
Hari ini di mulai dari hans berencana meminta maaf sebagai seorang sahabat kepada yas, hans sudah rapih menunggu seperti biasa di rumah yas kala itu, dengan keadaan sedikit cemas hans berulang kali memikirkan apa yang akan dia sampaikan. Saat itu juga dirinya tersadar serta sedikit kaget dengan ketukan langkah kaki dari atas tangga.
"Selamat pagi tuan"
"Kau sudah sarapan"
*Apakah dia tida marah?*
"Sudah tuan"
Kali ini yas hanya mengangguk kecil.
"Apa jadwalku hari ini"
"Hari ini anda harus berkunjung ke rumah sakit pusat, kita adakan rapat berkala untuk kelangsungan pendonasian"
"Baiklah, sekalian setelah itu aku ingin menemui gadis itu di rumah sakit"
"Baik tuan"
"Kapan jadwal kepulangan dia"
"Besok tuan"
__ADS_1
--**--
Disisi lain keadaan kiara kini sangat membaik, kakinya sudah dapat di ajak berjalan walau masih sedikit terasa nyeri, dirinya begitu ceria dan sangat bersemangat mendengar ada notifikasi pesan dari seseorang bernama deff, kala itu dia terbangun karena suster memeriksa keadaan kakinya dan kondisi tubuhnya, lalu kiara menatap layar ponselnya yang sudah menerima pesan dari seseorang.
^defan^
Hai ..
Lama tida bertemu ..
Bagaimana keadaanmu ..
Maaf aku sempat membuatmu kaget dengan perkataan ku ..
Kurang lebih seperti itulah notifikasi pesan yang kiara terima dari kekasih idamannya, dengan cepat dan bahagia dirinya langsung membalasnya
^maafkan aku, aku yang salah, sore ini aku tida bisa menemui mu, bukan karena tida mau, namun aku masih menjalani perawatan di RS, jika kau mau bisakah kita bertemu di sini?^
^apa keadaanmu baik baik saja, mengapa kau sampai di RS^
^Aku baik, ini hanya kecelakaan kecil, kakiku sedikit membengkak karena menggunakan hills, aku baik baik saja^
^baiklah aku akan mengunjungimu setelah kelas bubar, see you^
__ADS_1
Betapa bahagianya raut wajah manis kiara, dia benar benar melonjak kegirangan dengan pesan pesan yang di kirimkan oleh deff padanya, dia senang sekali tida sabar menunggu kedatangannya, rasanya saat ini waktu benar benar sangat lama dan membuat penat.
Waktu menunjukan pukul 16.13, kiara merasa perutnya keroncongan dan ingin memakan sesuatu, ada bubur di atas meja yang sudah di sediakan perawat, kiara bermaksud menyantapnya sebelum dia bertemu dengan deff, dan benar saja, kiara menghabiskan semangkuk bubur itu lalu tida lama seseorang datang dengan ketukan langkah kakinya, benar itu adalah deff, kiara merasa sangat bahagia hatinya, dia seperti menemukan jiwanya yang telah hilang.
"Hai"
"Haii"
"Bagaimana keadaanmu, sini biar ku rapikan mangkuknya"
"Terimakasih banyak deff"
"Bolehkah aku merindukan mu"
Seperti kiara menang rejeki nomplok sore itu, apakah benar yang di dengarnya bahwa deff menyatakan dia merindukan kiara? Ah benar saja muka kiara benar benar memerah dengan amat jelas, menggemaskan sekali jika melihatnya secara jelas, dua muda mudi yang saling menyukai saling melontarkan kalimat canggung pemanis suasana.
Kiara dan deff berbincang sudah cukup lama, mereka tertawa kesana kemari terbawa oleh suasana, menceritakan berbagai hal yang menurutnya sangat konyol, kiara juga menanyakan tugas tugas yang dosen berikan kepada kelas kiara, karena mereka satu ruangan, dan dengan sendirinya obrolan itu begitu indah terdengar.
Kiara menyadarinya, deff selalu mencuri perhatiannya kala itu, gelak tawanya bak sihir yang membawa kebahagiaan tersendiri bagi kiara, tida sadar kiara benar benar merasa jatuh cinta pada deff sore itu, deff membalas tatapan kiara yang sedari tadi melihatnya dengan begitu lekatnya, mata mereka saling bertemu satu sama lain, sampai tida di rasa wajah mereka sudah sangat dekat, apa yang ada di pikiran kiara mungkin saat itu sangatlah umum, dia akan memejamkan mata seperti kebanyakan gadis yang akan menerima ciuman manis dari kekasihnya, ya tentu saja deff melakukan juga akan melakukan demikian, matanya tertutup semakin mendekati wajah kiara, tertuju pada bibir mansi kiara yang merah merona. Namun gebrakan pintu mengagetkan mereka berdua dan membuat kedua insan itu menjadi sangat salah tingkah dibuatnya.
*Hans* jerit kiara dalam hatinya
Bersambung ...
__ADS_1