
Perasaan kiara benar benar sangat berbunga mengetahui deff ternyata orang yang sangat hangat dan pengertian, penilaian yang selama ini dia simpan ternyata tida sesuai dengan apa yang dia rasakan ketika berada di dekatnya.
Setelah sampai di rumah yas kini tubuhnya di biarkan berbaring dengan sangat tenang di atas tempat tidur, matanya terlelap dengan cepat sembari membayangkan betapa indahnya waktu yang singkat itu.
--**--
Suara alarm berbunyi, kiara sudah menerapkan ini sesuai perintah jen, hari ini dia akan berlatih dengan sungguh sungguh sebelum tuan yas kembali. Jam menunjukan pukul 06.00 kiara bergegas keluar kamar, jen ternyata sudah menyambutnya dengan ramah.
"Selamat pagi nyonya, saya kira karena tuan tida ada anda tida akan berlatih hari ini"
"Justru ini adalah kesempatan, sangat menakutkan jika aku melakukan kesalahan ketika ada tuan yas nantinya"
"Ah anda benar nyonya"
Jen segera menunjukan apa yang akan di bawa oleh kiara ke kamar tuan yas, di sana jen mengajarkan cara membuat teh hijau dan menata 2 potong roti beserta selai kacang.
__ADS_1
"Anda bisa membawanya seperti ini"
"Ah baiklah aku mengerti"
Jen dan kiara segera menaiki anak tangga satu persatu sambil sesekali jen memberikan arahan agar kiara tida melakukan kesalahan nantinya
"Pintu kamar tuan yas adalah pintu otomatis dengan kata sandi, namun hanya tuan yas yang mengetahuinya, pintu ini sudah di atur oleh tuan yas yang bisa terbuka hanya ketika pukul 06.15, dan akan menutup kembali pukul 06.35, itu berarti anda harus menyajikan teh hijau selama 10 menit dan berjalan 5 menit, lalu anda akan menyiapkan perlengkapan tuan yas sekitar 20 menit"
Jen berhenti sejenak di depan pintu lalu melanjutkan penjelasannya kepada kiara secara terperinci.
Kiara tida bisa berkata kata atau menolak perintah jen, dirinya hanya terlihat kebingungan dan seperti enggan untuk mengingat itu semua.
"Jen kau tau ini benar benar sangat menakutkan, aku sangat suka merapikan tempat tidurku, melakukan pekerjaan rumah, membuat sarapan untuk diriku dan melakukan semuanya, tapi aku tida pernah melihat aku harus melakukannya tepat pada pukul berapa. Ini sungguh membuatku sakit kepala"
"Tuan yas sangat suka orang yang tepat waktu dan disiplin, aku hanya tida ingin anda terkena masalah nyonya"
__ADS_1
"Ah kau benar, maafkan aku jen, kepalaku terlalu sakit untuk ini semua, jadi aku hanya bisa berbicara padamu, aku tida berfikir bahwa ini untuk keselamatan ku juga"
Kemudian jen hanya tersenyum merasa bahwa apa yang di sampaikan kiara adalah hal yang benar, karena jen tida bermaksud membuat kiara dalam keadaan bingung.
"Mm jen, apa sebelumnya kau yang melakukan ini semua untuk tuan yas"
"Ah, ya anda benar nyonya, tapi saya tida membantu tuan merapikan dasi dan memakaikan jas, setelah ini semua selesai saya harus kembali ke bawah menyiapkan sarapan untuk tuan yas, jadi sekertaris hans yang biasa melakukannya"
"Apa"
Mulut kiara terperangah mendengar pernyataan dari jen barusan.
"Ahahahahah, dia benar benar gila jen, apa tuan yas seorang gay? Hahah aku benar benar geli mendengarnya jen, perutku benar benar sakit jen hahah"
Jen hanya tersenyum melihat tingkah kiara yang seakan mengejek tuan yas, tapi memang benar hanya hans yang dapat melakukan itu terhadap tuan yas, jen sendiri tida ingin berhadapan langsung dengan tuan yas.
__ADS_1
Bersambung ..