
Hans membawa yas menjauh dari kamar kiara, tentu saja hans ingin membawa yas pulang, kini langkahnya benar benar serentak untuk menuju parkiran mobil bawah tanah.
"Hans mengapa kau menghentikan perbuatan ku untuk mencekiknya"
"Jangan bodoh yas, kau sudah benar benar keterlaluan jika seperti itu"
"Apa! keterlaluan menurutmu! Hei ada apa denganmu hans, kau selalu mendukung ku setiap aku menginginkan sesuatu, tapi kali ini kenapa kau berkata aku keterlaluan. Apa yang aku dengar, kau seperti sedang memarahi ku"
"Kau benar, akan ku lakukan apapun demi dirimu, tapi tida untuk membunuh orang atupun menyaksikan kau membunuh seseorang, terlebih dia adalah wanita, dan dia istri sah mu"
"Benar benar menjijikan kau ini, Aku benar benar kehilangan kesabaran untuk kali ini, apa menurutmu aku harus diam saja di perlakukan seperti itu oleh wanita serendah dia"
__ADS_1
"Kau seharusnya mengerti kenapa dia bersikap seperti itu"
"Mengerti ? Kau mau aku pukul hans"
"Dengarkan aku, setidaknya kau harus mengerti tentang perasaanya, kita berdua memang tida pernah mengenal wanita yang benar benar kita anggap sebagai wanita, wajar saja jika dia menganggap kita gay, kau terlalu kaku dan aku pun sama, kita benar benar pasangan serasi bukan?"
Yas benar benar memandang hans dengan pandangan keheranan dan jijik karena hans mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang serasi.
Kali ini yas benar benar merenung mendengar ucapan hans sebagai sahabatnya, hans selalu bersikap seperti seorang sekertaris dan anjing yang patuh kepada pemiliknya jika di hadapan semua orang, ada sesuatu yang mereka bicarakan ketika mereka hanya berdua saling berbicara layaknya seorang laki laki dewasa, terkadang hans memarahi yas yang selalu bersikap seenaknya. Hans melanjutkan berbicara dengan nada sedikit pelan.
"Maafkan aku, aku terlalu lancang dan banyak bicara, tapi mengertilah, jangan sampai kau ingin membunuhnya"
__ADS_1
"Aku tida benar benar menginginkannya hans, aku hanya membencinya karena dia selalu membenci diriku"
"Tenanglah, akan ku atasi permasalahan ini"
"Biarkan dia, jika dia ingin bercerai akan ku lakukan, biarkan dia mendapat apa yang seharusnya dia dapat, serahkan saham 2,5% dari perusahan inti, itu sudah kesepakatan jika kita bercerai"
"Dan kau akan memasukan dia kedalam penjara atas dasar perselingkuhan dengan deff untuk waktu sekitar 6 bulan agar dia tida dapat menyelesaikan tugas akhir semesternya, lalu kau membuatnya menderita setiap harinya dengan dia harus di kejar kejar oleh semua wartawan? Ayolah yaaas, ini tida semudah yang kau pikirkan, aku akan membereskan ini, sabarlah"
Yas terdiam, benar benar tida sepatah katapun keluar dari mulutnya, dia memikirkan surat perjanjian yang telah di tanda tanganinya 5 bulan yang lalu, perjalanan pernikahan ini benar benar membuatnya menderita, dia ingin mempertahankannya sampai kiara membuka sedikit hati untuknya, dia hanya sekedar ingin sebuah pertemanan, namun kiara benar benar wanita yang lugu dan mungkin bodoh, tida sempat berfikir untuk menikmati kemewahan yang telah yas berikan, tida berusaha merebut simpati yas yang sudah begitu menonjol, dan tida pernah menginginkan sedikitpun untuk berbaikan dengan laki laki bernama yas, kiara adalah pendendam yang amat baik, dia menyimpan semua kenangan buruk yang telah yas perbuat padanya, sehingga kata maaf sulit sekali dia berikan pada yas. Jangankan berfikir untuk menjadi temannya, untuk berbicara sajah kiara tida tahan dengan sekala waktu kurang dari 5 menit.
Bersambung ...
__ADS_1