
Hans kembali ke kamar yas untuk memastikan bahwa keadaanya semakin membaik, dan juga hans ingin menitipkan tuannya agar kiara merawatnya dengan baik, banyak sekali yang harus hans kerjakan ketika tuannya terkapar tida berdaya karena sakit, hans akan dengan baik mengurus dan memastikan keadaan kantor berjalan dengan lancar.
"Maaf nyonya, bisakah kita berbicara sebentar"
"Ah, baiklah hans"
Kira berjalan sedikit menjauhi tempat tidur, karena takut mengganggu yas yang sedang beristirahat.
"Nyonya aku harus pergi mengurus pekerjaan di kantor, bisakah anda membantu saya dengan tetap disini menjaga dan menemani tuan, aku takut terjadi sesuatu lagi padanya"
"Tapi hans, ada jen, dia lebih teliti mengurus yas, aku juga harus pergi ke kampus"
"Jen harus keluar karena masih mempunyai urusan, aku juga sedikit keberatan jika jen di bebankan untuk ini, karena sekarang tuan telah beristri bukan? Kumohon, untuk kali ini kau tolonglah aku"
"Baiklah, aku akan menjaganya, kau segera kembali ke kantor dan akan aku temani dia"
"Terimakasih nyonya untuk bantuan anda"
Hans berlalu meninggalkan kiara di kamar yas, jen telah pergi keluar karena ada keperluan mendesak, kiara benar benar canggung walaupun dia dan yas adalah sepasang suami istri, namun ini kali pertama dengan sadar kiara menemani yas yang terbaring lemah.
__ADS_1
"Kau masih tertidur?"
Kiara memeriksa keadaan yas, dia menempelkan tangannya pada dahi dan pipi yas, memastikan panas suhu tubuhnya telah membaik.
"Aku akan mengganti pakaianmu, kau tampak tida nyaman dengan pakaian kerja"
Kiara mengambil kaos lengan panjang untuk menggantikan kemeja dan stelan jas yang masih yas kenakan.
Perlahan kiara membuka jas dan dasinya, setelah terlepas kiara mulai gemetar membuka kemeja terakhir yang membalut tubuh yas. Dia merasa belum terbiasa dengan pemandangan menyaksikan yas bertelanjang dada. Walaupun dia tau semalam dia telah memiliki tubuh itu.
*Apalagi yang harus aku takuti, semalam saja aku membuat kecupan di semua bagian tubuhnya dengan rasa tida tau malu, lalu sekarang hanya menggantikan pakaiannya saja mengapa aku merasa canggung*
"Kepalaku sakit sekali"
"Kau sudah sadar! Kau ingin aku ambilkan sesuatu"
"Ambilkan aku air, aku haus sekali"
Kiara membantu yas untuk meminum air yang telah di sediakan pelayan sebelumnya, serta kiara menyuruh yas untuk makan bubur dan meminum obatnya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan tubuhmu, apa masih demam"
"Aku lebih baik"
Kiara menyuapi yas dengan hati hati, membantu yas agar cepat pulih dari demamnya.
"Apa hans pergi ke kantor?"
"Iya, dia bilang akan cepat kembali, tapi ini sudah semakin sore, kurasa pekerjaannya banyak"
"Jadi kau yang menggantikan pakaian ini"
"Itu, maaf, tapi kau terlihat tida nyaman dengan kemeja mu, jadi kurasaa"
"Terimakasih"
Saat itu mata mereka saling bertemu, menyampaikan segala sesuatu yang hanya merekalah yang tau, yas merasakan kiara kali ini bersikap lain, dan Kiara punya merasakan yas kali ini begitu lembut dan perhatian, apa yang terjadi dengannya selama semalam, benarkah hanya dalam waktu singkat seseorang dapat berubah!
Bersambung ...
__ADS_1