
Tida ada yang benar benar membenci sebuah takdir, seseorang hanya terlalu kecewa pada setiap keputusasaan yang telah disiapkan. Padahal tuhan selalu mengaturnya dengan indah, hanya sang sabar yang mampu mendampingi takdir dengan bahagia.
Kiara sudah siap dengan stelan jeans di kakinya, tubuhnya yang ramping dan kakinya yang panjang membuat kaki kiara sangat indah untuk di lihat, atasannya berwarna dusty tanpa kerah dengan lengan seperempat membuatnya tampak serasi sekali di padankan, dengan rambutnya yang terurai lurus berwarna kecoklatan yang panjang sepinggang.
"Aku sudah siap menemui sebagian penduduk bumi di luar sana, doakan semoga hariku penuh dengan ketenangan"
Kiara berargumen pada dirinya sendiri menyeringai kan senyum yang manis pertanda dia sudah siap menyambut hari ini.
Namun saat kiara hendak membuka pintu kiara sangat terkejut dengan kedatangan mobil mewah di depan rumahnya, dan yang lebih menakutkan bahwa kenyataannya sekertaris hans berada di sebelah pintu kiri, berdiri membukakan pintu untuk seseorang di dalam mobil mewah itu.
"Apa apaan sepagi ini berada di depan rumahku membuat darah tinggi saja, aku tida akan keluar membukakan pintu, sial kenapa aku tida cepat pergi tadi pagi"
Kiara cepat cepat menutup gorden rumahnya, dia berlari duduk di kursi meja makan dengan gemetar, pikirannya untuk saat ini bahwa dia tida akan membukakan pintu untuk hans.
'Tok tok tok'
Benar saja apa yang di pikirkan kiara bahwa hans akan mengetuk pintu agar kiara membukakannya. Beberapa kali hans memanggil nama kiara dan mengetuk pintu namun tida ada suara apapun dari dalam rumah, hans kemudian mengurungkan niatnya untuk menemui kiara saat ini, hans kembali ke mobil memberitahukan tuan yas bahwa kiara mungkin sudah keluar beberapa menit yang lalu, kiara yang mengetahui hans telah pergi dengan mobilnya merasa sedikit lega dan bisa keluar rumah untuk pergi ke kampusnya.
__ADS_1
"Aaah sial, benar benar sial, aku jadi akan terlambat sekarang, dasar orang orang bodoh, mau apa dia datang ke rumahku, seharusnya dia memberitahuku terlebih dahulu agar aku bisa keluar rumah dengan sangat pagi, hahaha tapi untungnya aku selamat pagi ini"
Kiara berangkat menuju kampusnya dengan mobil angkutan umum, kebiasaanya adalah mendengarkan musik ketika sedang berkendara, itu mengalihkannya dari rasa bosan saat di perjalanannya, kiara mengatur jadwal untuk bertemu defan hari ini, walaupun kiara hanya akan memandang defan setidaknya dia merasa bahagia untuk datang ke kampus.
Kini dia sudah sampai di depan kampusnya, sesegera mungkin dia berlari untuk mengikuti kelas.
--*--
Kelas kiara telah usai, dia berencana untuk minum kopi di sebuah caffe dekat kampus, defan juga sering berada di sana dengan teman temannya utuk mengerjakan tugas atau benar benar sekedar mengobrol santai dengan bahagia.
Kiara mengirimkan pesan singkat pada bela dengan jelas dan gamblang, tida selang lama bella membalas pesan dari kiara.
"Maaf ki, aku masih ada kelas tambahan, sana sedang mengantar kekasihnya, dia menanyakan kabarmu, kubilang kau seharunya baik"
"Ah begitu ya, yasudah semoga harimu menyenangkan, aku akan berkirim pesan pada sana"
"Ah baiklah, lain kali aku akan menemui mu"
__ADS_1
Kiara mengakhiri pesan singkatnya dnegan bella, kiara mengerti akan kesibukan teman temannya, dia berharap semoga keduanya baik baik saja saat ini.
Saat kiara hendak menyebrang jalan menuju caffe tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat di depannya, dia seperti mengenal mobil itu dan benar itu adalah hans.
"Selamat siang nyonya, mari silahkan masuk dan ikut denganku"
"Aku masih punya urusan jadi tolong jangan ganggu aku kali ini"
"Ini adalah perintah tuan yas nyonya, saya harus membawa anda dengan cara apapun"
"Hei apa tuan mu tida punya pekerjaan, aku sudah bilang aku masih punya urusan, kenapa dia mencampuri urusan pribadiku"
"Nyonya tolong masuklah dan jangan banyak bicara, aku tida ingin melakukan kekerasan padamu, apalagi disini"
Kiara mengikuti apa yang di perintahkan hans dia sadar bahaya apa yang akan terjadi jika ia menolak perintah hans. Sekarang dia menyesal karena hari ini belum juga bertemu dengan defan walau hanya sekedar memandang dari kejauhan.
Bersambung ..
__ADS_1