cari aksesoris untuk pesta perpisahan sekolah nanti. Vivi dan Kimmy berjalan di depan dan terlihat sangat asyik melihat ke kanan dan ke kiri.
Sementara itu Athena dan Evan berjalan di belakang sambil bergandengan tangan. Athena tersenyum saat melihat Kimmy yang sampai melompat saat melihat jepitan yang di sukanya.
"Kamu nggak milih aksesoris sayang?" tanya Evan.
Athena menggelengkan kepalanya.
"Ya lah, buat apa? kamu nggak pake apa-apa juga udah cantik" ucap Evan.
Athena menoleh pada Evan dengan tatapan heran.
"Maksudku nggak pake aksesoris juga udah cantik" ucap Evan sambil melirik kedua teman Athena.
Waduh mereka milih banyak lagi, abis-abisan modal gua. Tapi nggak apa-apa kalau berhasil bisa balik modal, bahkan bisa lebih, batin Evan.
Evan menoleh pada Athena lalu tersenyum dan Athena pun membalas senyuman itu. Setelah memilih aksesoris Evan mengajak mereka menonton di bioskop. Kembali Kimmy mengucapkan setuju dengan semangat. Athena pun terpaksa menyetujui.
Evan yang membeli tiket, laki-laki itu mengatur posisi bangku Vivi dan Kimmy di depan sementara Athena dan Evan beberapa baris di belakang. Laki-laki itu tidak ingin merasa diawasi oleh kedua sahabat Athena itu.
Dan benar saja, Evan memang butuh kebebasan untuk duduk di belakang mereka. Saat ada adegan mesra, Evan terpancing untuk mempraktekkannya. Evan menarik tubuh Athena lalu menciumi bibir gadis itu. Athena pasrah dan itu membuat Evan semakin menjadi.
Athena mencoba menikmati ciuman Evan, seperti kesepakatannya dengan Axel. Athena akan mencoba berpacaran dengan Evan meski hingga kini Athena belum menjawab permintaan Evan untuk menjadi pacarnya.
Evan sepertinya tak peduli dan tak memaksakan, yang terpenting baginya saat ingin mencium Athena gadis itu tidak menolaknya.
"Mereka lagi ciuman nggak ya? gua pengen liat ke belakang tapi takut ketahuan" bisik Kimmy pada Vivi.
"Ya bener, gue gatel pengen noleh ke belakang tapi takut di pelototi Evan" bisik Vivi yang di balas dengan cekikikan oleh Kimmy.
"Coba tadi kita bawa cermin, kita nonton mereka lewat cermin" bisik Kimmy sambil tertawa pelan.
"Evan ke pancing adegan ini nggak ya?" bisik Vivi.
"Gua aja ke pancing apalagi Evan, di depan kelas aja berani cium Athena apalagi kalau di sini, sekarang lagi hot-hotnya kali" bisik Kimmy lalu cekikikan.
"Dasar" balas Vivi juga cekikikan.
Benar ucapan Kimmy, saat ini mereka sedang hot-hotnya, Evan sama sekali tidak mau melepaskan Athena. Masih terus menciumi bibir gadis itu, meski napas mereka sudah tersengal-sengal, Evan belum mau menghentikan aksinya.
Laki-laki itu benar-benar tidak mau melewatkan kesempatan menikmati manisnya bibir gadis itu.
"Athena, terimalah aku jadi pacarmu" bisik Evan setelah akhirnya melepaskan pagutan bibirnya.
"Apa status pacar itu begitu penting?" tanya Athena.
"Tentu saja, itu artinya kamu adalah milikku dan aku adalah milikmu" jawab Evan.
Aku berhak atas dirimu, kita bisa berbuat lebih jauh lagi sayang, batin Evan.
Athena menghela napas panjang, lalu kembali memandang layar besar di hadapannya. Evan menatap wajah Athena yang terlihat ragu-ragu.
"Kalau gitu simpan jawabanmu saat pesta perpisahan nanti. Aku akan kembali menanyakannya dan saat itu kamu sudah harus punya jawabannya, Ok..," bisik Evan di telinga Athena dan gadis itu mendengarkan.
Athena dan Evan kembali menatap tayangan film di depan mereka namun tak satu pun mereka yang benar-benar memperhatikan. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1