HIDUPKU

HIDUPKU
Pertikaian


__ADS_3

Yas sudah berada menjauh dari kamar rawat kiara, namun kala itu yas kebingungan akan membelikan makanan manis apa untuk kiara, kiara tida menyebutkan dengan jelas dia menginginkan apa, lalu yas bermaksud untuk bertanya dan kembali pada kamar kiara, namun apa yang dia dengar di balik pintu, hatinya benar benar hancur, badannya melemas sampai ia jatuh ke lantai, benarkah kiara sangat membencinya, hingga dia mengatakan bagaikan hidup di neraka, seberapa benci kiara pada yas. Yas sangat kesal dan ingin marah, kini pikirannya tida lagi tenggelam dalam rasa kecewa namun ada rasa kesal yang membara, membuat kepalan tangganya benar benar mengeras ingin memukul sesuatu, tida lama yas masuk kedalam dan membanting kan pintu agar menutup dengan keras. Bagaimana keadaan di luar? Jangan di tanya, semua melihat kearah pintu kamar rawat kiara, ruangan yang telah membuat gaduh.


"Lancang sekali kau berkata seperti itu dibelakang ku, apakah ini adalah sebuah penghinaan untuk ku"


Yas yang sudah geram, dan dia mendekati kiara dengan penuh amarah, di cekiknya leher itu sampai membuat wajah kiara memerah dan akan meneteskan air mata.


"Beraninya kau akan menangis padahal tadi kau berbicara sangat sombong di belakang ku, apa yang kau pikirkan, seharusnya sudah dari dulu aku menyingkirkan mu, kau hanyalah noda kecil yang akan menyusahkan ku jika ku biarkan hidup"


Hans benar benar melihat kejadian itu, dia kaget karena tiba tiba yas datang dan mendengar semua ocehan kiara, kini hans harus mencari celah untuk menghentikan perkelahian itu.

__ADS_1


"Tuan kumohon, selesaikan ini setelah nyonya kembali ke rumah, aku tida ingin ada seseorang yang melihat kejadian ini"


Dengan cepat yas melepaskan genggamannya, dan membuat kiara meneteskan air mata ya g sudah tida lagi tertahankan.


"Kau sudah puas yas? Aku bahkan jijik memanggil mu dengan sebutan tuan. Kenapa tida kau teruskan, bunuh saja aku sekarang. kau mungkin tida lagi kesal jika aku sudah tida bernafas, ini kesempatanmu, mungkin besok tida akan ada lagi. aku sudah muak dengan semua ini, cukup hentikan aku tida ingin lebih jauh menderita karena mu, kau sudah dengar bukan, aku tida mengandung anakmu, jangan mengancam dan mengganggu orang orang yang dekat dengan ku, mereka bukanlah tujuan kekesalan mu, aku akan menghilang dari pandanganmu, bahkan aku akan menghilang dari muka bumi ini jika perlu. aku tida akan menuntut mu apapun atas apa yang telah terjadi, aku akan diam seolah kita tida pernah bertemu, aku ingin kembali pada kehidupanku yg menyenangkan. Kau mengerti"


kiara benar benar berteriak dihadapan yas, dia menangis dan mengutarakan apa yanv sangat dia ingin sampaikan pada yas setelah sekian lama.


"Nyonya berhentilah, kau seharusnya tida berkata seperti itu"

__ADS_1


"Kenapa hans, ada apa, apa kau takut jika kau menyaksikan aku di buru oleh penjahat berdarah dingin itu, seharusnya kau tida takut hans, karena kau pun sama, akan melakukan apapun demi dia, kau tau hans kali ini aku benar benar tida takut untuk mati"


Hans segera menahan yas yang sedari tadi sudah emosi mendengarkan kekesalan kiara, sekuat mungkin hans akan melerai pertengkaran itu.


"Tuan aku harus membawamu pergi, maafkan aku jika lancang"


Hans segera menyeret tubuh yas keluar ruangan sampai menjauh dan tida lagi mendengarkan celetukan kiara yang di anggap menghina tuannya.


Kiara masih menangis di atas ranjang rawatnya, dengan sesenggukan kiara merasa sangat berat kepalanya untuk bangkit dan melihat keadaan sekitar. Ada apa pikirnya, kenapa berani sekali dia berkata begitu pada yas, padahal dia tau dan sadar betul apa konsekuensi yang akan dia terima, entah dirinya akan dalam bahaya, atau orang orang terdekatnya yang selalu mensuport dia yang akan menerima akibatnya.

__ADS_1


Bersambung ..


__ADS_2