
Satu pukulan mendarat tepat mengenai sasaran, deff menahan rasa sakit di kepala karena hidungnya berdarah, yah memang benar yas dengan sengaja melayangkan pukulan tepat di batang hidung deff dan membuat hidungnya penuh dengan darah, mungkin akibat terparahnya hidung itu akan patah, dan cedera ringannya hanya akan mengalami pusing yang luar biasa.
Seisi kelas heboh dan terkejut, semua wanita dalam kelas menjerit histeris, kiara sudah sangat ketakutan dan melemas sekujur tubuhnya, dia tida menyangka yas akan segila ini di kampus. Tida ada yang bisa menghentikan yas saat dia mencoba kembali menarik kerah baju deff yang sudah terkena tetesan darah.
"Kau lihat baik baik siapa aku"
*Tuan yas. Kenapa dia ada disini, ya tuhan matilah aku*
"Sekali lagi kau berani menatap matanya, bukan hanya hidung mu yang akan berdarah, ku pastikan kau akan kehilangan nyawamu" Bisik yas pada deff
Dosen yan melihat kejadian itu benar benar langsung menghampiri kedua laki laki yang sedang berkelahi itu, dia melerai aksi tida terpuji yang terjadi diantara keduanya.
"Berani beraninya kau membuat keributan dikelas ku, akan ku buat kau menyesal hari ini juga, lepaskan tanganmu dari deff cepat, dasar manusia gila"
*Celaka, dosen bodoh, kenapa anda tida mengenali wajah tuan yas hah?*
Deff hanya mampu membelalakkan kedua bola matanya mengisyaratkan bahwa semua dalam situasi bahaya.
"Maafkan aku atas keributan ini, aku akan membawa dia untuk berobat, aku permisi"
Yas membungkukkan badan tanda dia meminta maaf dan akan meninggalkan ruangan, tangan deff masih dalam genggamannya, deff pun di seret keluar bersamanya agar keadaan kembali seperti semula.
__ADS_1
Kejadian itu cukup singkat, kiara tida sempat melerai kekacauan ini, dia tidak habis pikir bahwa yas akan sebrutal ini pada deff.
Kelas menjadi semakin tida kondusif semua siswa sibuk membicarakan dan bergunjing, dosen sudah kehilangan selera untuk berada dalam kelas, dia segera keluar dan mencari 2 orang yang telah menyebabkan keributan.
Kiara pun segera keluar ruangan karena kelas telah di bubarkan, dia mencari bagaimana keadaan deff sekarang, dia takut yas semakin tida akan terkendali jika hanya berdua dengan deff.
Padahal yas ternyata benar benar membawa deff ke rumah sakit untuk di obati, sebelumnya yas juga telah menghubungi hans untuk menjemput dirinya di kampus, dan hans ternyata malah tertawa melihat kejadian hidung deff yang berdarah.
--**--
"Hidungmu sudah tida apa apa, tida ada yang patah di bagian batang hidung nya, ini hanya luka ringan, anda bisa istirahat di rumah"
"Saya permisi"
Keadaan deff dinyatakan baik baik saja oleh seorang perawat, nasib baik yas tida membuatnya terluka lebih parah karena cemburunya yang gila.
"Apa kau tida mengenaliku sewaktu aku memasuki kelas hah?"
"Maaf tuan"
"Benar. Aku memang terlalu tampan untuk lingkungan kampusmu yang sederhana"
__ADS_1
"Aku tida bermaksud untuk ...."
"Jangan pernah lagi kau berani menatap istriku, aku peringatkan sekali lagi, bukan hanya hidungmu saja yang nanti akan patah, aku bisa membuat nyawamu hilang dalam hitungan detik"
"Aku sungguh minta maaf tuan, aku hanya ingin diberi kesempatan berbicara"
"Untuk apa? Kurasa kau tida berhak. Lantas ada alasan apa kau ingin berbicara dengannya?"
"Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu tentang pernikahanku ini, kumohon anda tida salah paham nantinya"
"Baiklah, aku pun sudah berjanji padanya, jadi lain kali aku tida akan membuatmu seperti ini, bicaralah secara biasa saja, jangan berani menatapnya atau mengancamnya"
"Saya mengerti"
Yas pergi meninggalkan ruangan rawat deff hanya seorang diri, padahal hans sedari tadi menemaninya. Sejujurnya deff sangat benci dan ingin marah pada yas, dia juga ingin sekali membalas pukulan yang telah mendarat di hidungnya sampai berdarah, tapi apa dikata orang tuanya pasti akan sangat murka dengan dirinya, jelas bukan tida berani, mustahil seorang laki laki tida berani adu tinju ketika harga dirinya di injak tanpa aba aba, namun ini lebih kepada sebuah peraturan main yang patut di ikuti.
"Jaga dirimu baik baik deff, tuan yas tida akan main main dengan ucapannya, segera jauhi Ny.kiara dan selesaikan semuanya, aku tida ingin kau mati sia sia demi cinta seorang gadis yang telah bersuami"
Hans mengerti perasaan deff yang pasti akan selalu memiliki dendam dengan yas, sebagai orang terdekat dan sekertaris yang selalu siaga, hans hanya bisa memberi peringatan kecil secara halus agar deff mengerti dan tida gegabah, apalagi kiara adalah wanita pertama dan cinta pertama bagi yas selama dia menjadi seorang laki laki, hidupnya hanya dipenuhi kepergian orang orang yang dia anggap sebagai cintanya.
Bersambung ...
__ADS_1