
"Sudah jangan menangis lagi"
"Tapii, bagaimana bisa kau menemukanku"
"Aku akan menemukanmu bagaimanapun caranya"
"Walaupun aku bersembunyi karena mu"
"Benar"
Yas menjawab pertanyaan kiara dengan singkat dan tersenyum, padahal hatinya hancur dan pilu, bagaimana mungkin, bagaimana yas akan sanggup jika kiara benar benar akan bersembunyi karena sebab dirinya, tapi dia sudah mengatakan akan menunggu kiara layaknya pria sejati, dia pastikan bahwa kiara tida akan lagi menangis karenanya. Yas bangkit dari duduknya memapah kiara memaksa agar kiara mau pulang dan beristirahat dengan tenang, hans masih menunggu diluar, dia memastikan keadaan akan selalu baik baik saja walau apapun yang sedang terjadi.
Yas dan kiara keluar dari balik pintu, berjalan secara tertatih karena badannya tida lagi memiliki energi yang cukup untuk berlari, matanya sembab, hidungnya merah, air matanya membekas kering di pipinya yang mulus. Hans melihat keadaan kiara benar benar kacau saat itu, dan dia melihat yas yang ikut murung tida memberikan komentar apapun. Hans melihat yas begitu perhatian dan hangat saat mendekap istrinya yang sedang bersedih.
Mereka berjalan menjauh dari ruang UKS beberapa langkah, namun yas yang menyadari jalan kiara yang begitu lambat membuatnya merasa tida tega menyuruh kiara berjalan.
__ADS_1
"Aku akan menggendong mu"
Bicara yas pada kiara karena tida tahan melihat tubuh kiara yang sudah kelelahan, kiara juga tida banyak bicara karena masih banyak melamun kan hal yang baru saja dilihatnya tadi pagi.
Yas mendekap kiara dengan erat, menatap jalan yang remang remang karena kurangnya pencahayaan, malam itu kiara merasa dirinya nyaman berada di pelukan laki laki yang sebenarnya sudah sah menjadi suaminya. Kiara menenggelamkan wajahnya kedalam dada bidang yang menurutnya di sana penuh ketenangan dan kedamaian saat dirasa.
Orang orang yang masih melakukan aktifitas di malam hari memperhatikan saat yas menggendong kiara dalam dekapannya, langkah kaki yas di ikuti langkah kaki hans dari belakang, mereka menuju mobil yang terparkir cukup jauh dari ruang UKS. Banyak sekali yang berbisik penasaran siapa gadis yang di bawa oleh pria yang disebut sangat tampan itu, mereka bak pangeran yang hanya semalam ini melintas dan menampakkan diri mereka di keramaian, segelintir orang heboh ingin mengetahui siapa wanita berambut panjang yang terlelap dalam pangkuan yas. Bisik bisik mereka menyadarkan kiara dan semakin membuat kiara menyembunyikan wajahnya didalam dada yas.
Mereka sudah masuk kedalam mobil yang di kemudikan oleh hans. Kiara dibaringkan di kursi belakang dengan bantalan paha yas, kiara tida menyangka yas akan sebaik dan seperhatian ini padanya, dan sampai kiara tida sadar, dirinya terlelap dalam pangkuan nyaman itu.
"Ya tuan"
"Tenang saja, dia tertidur"
"Tapi nyonya bisa saja mendengar tuan"
__ADS_1
"Baiklah terserah kau saja"
Yas berbicara pada hans dengan nada berat, diapun tida melihatkan sorot mata dan pandangannya kearah depan, yas menyampingkan wajahnya keluar jendela menatap jalanan yang cukup ramai dilewati para pengendara.
"Apakah dia bersedih karena aku"
"Anda bisa menanyakannya langsung pada nyonya setelah dia sadar"
"Aku sudah memberitahunya untuk menurunkan rasa sukanya terhadap laki laki lain agar setara menjadi 50, apakah dia marah dengan apa yang aku sampaikan"
Hans mengerenyitkan dahi sampai matanya beralih ke kanan dan ke kiri, mencerna setiap perkataan yang dilontarkan oleh yas padanya, hans samasekali tida bisa menjawab ataupun hanya sekedar memberi solusi atas pertanyaan yas padanya.
Yas tida lagi melanjutkan pertanyaannya ataupun berbicara yang lain pada hans. Dia terdiam dengan banyak lamunan didalam laju mobilnya. Yas melihat betapa banyaknya manusia yang hilir mudik berbahagia dengan pasangannya masing masing. Saling bahagia bergandengan tangan dan berpelukan, tida ada beban yang di tanggung, tida ada kesedihan dan penderitaan yang dirasakan, semua seperti berjalan sesuai keinginan mereka dengan bahagia, sampai tida terasa genangan air mata tertampung didalam pelupuk matanya yang sayu. Dan dengan sadar dan cepat yas mengusapnya dengan lembut agar air matanya tida jatuh mengenai wajah kiara ataupun diketahui oleh hans yang sedang menyetir.
Bersambung ...
__ADS_1