HIDUPKU

HIDUPKU
Perjalanan makan malam


__ADS_3

Malam sudah tiba, kiara sudah benar benar di dandani dengan cantik bak seorang istri konglomerat sungguhan. Dari mulai aksesoris, stelan pakaian, sepatu, bahkan dia di jemput dengan mobil pribadi yang amat mewah malam ini.


Jen melihat kiara dengan senyum manisnya, betapa cerdiknya gadis ini, dengan sekejap mata dia dapat berubah seperti bunglon yang pandai, kiara seperti berwujud lugu, namun otaknya sangat cerdik, di pakaikan sedikit riasan dan barang mewah saja dia sudah berlaga seperti pendendam, bagaimana jika jen mengajarkan semua hal kehidupan istri konglomerat sesungguhnya.


"Anda terlihat luar biasa nyonya"


"Benarkah, apa tuan yas akan senang dengan penampilan ku"


Jen hanya tersenyum tipis, menganggap celetukan kiara sangatlah polos dan menggelikan, karena mana mungkin seorang yas akan memperhatikan penampilan seroang perempuan, karena baginya penampilan wanita sama saja.


"Sekertaris hans sudah sampai nyonya, anda boleh pergi sekarang"


"Baiklah jen, aku akan mengingat semua kata kata mu, terimakasih untuk hari ini"


Kiara pergi meninggalkan jen di kamar dengan beberapa orang asisten yang membantu mendandani dirinya, dia melihat hans sudah membukakan pintu mobil untuknya, dia melihat kesemua arah, mengapa dirinya tidak mendapatkan tuan yas berada dalam mobil, dimana dia, mengapa hans hanya seorang diri di sana.


"Silahkan nyonya"

__ADS_1


"Hans"


"Ah tuan yas masih harus menandatangani beberapa dokumen untuk jadwal besok, aku akan mengantar anda ke kantor terlebih dahulu, setelah itu kita akan segera pergi untuk makan malam"


"Aku tida menanyakan dia, kenapa kamu memberikan penjelasan dengan panjang lebar, aku hanya memintamu untuk mengulurkan tangan, aku hanya takut terjatuh"


"Ah, maafkan aku nyonya"


Hans dengan cepat mengulurkan tangannya setelah kiara memberikan perintah, padahal kiara sengaja melakukan itu terhadap hans, dia ingin sesekali memberi pelajaran karena dirinya selalu di abaikan ketika memberikan pendapat.


Mobil terus saja melaju, tida ada percakapan antara dua manusia dalam mobil itu, hans terlalu berfokus pada jalanan dan kiara hanya asik melamun melihat pemandangan lampu lampu jalanan diluar jendela mobil.


"Mari nyonya"


Kiara keluar dari dalam mobil dengan anggun bak seorang artis papan atas dengan sandiwaranya, dia sengaja mengikuti apa yang di perintahkan jen kala itu, jen mengatakan bahawa 'kau harus benar benar seperti seseorang yang memiliki kekuasaan tertinggi dengan memakai gelar istri dari ilyas gunawan' dan kini kiara benar benar memakai itu.


Kiara berjalan mengikuti hans yang terlebih dahulu memberikan jalan menuju ruang pribadi dari seorang presiden utama kantor pusat.

__ADS_1


Kantor saat ini memang sudah tidak banyak orang, tidak heran hanya segelintir orang yang sedang sibuk bekerja, mereka tidak terlalu memperhatikan siapa yang telah datang ke kantornya, dan kiara pun nampak santai karena tida perlu berakting terlalu berlebihan di depan semua orang.


Hans mengetukkan pintu ketika sampai di ruangan itu, memberikan isyarat bahwa dirinya dan nyonya kiara telah tiba, kemudian yas membukakan suaranya pertanda agar hans dapat masuk dengan bebas.


"Anda sudah selesai tuan"


"Yah, semua telah ku kerjakan, tolong pakaikan jas untukku hans"


Kiara yang melihat kejadian itu sungguh sangat merasa geli, bagaimana mungkin dua orang lelaki gagah bisa saling mengerti satu sama lain, kiara melihat sosok hans dan yas adalah sepasang kekasih yang romantis dibanding melihat mereka sebagai seorang boss dan sekertaris nya.


"Cih, menggelikan"


"Hei, apa sekarang kau punya keberanian untuk berbicara dengan ku karena jen memakaikan stelan yang sungguh sangat mahal pada tubuhmu yang kotor itu"


"Cih. Lanjutkan saja keromantisan mu dan sekertaris mu itu, aku tida akan memberitahu ini kepada siapapun"


"BERANINYA KAU"

__ADS_1


Kiara sudah tidak tahan dengan yas yang selalu membuatnya terpojok akan kondisinya saat ini, dia mencoba melawan agar punya satu saja kesempatan untuk membuat yas mengalah dengan keadaan ini.


Bersambung ...


__ADS_2