HIDUPKU

HIDUPKU
Wedding (part2)


__ADS_3

Kiara tersadar dari ketakutannya, karena sebuah ketukan pintu, membuatnya sedikit merasa lebih lega, karena ternyata ada org yang benar benar menyelamatkan dia dari tatapan yas yang kejam saat ini. Di balik pintu, ada sekertaris hans yang memanggil kedua mempelai untuk menemui para tamu undangan.


"Permisi tuan, semua tamu sudah datang, mereka siap menemui anda"


"Baiklah hans, aku akan turun sekarang juga"


Yass menggandeng kiara dengan penuh senyum ,dia pandai sekali bersandiwara didepan semua orang. Satu persatu anak tangga di lewati dengan anggun nan mempesona. Kiara benar benar seperti seorang ratu malam ini. Namun sejujurnya tida ada senyum dalam raut wajahnya, hanya tatapan kosong dan hati yang ketakutan menyikapi semua orang dalam pesta.


Semua orang yang berada di pesta mengira bahwa kiara adalah orang yang sangat beruntung menjadi pendamping yas kala itu, kiara dilihat dengan tatapan sinis tatapan benci tatapan marah bahkan ada yang menyindirnya bahwa dia hanya menginginkan harta yas saja.


"Terimakasih untuk semuanya yang telah hadir di acara kami yang sangat berbahagia ini, aku sangat beruntung memiliki dia sebagai istriku. Jika belum ada yang mengenal namanya aku beritahu saat ini juga. Namanya adalah kiara, aku benar benar memujanya dengan sangat luar biasa"


Yas memberikan sambutan yang sangat meriah, membuat semua tamu yang hadir dalam undangan sangat histeris dan penuh dengan haru, menurut mereka yas adalah orang yang romantis lembut dan perhatian.

__ADS_1


Lalu setelah yas, kini giliran kiara yang berbicara. Namun lagi lagi dia merasa tertekan dengan tatapan para manusia yang membencinya. Dia gugup dan gemetar, lalu yas merangkulnya dengan tegas, mendekapnya dengan paksa dan berbisik.


*Bodoh, dasar wanita ******, jangan sampai kau mempermalukan ku*


Sontak saja kiara menatapnya dengan wajah tegang, membuat semua orang terheran apa yang sedang mereka bicarakan, mengapa mempelai wanita terlihat sangat ketakutan. Lalu dengan cepat kiara mengerti tatapan yas yang begitu tajam agar dia segera menyampaikan sesuatu kepada semua orang.


"Ah maafkan aku, aku sungguh gugup. Lalu karena aku tida pandai bicara seperti tu"


"Ah maksud ku, suamiku"


Kiara melanjutkan pembicaraannya yang terpotong tadi.


"Yah, memang aku tida pandai bicara di depan banyak orang seperti suamiku, karena ini baru pertama kalinya untuk diriku, suamiku adalah orang yang hebat, sedangkan aku jarang sekali bertemu dengan orang orang penting di hadapanku, lalu terimakasih karena telah menyempatkan waktu untuk memberikan do'a kepada kami, dan semoga kalian menikmati pestanya"

__ADS_1


Dengan gugup kiara menghentikan pembicaraan itu yang di tutup dengan tepukan tangan yang sangat meriah dari para tamu undangan.


Kemudian semua orang tengah menantikan ciuman pertama dari kedua pengantin itu, kiara tida mengetahui akan ada statemen yas menciumnya. Ini benar benar di luar dugaan kiara, dengan tenang yas benar benar menciumnya dengan lembut. Sepertinya yas benar benar memberikan seluruh cinta yang ada pada dirinya untuk kiara.


Kiara sontak saja kaget dan ketakutan, matanya terbuka lebar dan melihat wajah yas dengan sangat dekat, yas benar benar mencium bibirnya yang manis. Kala itu yas langsung memejamkan matanya dengan lembut membuat kiara salah tingkah harus berbuat apa. Lalu dengan sengaja yas menarik pinggang kiara yang ramping untuk didekapnya, lalu di biarkan menempel dengan tubuhnya yang indah, sampai sampai bunga yang sedang di bawa oleh tangan kiara terjatuh ke lantai.


Yas benar benar menikmati ciuman itu untuk beberapa waktu yang cukup lama. Dia merasakan bibir kiara yang benar benar lembut dan tebal, dia seperti teringat gairahnya malam itu. Setelah tersadar, yass melepaskan tubuhnya yang berdempetan dengan kiara secara cepat, dia segera membuka matanya dan melihat kiara yang masih saja melongo terheran melihat tingkah yass.


Semua orang yang berada di ruangan bersorak gembira, ada yang terharu iri dan juga marah, wartawan dengan cepat mengambil momen langka itu, memotret di berbagai sudut dengan sempurna, sampai semua orang terus saja memberikan tepukan tangan yang meriah.


Hari itu semua orang benar benar merasa kiara adalah orang yang sangat bahagia bisa berdampingan dengan seorang konglomerat bernama ilyas gunawan.


Bersambung ..

__ADS_1


__ADS_2