
Hans segera pergi menemui tuan yas yang sudah cukup lama menunggunya, dan kemudian menuntun yas untuk segera masuk kedalam mobil.
"Hans apa yang di katakan dia"
"Dokter hanya mengatakan anda terkejut saja tuan, itulah mengapa detak jantung anda berdetak lebih cepat dari biasanya. semua kondisi baik, namun tetap dokter memberi resep obat agar anda lebih tenang nantinya"
Yas hanya terdiam tida menampik pernyataan hans, mobil dibiarkan melaju dengan kecepatan sedang menuju kantor.
Disisi lain dalam rumah kiara masih kebingungan dengan apa yang di sampaikan oleh hans, benarkah jika tuan yas yang memangku nya tadi malam ?
"Jen"
"Iya nyonya, apakah anda perlu sesuatu"
"Jen apakah kau tau semalam siapa yang mengantarkan ku ke kamar?"
"Tuan yas yang mengantarkan anda nyonya"
__ADS_1
"Benarkah, jadi hans tida berbohong"
"Benar nyonya, sekertaris hans mengatakan jika sebenarnya dirinya yang ingin mengantar anda kedalam kamar, namun tuan yas meminta pada hans agar dia saja yang mengantarkan anda"
Kiara hanya melongo tida percaya, tubuhnya benar benar merasa lemas dan ingin jatuh, kiara berpikir kenapa malah yas yang mengantarnya, apakah yas melakukan sesuatu terhadapnya tadi malam?
*Ini benar benar keterlaluan, dia mengambil kesempatan dalam kesempitan, aku tida akan membiarkan mu menyentuh ku lagi tuan, sudah cukup, aku hanya ingin melakukannya dengan seseorang yang aku cintai, aku benar benar ingin marah rasanya*
Kiara pergi meninggalkan jen dalam keadaan lunglai, kiara masih saja berdecak benci dalam hatinya, kiara berjalan menuju kedalam kamar lalu merobohkan tubuhnya keatas tempat tidur, memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi menerpa dirinya.
Tida terasa matahari sudah mulai meninggi, kiara sudah bersiap untuk memulai harinya, hatinya kacau namun sekolahnya tentu tida harus kacau, karena masa depan tetap harus di hadapi.
Ta lama kiara sudah sampai di kampus, masih ada waktu sekitar 15 menit untuk masuk kelas. Kira berencana akan mengambil sebotol minuman dalam mesin otomatis, dia akan sejenak menenangkan pikiran dari kepenatan ya g dideritanya.
"Hai ki"
"Bella"
__ADS_1
Kiara terkejut sebab bisa bertemu bela dalam keadaan seperti ini, mereka sangat bahagia satu sama lain, lalu dengan cepat bella menarik lengan kiara agar mereka bisa duduk dan mengobrol.
"Sudah sangat lama, aku mencemaskan mu ki"
"Aku selalu menghubungimu dan sana, tapi sepertinya kalian berdua sangatlah sibuk, apakah memang seperti itu?"
"Kau benar, kita selalu mendapat kelas tambahan kesebuah museum dan lainnya, aku pun sangat penat dengan kegiatan ini"
Kiara hanya mengangguk pertanda dia menyetujui perkataan bela.
"Apakah kau baik baik saja ki, apakah pernikahan mu berjalan lancar? Kau tau semua orang tida percaya bahwa kau adalah seorang istri konglomerat, gaun mu terpajang di semua majalah fashion, cincin pernikahanmu di ulas sangat detail di sebuah program televisi dan belum lagi semua pemberitaan menyoroti bisnis tuan yas, kau sangat beruntung"
"Bell berjanjilah agar semua orang tida pernah mengetahui bahwa akulah kiara yang berada di sanah, cukup hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Aku akan tetap menjadi kiara si miskin di dalam kampus dan menjadi kiara si istri konglomerat jika dia membawaku kesebuah pertemuan"
"Kenapa harus seperti itu, kau adalah wanita yang beruntung, mengapa semuanya di tutup tutupi"
"Kau tahu sendiri jawabannya, aku tida akan pernah mungkin dicintai oleh seorang tuan yas, dan aku pun tida akan mungkin mencintai dia. Kau kan tau aku sudah menaruh hatiku pada satu pria"
__ADS_1
"Kau ini sungguh bodoh ki, bersikap manis lah pada tuan yas dan seolah olah kau cinta pada suamimu walaupun kenyataan nya tida. maka hidupmu akan baik baik saja. Apa yang kau harapkan dari deff, orang tuanya tida akan pernah menyetujui hubunganmu, lihatlah dirimu siapa? Lalu setelah mereka mengetahui kau adalah istri dari tuan yas apa yang akan mereka lihat, mereka hanya memandang mu sampah dengan perasaan jijik. Sadarlah ki, jangan terlalu bodoh dan ceroboh, pikirkan hidupmu, jangan hanya karena sebuah perasaan yang kau anggap cinta kau mencelakai hidupmu"
Bersambung ...