HIDUPKU

HIDUPKU
Wedding (part3)


__ADS_3

Semua tamu undangan sangat sibuk mengobrol dengan sesama rekan bisnis mereka. Mereka saling menyapa dengan ramah padahal saling menusuk dari belakang, itulah dunia bisnis dimana yang dapat menguntungkan di dekati dan di salami bak orang terhormat.


Kiara tengah sibuk dengan pemandangan dimana dia tidak dapat melihat deffan dalam kerumunan, dia sangat bersyukur dan lega ketika tida menemukan seseorang yang dia kenal sebelumnya di pesta ini.


"Ki selamat ya aku turut bahagia"


Sana muncul entah dari sudut mana, dia menggandeng seorang gadis bermata sipit, tubuhnya putih bersih dan tampilannya benar benar elegan walaupun dengan makeup tipis.


"Ah iya terimakasih san. Hai senang bertemu denganmu" sapa kiara pada kekasih san.a


"Ah senang juga bertemu denganmu, lain kali aku akan mentraktir mu minum segelas teh. Dan selamat atas pernikahanmu" sahut pacar sana kepada kiara memberi salam hormat.


"Hei dia sekarang menjadi seorang istri konglomerat. Mana mungkin dia akan bisa di temui" tutur sana


"Cih, apa apaan kau. Aku tida seburuk yang kau kira, sahabat selalu yang utama buatku" Timbal kiara


"Baiklah baiklah. Aku permisi dulu, aku tida akan mengganggu waktumu. Nyonya. Dah"


Sana dan kekasihnya pergi meninggalkan kiara sorang diri. Lalu kiara tida memperdulikan yas sedang apa, berada di sebelah mana, mengobrol dengan orang seperti apa, intinya kiara senang bisa jauh dari yas saat ini.

__ADS_1


Namun baru saja kiara berfikir sangat lega berjauhan dengan yas, kini hans mengganggunya dengan menyampaikan sesuatu.


"Nyonya, tuan yass meminta anda untuk datang menemuinya, saya akan mengantarkan anda untuk bergabung diantara mereka"


"Ah begitu ya, bagaimana jika aku menolak, apa dia keberatan, aku juga tida terlalu mengerti tentang obrolan yang mereka bicarakan"


"Mari nyonya saya tunjukan jalannya"


Hans benar benar menyebalkan bagi kiara. Dia tida pernah benar benar mendengarkan pendapat kiara, selalu dibantah bahkan samasekali tida di dengarkan, dia hanya mengikuti perintah majikannya bernama yass.


Kiara berjalan mengekor hans, kiara tersembunyi di balik punggung hans yang lebar nan gagah, dia berjalan menunduk karena banyak orang yang memperhatikannya saat ini. Sesampainya tiba, kiara berhenti di sebuah meja dengan 3 orang laki laki dan seorang perempuan yang sudah cukup berumur.


"Ah kau sudah datang sayang. Kemarilah, ku kenalkan pada seseorang disini"


Yas benar benar berakting kembali didepan semua orang yang dia kenal. Kiara hanya bisa bergumam kesal dalam hatinya;


*Sayang? Benar benar risih aku, ingin sekali memukul mulut itu dengan sepatuku ini*


Namun lagi lagi dengan terpaksa kiara hanya mampu mengalah mengikuti apa yang yass perintahkan. Dan mulai hari ini, hidupnya hanya sebatas yass yang mengatur dirinya. Kiara tida pernah berbicara sedikitpun ketika berada di samping yass, apalagi untuk mengatakan tida sebagai tanda penolakan, dia benar benar akan ketakutan jika melakukan hal itu.

__ADS_1


"Sayang ini adalah yohan, dia sekertaris direktur di kantor cabang, ini adalah istrinya nyonya grace, dan ini adalah anak semata wayangnya deffan"


Kiara tida mengerti apa yang dimaksud dengan yas mengenalkan keluarga deffan padanya, dia sangat malu dihadapan def saat itu, dia takut kalau nantinya def akan malah menjauhinya.


"Ah selamat malam semua, senang bertemu dengan anda, dan nikmati pesta ini"


Defan terlihat sangat tida percaya dengan pemandangan ini, di sana dia hanya bisa tertegun melihat sosok wanita yang dikenalnya begitu sangat anggun nan cantik bak putri raja. Berbeda dengan kiara yang merasa benar benar hancur hatinya mengetahui defan telah melihat semua dengan mata kepalanya, bahwa sekarang dia adalah seorang istri dari laki laki bernama yass.


"Maaf semua, aku harus membawa istriku untuk ku kenalkan pada tamuku yang lain, aku permisi, dan nikmati pesta ini"


Keluarga yohan menundukkan kepala tanda hormat pada yas, mereka sangat senang yas mau menemuinya walau hanya sekedar menyapa, siapa sangka moments itu sangat ditunggu tunggu dan amat di harapkan oleh semua orang.


Kiara merasa ada hal yang berbeda kali ini, ini malah terlihat seperti yas sedang memberi peringatan padanya.


Kiara dan yass sekarang berjalan bergandengan menyapa semua tamu yang ada di pesta, semua berbicara hanya seputar saham, bisnis, investasi, dan karir serta kekayaan yang mereka punya, kiara hanya banyak tersenyum saat yass membawanya mengobrol tentang semua hal yang sama sekali tida ia ketahui.


Sampai waktu pesta telah usai kiara dan yas masih saja bersandiwara di depan semua orang bak pasangan yang sangat berbahagia malam itu.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2