
"Cepatlah keluar, jangan lupa bilang pada jen untuk membuatkan aku air jeruk"
Pinta yas yang sudah menahan rasa malunya dengan pura pura biasa saja
"Tapi (kiara mengerenyitkan sudut bibirnya tanda dia benar benar merasa malu di hadapan yas pagi itu), tapi apa itu aku yang melakukannya"
Yas mendengus seperti tertawa kecil, dia mengusap dahinya secara terpaksa.
*Sebenarnya apa yang dimaksud wanita ini, lalu aku dengan bodohnya akan bersusah payah membuatnya begitu?*
Yas memekik dalam hatinya, tapi dia sadar kali ini kiara tida membelalakkan matanya ataupun melawan yas dengan ketus saat berbicara, saat ini kiara hanya bertanya dengan sopan.
"Sudahlah tida ada yang perlu di bicarakan, sekarang kau boleh keluar dari kamarku"
Kiara berjalan mendekati yas, dia semakin penasaran apakah tanda merah yang disebut kecupan itu bukan sebuah kebohongan dari yas, kiara ingin memastikan keasliannya.
"Hei apa yang kau lakukan, kau membuatku takut. Jangan mendekat"
__ADS_1
Kiara terus mendesak yas walaupun yas sudah berjalan mundur menghindar dari tangan kiara yang akan merabanya.
"Kau sudah gila ya, dasar wanita mesum"
"Diamlah, aku hanya ingin memastikan jika ini asli atau tida, jangan jangan kau yang membuatnya menjadi seperti ini agar aku merasa malu dan merasa bersalah pada diriku sendiri"
"Astaga, apa kau sudah gila, mengapa aku harus melakukannya, kau pikir aku tida malu jika nanti aku keluar dari kamar ini, apa yang akan orang lain lihat dan apa yang akan mereka katakan tentang diriku, harus ku apakan ini"
"Aah begitu ya, kau benar juga"
Kiara seakan telah sadar dan merasa begitu tertampar, lagi lagi dirinya merasa bahwa ini adalah hal konyol yang amat memalukan. Namun bukan kiara namanya jika dia tida nekat, dia mengagetkan yas dengan dia menyentuh dadanya yas yang begitu sexy.
*Ini benar benar sebuah, tapi apakah benar aku yang melakukannya*
Yas terheran melihat kiara membelalakkan mata karena telah memastikan kecupan yang begitu banyak dari tubuhnya, langsung yas menepis tangan kiara dari dadanya dan bangkit dari jatuhnya.
"Cepat keluarlah, aku harus bersiap ke kantor, biar jen yang menyiapkan bajuku, kau segera keluar dari kamarku"
__ADS_1
Kiara benar benar merasa tida percaya, mengapa dirinya sangat lancang melakukan hal menjijikan itu kepada musuhnya yas.
Apa ini sebuah jebakan pikir kiara ?
Dia langsung menjauh keluar kamar dan menuruni anak tangga dengan piyama handuknya, lalu saat dia sudah mendekati lantai bawah dia melihat jen sedang bersiap menyiapkan sarapan. Dan sorot kiara menangkap hans yang sedang duduk membaca laptopnya di sebuah kursi.
"Selamat pagi nyonya"
"Ah, selamat pagi jen. Yas, tuan, maksudku tuan yas meminta dibuatkan air jeruk hangat dan meminta kau untuk menyiapkan baju kantornya"
"Baiklah nyonya, anda bersiaplah dan sarapan bersama tuan"
"Baiklah jen, aku pergi ke kamar dahulu"
Saat kiara berlalu menuju kamarnya hans dan jen saling bertatap dan sedikit tersenyum, mereka melihat kiara dengan muka merahnya yang manis membuat seisi rumah mengetahui hal seperti apa dan suasana pagi yang bagaimana yang telah di lalui kiara saat itu.
Jen segera melaksanakan perintah yas yang suruh membawakan air jeruk dan menyiapkan baju yang akan yas kenakan untuk pergi ke kantor.
__ADS_1
Jen mendapati tuannya tida ada di dalam, dan jen mendengar percikan air dari dalam kamar mandi, seperti biasa dia akan membereskan kamar tuannya dengan cepat, kali ini jen meminta beberapa pelayan membantunya, agar semuanya terselesaikan dengan sangat cepat, setelah semua beres, mereka kembali turun melaksanakan tugas mereka masing masing.
Bersambung ...