
Hari pernikahan telah tiba, semua mata tertuju dengan satu nama yaitu ilyas gunawan, tida ada yang tida tau tentang megahnya pesta ini, semua wartawan berkumpul menyaksikan berbagai pemandangan yang dapat di beritakan, dari mulai gaun, tas branded, juga siapa siapa saja yang menjadi seseorang untum di gandeng nya di pesta ini.
Semua orang benar benar di buat sibuk dengan pernikahan salah satu konglomerat ini, dari seorang pelayan sampai dengan tamu undangan semua sangat antusias mengenai undangan dari seorang bernama ilyas gunawan.
Kiara melihat dirinya dalam pantulan cermin, benaknya berkata betapa cantiknya dia kini dengan gaun putih yang membalut tubuhnya yang ramping. Sentuhan makeup yang ditampilkan sedikit tebal membuat wajahnya sangat tida dikenali. Dia benar benar dikategorikan sebagai orang paling cantik di pesta ini. Kini ia hanya seorang diri, semua pelayan yang mendandaninya telah keluar dari kamar untuk menghadiri pesta, dia menyuruh hans untuk memanggilkan bella menemaninya karena sana pasti tida akan di perbolehkan masuk.
'Tok tok tok'
"Kii ini aku bella, boleh aku masuk"
"Ah masuklah bell"
Bella sangat terkejut melihat kiara benar benar sangat cantik, bella hampir tida mengenali bahwa yang duduk di depan cermin adalah sahabatnya, bella tertegun dan hampir lupa jika dia sudah berdiri cukup lama di depan pintu.
"Ki ini benar benar kamu?"
__ADS_1
"Ah kau. Memangnya siapa lagi, aku pun berharap ada yang mau menggantikan ku di posisi ini"
"Jika boleh aku pun mau"
"Sungguh"
"Kau gila, siapa yang akan menolak jadi seorang istri konglomerat, kau sungguh beruntung ki, lihatlah dirimu sekarang, dipoles sedikit saja bak seroang model, kau ini benar benar cinderella dunia nyata. Kau tau pesta yang megah, gaun yang indah, para tamu undangan yang terhormat, hidangan kelas atas, semua ada disini, seperi sedang menyaksikan pertunjukan drama saja, aku benar benar terharu dengan keberuntungan mu"
"Apa ini benar benar akan terjadi"
"Kau gugup ki, tenanglah, semua akan baik baik saja"
Kiara dan bella masih dengan tawa yang ringan dan obrolan obrolan kecil di kamar itu. Tiba tiba pintu kamar terbuka dan nampak seorang laki laki dengan gagah bak seorang raja datang berdiri persis di depan pintu.
"Ah, apa aku menganggu waktu kalian"
__ADS_1
Sontak saja bella kaget dengan sapaan itu, tida di sangka ternyata dia adalah ilyas gunawan, laki laki yang akan menjadi suami sahabatnya itu.
"Ah tida tuan, maaf kan saya yang sudah lancang ada disini, saya akan segera keluar"
"Ah jangan sungkan, siapa namamu"
"Bella. Namaku bella tuan, senang bertemu dengan anda"
Bella menundukkan kepalanya tanda hormat dan senang telah bertemu dengan pria yang menjadi perbincangan selama seharian ini.
Bella kemudian pamit untuk keluar dari kamar karena takut mengganggu kebahagiaan mereka berdua, padahal kiara tida ingin bella keluar, juga kenapa harus bella yang merasa bersalah, bella berada di atas sini karena kemauan kiara yang memintanya menemaninya, bukan dirinya yang cuma cuma datang sendiri. Kiara juga sempat menahannya, namun bella seperti tau diri dan segera pergi meninggalkan kamar.
Yas tersenyum manis mengiringi kepergian bella, dia bahkan seperti menghormati bella karena dia temannya kiara yang tentunya kiara adalah istrinya. Tapi setelah bella pergi, tatapan tajam itu seperi menikam kiara dari belakang, kiara merinding ketakutan ketika yas melangkahkan kakinya mendekat ke arah kursi yang dia duduki. Udara berasa semakin dingin di ruangan itu, seperti menusuk sampai ke dalam tulang.
"Kau terlihat sangat bahagia dengan pesta ini, apa kau menikmati peranmu sebagai seorang pengantin? Dasar wanita murahan"
__ADS_1
Kiara semakin kalut dalam ketakutan, keringat dingin mengucur dari dahinya, dia menelan ludahnya sendiri tanpa sadar, tatapan itu sepeti mencekiknya dengan sangat tegas, malam itu waktu seperti terhenti dan berjalan sangat lambat, bahkan kiara merasa tida ada oksigen yang dapat di hirup dengan bebas dan tenang, kiara benar benar tegang dengan tatapan yas saat itu.
Bersambung ..