HIDUPKU

HIDUPKU
Sukses


__ADS_3

Yas kembali menemui Hans di tempat yang berbeda. Keduanya memutuskan untuk pergi ke kantor sore ini.


Yas menunggu Hans beberapa saat di dalam mobil. Dan tida butuh waktu lama sekertaris sekaligus temannya sudah datang menghampiri dan menyetir mobil.


"Bagaimana hasilnya?"


"Aku sungguh tida percaya, ini benar benar diluar dugaan"


Hans memasang wajah gembiranya karena telah memenangkan peperangan.


"Aku sungguh melihat wajah ketakutan didalam raut wajah Riswan. Ini tampaknya menjadi masalah bagi Arka. Tapi kulihat dia bukan orang yang ceroboh, semua telah dia lakukan dengan baik tanpa membuat dia di rugikan"


"Jadi semua akan kembali pada posisinya"


"Benar. Tida lama lagi, bahkan mungkin sekarang Riswan, Risti, beserta yohans sedang berada dalam penyelidikan. Mereka tida akan mudah lolos. Mungkin besok adalah berita masuknya mereka kedalam sel tahanan"


"Syukurlah. Aku lega mendengarnya. Kita harus tetap berhati hati. Dan juga segera dapatkan kembali kepercayaan dari rekan bisnis kita"


"Itu sudah pasti. Meeting akan dilaksanakan tepat pukul 7 malam. Kita akan segera menyelesaikan semuanya dan mengembalikan kekacauan ini"


Yas menyenderkan kepalanya di kursi mobil. Dia merasa lega dan dapat bernafas dengan tenang hari ini. Dia memikirkan wajah manis Kiara yang akan menyambut kedatangannya nanti malam.


"Kau harus memenuhi janji mu Hans"


"Jangan banyak bicara, aku sedang menyetir"


"Sofia benar benar memberikan keterangan dan menjadi saksi yang sangat hebat. Kurasa kau tida berhak mengecewakannya"


"Jika kau berencana memujinya bisakah kau menghubunginya dan mengatakan langsung padanya"


"Kenapa wajahmu selalu kesal kerap membicarakan perihal sofia"


"Aku akan bicara padanya. Lalu aku akan meminta maaf. Aku sungguh tida dapat melakukan kencan itu"


"Baiklah itu urusanmu. Aku tida akan ikut campur jika kau tida setuju. Tapi jangan buat citra perusahaan jelek. Kita masih harus meyakinkan semua orang perihal kejadian ini. Kau jangan ceroboh"

__ADS_1


"Aku akan menyelesaikan ini setelah mendapat rekan bisnis kembali"


"Tapi kurasa kau tida seharusnya mengecewakan seorang wanita. Cobalah dulu untuk mengetahui apa yang dia tuju sebenarnya. Mungkin dia hanya mencari teman minum"


Hans diam saja kali ini. Raut wajahnya tiba tiba berubah luluh. Yas mungkin ada benarnya juga. Tida baik membuat seorang wanita kecewa apalagi dia meminta secara baik baik. Hans juga bertanggung jawab atas janji itu. Perusahaan jadi semakin lebih baik keadaanya karena sofia menjadi saksi di persidangan tadi. Apakah Hans akan tega mengingkari janjinya?


Ketika sampai di kantor, semua orang terlihat bahagia. Mereka telah menyaksikan persidangan di acara siaran televisi. Mereka benar benar lega atas kekacauan yang sudah berakhir.


Yas mendapat ucapan selamat dari beberapa orang. Hari juga sudah mulai gelap dirinya harus mempersiapkan meeting dengan baik malam ini. Dia merasa ini akan menjadi awal dari keberhasilannya malam ini.


Setelah beberapa waktu Yas memasuki ruang rapat yang tertutup. Dia menunggu beberapa orang dan meminta mereka untuk datang ke perusahaanya. Yas akan membalikkan keadaan seperti semula dan meyakinkan semua orang yang telah membatalkan kerjasama untuk percaya padanya lagi kali ini.


--**--


Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 ini sudah sangat larut. Sudah 3 jam mereka berada dalam ruang rapat dan membahas banyak hal. Mereka juga mungkin merayakan kemenangan Yas melawan Riswan. Maka dari itu, rapat ini cukup lama di gelar. Suasana di dalam rapat cukup ramai. Mereka juga menginginkan Yas menggelar pesta keberhasilan yang meriah, sekaligus mengenalkan istrinya yang tida banyak di ketahui orang banyak. Yas adalah penerus perusahaan muda generasi pertama yang sudah memiliki istri. Semua orang dibuat penasaran dan ingin langsung melihat Kiara secara dekat. Mereka para rekan bisnis juga ingin memastikan langsung bahwa berita yang dibawakan oleh deff pada acara pertunangannya adalah bohong. Dan yas masih mempertimbangkan saran semua rekannya.


Rapat sudah selesai kini yas telah berada di dalam mobil, dengan berbagai kelelahan yang dia simpan, rupanya Hans sudah mengerti apa yang membuatnya resah kali ini.


"Jangan terlalu di pikirkan. Jika kau keberatan, kau boleh menolaknya"


"Tapi perkataan mereka ada benarnya, aku tida bisa menolak karena ini menyangkut benar dan tida tentang hubunganku. Aku tida mau disangka bermain main dengan pernikahanku"


"Berteori memang mudah. Tapi kau sendiri tida memiliki hubungan. Percuma saja bicara denganmu"


"Tapi aku rasa aku ini memang benar. Hubunganmu bukanlah lelucon, kau tida bisa mempertunjukkan sesuai keinginanmu dan menyembunyikan sesuai mau mu. Kau juga harus menghormati hati kiara. Kau harus meminta pendapat darinya, pernikahanmu harus bahagia mulai sekarang. Dan hanya kau yang mampu membuat suasana seperti itu"


"Baiklah akan aku ikuti saran darimu. Tapi kau juga harus berkencan dengan sofia bukan. Kau harus memikirkan bagaimana menjaga perasaanya bukan?"


"Diamlah. Kita sedang tida membahas itu kan?"


Yas menatap keluar jendela, merasakan ada sesuatu hal yang membuat perasaanya aneh. Kenapa dia merasa suasana malam ini masih tida mengenakan. Apa yang akan terjadi padanya setelah dia berhasil sukses menggulingkan lawannya?


"Besok berita akan beredar di televisi maupun koran. Kau juga akan menjadi sorotan. Semua orang yang melawan mu akan mendekam di sel tahanan. Aku melihat wajah risti benar benar kacau dan ketakutan. Dia juga menyalahkan orangtuanya untuk saat ini. Kurasa dia terpukul"


"Biarkan saja. Wanita itu harus belajar untuk mengerti keadaan, bahwa dia tida seharusnya membantu orang tuanya untuk bertindak kejahatan. Dia akan banyak mendapat pelajaran berharga nantinya setelah mendekam beberapa waktu"

__ADS_1


"Ya kurasa kau benar. Kita tunggu putaran waktu mengubah segalanya"


Mobil terus melaju dengan kecepatan penuh, menyusuri jalanan yang hampir setiap waktu selalu ramai di hiasi muda mudi yang sedang jatuh cinta di jalanan. Yas dan Hans benar benar selalu memikirkan bagaimana bisa mereka di jalanan seperti itu dengan penuh cinta. Mereka seperti saling menyukai dan tida kaku ketika bergandengan tangan. Sesekali keduanya juga berpikir haruskah mereka melakukan hal yang sama untuk menghilangkan kecemasan dan kepenatan di satu gedung yang di sebut perusahaan? Sungguh kedua laki laki itu sering berpikir sama dan ingin melakukan hal diluar kendalinya. Namun itu hanya keinginan semata. Sejujurnya mereka tida pernah berani melakukan itu semua.


--**--


Ternyata mobil sudah sampai di rumah. Terparkir tepat di depan pintu masuk utama rumah Yas. Semua pelayan sudah siap menyambut tuannya. Dan Jen seperti biasa, akan melayani Yas dengan sempurna.


"Selamat tuan atas kemenangan mu"


"Terimakasih Jen"


Hans mengikuti Yas di belakang, mengantarkan Yas untuk beristirahat dengan santai malam ini. Namun ada hal yang Yas tanyakan kepada Jen kali ini. Yas teringat Kiara dan akan menanyakannya.


"Jen, apa dia ada di dalam?"


"Maksudmu nyonya?"


"Ah. Iya benar"


"Kurasa nyonya belum kembali"


Yas dan Hans bersamaan melirik jam tangannya. Bagaimana bisa selarut ini Kiara belum kembali juga.


Y "Sungguh"


J "Benar tuan. Kurasa nyonya belum kembali"


H "Apa kau tida bercanda? Ini bukan kejutan atau semacamnya kan? Ini bukan karena kau sedang mempersiapkan sesuatu untuk tuan Yas dan akan mengerjainya kan? Kau tida bersandiwara dengan nyonya bukan?


J "Sungguh sekertaris Hans. Aku tida melihatnya sudah kembali. Dan lagi aku tida melihat nyonya keluar pagi ini. Kurasa dia keluar lebih awal. Dan kupikir nyonya sedang mengikuti tuan Yas ke persidangan hari ini"


Y "Aku tida melihatnya di sana? Apa benar dia ingin menemui ku dan pergi ke sana?"


H "Aku akan menghubunginya. Kau tenanglah dulu"

__ADS_1


Hans mencoba menghubungi nomor Kiara dengan cepat. Raut wajah Yas sudah sangat cemas. Hans sudah sangat mengerti jika kondisinya seperti ini, Hans akan berusaha semaksimal mungkin agar mengetahui dimana keberadaan Kiara, atau Yas akan mengamuk karena rasa cemas yang berlebihan.


Bersambung ...


__ADS_2