Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 96 ~ Berubah Pikiran ~


__ADS_3

Axel mengantar pulang Athena. Saat bertemu dengan Ny. Anna, Axel meminta izin untuk bicara serius besoknya. Ny. Anna bersedia. Axel berencana akan bicara dengan kedua orang tua Athena selepas mengantar gadis itu pulang kuliah.


Malam itu Athena tersenyum membayangkan saat-saat pertama kali Axel muncul di kamar itu. Mengingat Axel, gadis itu lalu mengangkat jemarinya dan mengusap cincin yang terselip di jari manisnya. Hatinya begitu bahagia sehingga Athena selalu senyum.


Athena tak menyangka, kalau hantu yang membuatnya menangis itu telah menjadi calon suaminya. Athena bukan menangis karena takut tetapi menangis karena mengira dirinya telah gila. Gadis itu tersenyum-senyum sendiri mengingat itu.


"Kalau semua hantu ganteng seperti Kak Axel, nggak ada genre horor. yang ada romance," ucap Athena saat itu.


Ternyata memang benar apa yang dikatakannya. Bersama hantu ganteng itu yang timbul ada rasa cinta. Meski yang menjadi targetnya waktu itu adalah Evan tetapi kebersamaan mereka membuat Athena jatuh cinta pada Axel.


"Kak Axel itu menyebalkan tapi bikin kangen. Baru sedetik saja tak bisa melihatnya, aku langsung rindu. Saat bertemu di pergantian waktu, rasanya waktu berjalan cepat. Aku harus buru-buru mengakhiri pertemuan kami dengan buru-buru menciumnya. Hihi ... lucu juga kalau dipikir-pikir.


Teringat tempat-tempat favorit Axel saat muncul di pergantian waktu. Di mana dia berdiri, duduk atau berbaring. Namun, semua itu hanya bisa Athena nikmati saat pergantian waktu. Athena merasa lucu sendiri karena selama ini mamanya tak pernah tahu, Athena pernah menyimpan laki-laki di kamarnya tetapi dalam wujud hantu.


"Jika sudah menikah tak perlu takut lagi satu kamar dengan Kak Axel. Nggak perlu bohongi mama," ucap Athena lalu cekikikan sendiri, tentu aja cekikikan sendiri, masa ngajak hantu.


Seperti janji Axel pada Ny. Anna. Laki-laki itu mampir untuk mengumumkan pertunangannya pada orang tua Athena. Namun, karena Pak Dani masih berada di kantor, Axel menunda dan berjanji datang nanti malam.

__ADS_1


"Padahal aku masih ingin Kakak di sini, apa masih sibuk?" tanya Athena.


"Nggak sayang! Sibuk apalagi? Paling perbaiki beberapa lembar laporan skripsi kemarin. Sebenarnya aku juga masih ingin di sini tapi karena nanti malam mau ke sini lagi? Aku nggak enak hati sama Mama kalau seharian di sini," ucap Axel dengan wajah cemberut manja.


Athena tertawa lalu kembali mengajak masuk calon suaminya itu. Sambil lewat Athena meminta izin pada mamanya kalau mengajak Axel ke kamarnya. Ny. Anna terperangah lalu mengurut dada saat melihat Athena dengan seenaknya menarik tangan Axel ke lantai atas.


"Athena, Mama kaget lihat kamu seenaknya ngajak-ngajak cowok masuk kamar," ucap Axel.


"Bukannya tiap hari Kakak di kamar ini," ucap Athena dengan santainya.


"Udahlah nggak apa-apa, sebentar lagi kita juga akan menikah. Lagi pula pintunya nggak ditutup, itu artinya kita nggak ngapa-ngapain," ucap Athena.


"Tapi kita belum dapat izin bawa aku ke kamar, kamu main tarik-tarik aja," ucap Axel.


"Ya udah! Ayo kita minta izin," ucap Athena.


"Lagi pula tadi aku udah minta izin pulang, tahu-tahu malah masuk lagi, malu," ucap Axel.

__ADS_1


"Nggak lah! Kenapa harus mu? Itu namanya berubah pikiran. Itu hal biasa," ucap Athena.


"Kamu biasa berubah pikiran?" tanya Axel.


"Siapa pun bisa berubah pikiran. Bukan hanya aku. Bertahun-tahun suka sama si Evan eh ... tahu-tahu suka sama si Axel--".


"Enak aja tahu-tahu. Emang nggak ngerasa begitu lama dan sabarnya aku biar bisa dapatin cinta kamu. Nggak bisa merasakan gimana pengorbanan aku biar bisa jadian sama kamu? Nggak tahu bagaimana sedihnya aku melewati semua itu? Nggak--"


Axel tak perlu jelaskan lagi karena tiba-tiba Athena sudah menyumpal mulutnya dengan mulut Athena. Gadis itu seketika memeluk erat punggung dan tengkuk laki-laki itu dengan ketatnya. Axel seperti tak bernafas dibuatnya tapi dia sendiri tak peduli. Tak ingin melewatkan kesempatan menikmati manisnya bibir Athena.


Godaan yang tak akan bisa dimenangkannya. Jika Athena sendiri yang berinisiatif menciumnya, Axel tak berkutik lagi. Laki-laki itu pun membalasnya dengan penuh nafsu.


Ny. Anna yang merasa aneh melihat tingkah putrinya yang berani-beraninya mengajak pacar masuk ke kamar. Merasa lega saat melihat pintu kamar Athena yang terbuka. Nyonya yang masih cantik itu tinggal satu langkah ke depan pintu kamar anaknya. Memutuskan untuk kembali turun ke lantai bawah.


Baru saja berbalik untuk turun perlahan-lahan. Tiba-tiba Ny. Anna mendengar suara desah dan lenguhan yang menggebu-gebu. Telinganya mengencang, matanya terbelalak. Ny. Anna langsung berbalik arah lalu berdiri di depan pintu kamar putrinya. Namun dengan mata yang terpejam.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2