HIDUPKU

HIDUPKU
END 'Cinta yang kembali'


__ADS_3

Hans sangat cemas, dia benar benar mencari Yas dengan tangannya sendiri saat ini, dia harus menjadi mempelai pria untuk Sofia dan juga sahabat yang baik untuk Yas. Hans kesal dan marah, namun dia juga cemas dan kasihan pada Yas. Entah mengapa situasi ini harus datang disaat yang tida tepat.


Hans menemukan Yas. Dia sedang duduk termenung dibawah tanah dan menangis, Hans pikir Yas terlalu banyak minum dan kelelahan, karena disana juga terdapat pecahan dari gelas yang berisi Anggur (minuman).


"Ada apa denganmu? Sudah kukatakan nikmati pestanya dan bersenang senang. Apa kau tida bisa melupakannya sehari saja Yas? Apa tida bisa untuk malam ini saja sebagai sahabatku kau menghormati aku? Aku sungguh lelah dan muak Yas, tapi kau satu satunya keluarga yang aku miliki. Bagaimanapun aku tida bisa mengabaikan mu"


Hans setengah berteriak pada Yas, tapi percuma saja rupanya, Yas masih menangis tersedu sedu dan tida merespon apa yang telah sahabatnya katakan.


"Bangunlah"


Hans merangkul Yas. Membuat dia berdiri kembali dan akan mengantarnya untuk beristirahat.


"Hans aku benar benar menemukannya kali ini"


"Diamlah. Kau mabuk"


"Apa kau tida percaya padaku kali ini?"


"Sadarlah Yas. Sudah 2 tahun dia menghilang dan kau masih seperti ini. Lalu dengan mudahnya kau mengatakan dia kembali. Apa kau ingin mempermainkan sahabatmu?"


Yas melepaskan rangkulan Hans. Dia menatap hans dengan tangisannya.


"Aku akan membuktikan padamu jika perkataan ku benar. Aku akan membawanya kehadapan mu Hans"


Yas segera berlari menjauhi Hans yang sedang berdiri di sisinya tadi. Hans ingin mengejarnya, tapi Hans sudah sangat kesal dan geram, dia membiarkan Yas berlari dan membuktikan kata katanya.


"Apa yang akan dia buktikan? Tuhan tolong aku kali ini saja. Jangan sampai Yas mengacau di pestaku"


Yas kembali masuk kedalam pesta dengan wajah yang panik dan berharap. Dirinya sendiri kesal saat ini, mengapa dia tida menahan gadis itu dan menunjukkan hati kaku dan dinginnya, mengapa Yas tida menahannya dan mengancamnya, mengapa Yas hanya diam dan terpaku menerima kekacauan hatinya saat dia merasa tida dapat menerima sebuah kenyataan.


*Dimana dia?*


*Aku akan menemukanmu*


Semua orang memperhatikan Yas, melihat apa yang sedang dia lakukan di pesta seperti ini. Rumor selau mengatakan Yas kacau jika sedang banyak orang, apalagi jika banyak perempuan, dia tida bisa menahan dirinya dan terus mencari seseorang pemilik nama Kiara selama 1 tahun saat memulai kebangkitannya.


Sofia mulai cemas. Dimana Hans saat ini, kenapa dia tida menghentikan Yas seperti biasa dan membawanya menjauh dari pesta malam ini.


Yas masih kebingungan dan terus berusaha menemukan sosok wanita itu lagi, yaitu wajah milik Kiara saat dia melihatnya tadi, yang membuat dirinya semakin menggila dan tida dapat menahan diri. Entah ini kebetulan atau takdir tuhan, Yas juga merasa sangat tertarik padanya walau dia tida melihat wajahnya terlebih dahulu kala pertamakali melihatnya.

__ADS_1


"Apa kau mencariku"


Suara itu, suara yang baru saja dia dengar sesaat, namun mampu mengingatkan dia pada sosok Kiara yang dahulu bersamanya. Suara itu muncul dari balik punggung Yas, namun lagi lagi Yas gemetar dan kaku, sekujur tubuhnya terasa lemah dan tida berdaya, dia ingin sekali memastikan suara itu, memastikan bahwa dialah Kiara. Kiara yang telah kembali dan akan bersamanya lagi saat ini. Yas juga ingin menunjukkan pada sahabatnya dan seluruh dunia, Bahwa dia tida pernah salah dengan perasaanya, bahwa memang saat ini kekasihnya ada di dekatnya.


Hans sudah kembali kedalam pesta dengan napas yang tida beraturan. Dia mengejar Yas mencari kesana kemari dan sekarang dia melihat Yas. Ditengah tengah kerumunan orang, Yas sedang mematung, membiarkan wanita yang berada tida jauh di belakangnya kembali bersuara.


Hans melangkah maju, mendekati mereka yang tengah jadi sorotan orang banyak, Sofia sudah terlihat sangat cemas, akankah pestanya kacau begitu saja?


Tapi apa yang di lihat Hans, dia sungguh tercengang, bahkan membelalakkan kedua bola mata dengan rasa tida percaya, dia menutup mulutnya yang sudah terbuka lebar karena terkejut, benarkah apa yang dia lihat kali ini. Benarkah wanita yang sekarang sedang dalam pandangan matanya adalah sosok pemilik nama Kiara?


Yas memberanikan diri. Dia berbalik dan melihat suara yang telah memanggilnya sedari tadi. Dan seketika, debaran jantung yang sudah sangat kacau, tubuh yang semakin melemas dan kaku, seluruh pemikirannya tida dapat di kendalikan dan di gunakan dengan baik. Yas bernapas dengan berat, dia meneteskan air mata untuk kesekian kalinya. Betapa dalamnya rasa itu pada sosok Kiara, betapa rindunya Yas pada pemilik nama itu, betapa rapuhnya Yas saat sudah berhadapan dengan wanitanya yang sudah sangat lama dia nantikan.


Yas melangkah gontai, menatap dengan lekat wanita yang ada di hadapannya, dan memberanikan diri untuk menghampirinya. Sekarang mereka berhadapan, saling memandang satu sama lain, namun Yas merasakan hal berbeda. Wanita yang ada dihadapannya seperti tida memiliki perasaan apapun saat ini, maka dari itu Yas bertanya memastikan.


"Siapa namamu?"


Yas bertanya dengan gugup, di saksikan banyak orang dengan pandangan keheranan. Hans sudah bergetar hebat, bagaimana mungkin sosok itu kembali dengan sempurna setelah sekian lama. Hans sudah tida kuat dengan keadaan sekujur tubuhnya yang melemas kala itu.


"Kiara. Namaku kiara. K I A R A"


Yas mengambil tubuh itu, mendekapnya dengan cepat tanpa ragu. Yas tida memikirkan ini adalah sebuah pesta sahabatnya, dia tida bermaksud untuk mengacau. Keadaan ini mendesak, membuat Yas kehilangan kendali dan harus berbuat demikian.


Yas berbisik sembari meneteskan air mata dalam pelukan itu. Suasana jadi sangat ramai oleh tepuk tangan para tamu pesta. Mereka merasa moments ini tida ditolak oleh si wanita. Maka dari itu, semua tamu menganggap ini adalah hal yang romantis.


Sofia bernapas lega. Akhirnya suasana pesta tida kacau dan malah membuat haru bahagia. Hans sudah mulai mengendalikan tubuhnya dan ikut bertepuk tangan dengan gembira. Walau dia masih heran dan tida menyangka pada wanita itu. Apa dia benar benar Kiara?


"Baiklah. Aku sudah menjawab pertanyaan mu kali ini. Jadi bisa kau lepaskan aku sekarang?"


Kiara bertanya pada Yas, dengan nada yang terbilang santai dan tanpa rasa Takut.


Semua orang sudah kembali berpesta, kembali dengan urusannya masing masing, bahkan ada yang menikmati pesta dengan berdansa. Kini Kiara dan Yas tida lagi menjadi sorotan semua orang.


"Aku tida ingin melepaskan mu"


"Aku akan memaksamu melepaskan tubuhku jika begitu"


Yas semakin memperkuat pelukan dalam tubuh kiara, dia sama sekali tida mendengarkan Kiara yang ingin berbicara dan mengajaknya berdialog.


Hans datang dengan sofia dan menghampiri mereka yang masih terikat satu sama lain oleh tangan kekar Yas.

__ADS_1


H : "Ini sungguh luar biasa. Apa ini kejutan dihari pertunangan ku. Atau ini termasuk hadiah untuk ku karena melihat kebahagiaan sahabat ku?"


S : "Selamat Yas untuk kembalinya kekasihmu. Dan selamat datang untukmu Kiara"


K : "Terimakasih. Tapi bisakah Hans menyuruh orang gila ini melepaskan tangannya dari pinggangku. Aku sangat malu berbicara jika seperti ini"


Y : "Apa aku orang yang bodoh? Tentu saja aku tida akan melepaskan pelukan ini. Walau kau menangis aku tida peduli. Kau tida tau betapa sekaratnya aku selama 2 tahun ini"


H : "Sudahlah terserah kau. Aku tida peduli apa yang ingin kau lakukan. Tapi, jangan kacau kan pestaku kali ini. Aku mohon"


Y : "Hans, minta semua pengawal menjaga wanitaku dengan ketat, jangan sampai hilang pandangan walau hanya satu detik. Aku akan memenggal kepalamu jika kekasihku pergi lagi"


K : "Dasar laki laki bodoh. Aku sedang bersamamu. Bagaimana mungkin aku bisa pergi saat ini?"


Hans dan Sofia hanya tertawa kecil. Mereka juga telah meninggalkan kedua manusia yang berbahagia itu. Hans memberi ruang agar mereka dapat banyak bicara dan bercerita. Yas juga tida akan membiarkan Kiara melangkah sedikitpun lagi dari hadapannya.


"Apa kau tida ingin berbicara denganku lebih banyak di tempat yang cukup tenang?"


"Apa kau sedang merayuku agar aku tida melakukan sesuatu padamu atas kesalahanmu 2 tahun ini"


"Jika kau melakukan sesuatu yang tida aku suka. Bisa saja aku pergi lebih lama dan membuatmu mati perlahan"


Yas melonggarkan pelukannya yang sangat erat dari kiara, dan mengatakan satu hal pada kiara.


"Daripada itu, lebih baik aku mati di hadapanmu saat ini, aku benar benar akan menyerah nantinya"


Kiara membekap mulut Yas dengan tangan kirinya yang telah ia letakan di dada Yas sedari tadi. Dan yas memegang tangan kiara dan diletakan di dadanya kembali sembari berkata.


"Jangan pernah mengatakan kau akan pergi dan meninggalkan aku lagi. Sungguh aku tida bisa menahan dan bersabar untuk yang kedua kalinya. 2 tahun sudah sangat lama, mungkin membayangkannya saja kau tida akan pernah bisa. Tapi aku, aku bersabar untuk hari ini. Aku terus menyemangati diriku sendiri dan yakin bahwa kau akan kembali kedalam pelukanku. Jangan kau buat aku menangis sendirian lagi, itu sungguh menakutkan. Aku ingin selalu bersamamu apapun yang terjadi. Bahkan setelah aku mati, aku akan meminta dirimu yang menemani aku"


"Terimakasih kau sudah membuktikan satu hal padaku. Yakni Kesetiaan layaknya seorang lelaki sejati. Terimakasih karena masih menyimpan bayanganku didalam mata mu, Masih menyimpan namaku didalam dasar hatimu yang terdalam. Terimakasih untuk penantian panjang yang sangat melelahkan ini, dan kau selalu bersabar untuk itu. Terimakasih Yas. Maafkan aku untuk semua yang telah aku lakukan"


Kiara meneteskan air mata. Rasa ini sungguh tida sanggup dia bendung lagi, hati yang benar benar suram sekarang perlahan menemukan satu tempat untuk merawatnya kembali.


Mereka berdua melebur kasih dalam ciuman mesra dalam bibir manisnya. Sudah sepantasnya mereka melakukan hal itu, Rindu yang sudah tida dapat diutarakan, akan terobati dengan satu ciuman mesra. Karena sejatinya tida ada yang bisa mengalahkan sakitnya RINDU.


Dan malam itu, yas percaya akan HIDUP nya yang indah. Semua luka yang pernah ada menjadikan dia layaknya seorang lelaki sejati. Penantian, kesabaran, kesetiaan, bekerja keras, hati yang lapang, dan juga Cinta, adalah satu hal yang menarik yang perlu dihargai di dalam sebuah kehidupan.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2