
Sebenarnya yang pertama kali melihat mereka akan berciuman adalah yas, kala itu yas sedikit membukakan pintu perlahan karena takut membangunkan istirahat kiara. Juga karena yas berfikir tida ada suara sedikitpun dari dalam ruangan, yas sangat cemas jika kedatangannya akan mengganggu. namun bukan hanya kiara yang ia lihat, bukan tubuh kiara yang sedang berbaring istirahat yang yas lihat, melainkan 2 manusia di dalam ruangan yang hendak berciuman. Yas langsung memalingkan mukanya dan menghindar satu langkah ke belakang, hans yang melihat keadaan itu penasaran, apa yang membuat yas sampai menunjukan ekspresi tercengang seperti itu, hans melihat bahwa kiara akan berciuman dengan deff, sontak dengan amarahnya hans sengaja menendang pintu dengan benar benar keras. Dan benar saja mereka yang di dalam merasakan kaget yang luar biasa. Belum lagi deff yang melihat ada yas yang berdiri di sana, sudah sangat jelas terlihat bahwa deff mengetahui yas adalah suami sah secara negara untuk kiara, tangan dan tubuh deff gemetar, suhu tubuhnya seperti menggigil kedinginan, entah apa yang akan di jelaskan pada kedua laki laki dihadapannya, namun deff mencoba untuk tetap tenang.
Yas melangkahkan kaki menuju ranjang kiara, dengan perlahan yas mencoba berfikir agar dirinya terlihat baik di hadapan deff, agar deff tida mencurigai pernikahan yas, agar yas yang dapat menuntut deff lain kali.
"Maafkan aku telah mengagetkan mu, mungkin sekertaris ku tida terbiasa melihat org lain bersama dengan istriku, kita pernah bertemu sebelumnya bukan? Di pesta saat pernikahanku, kau adalah anak dari sekertaris yohans bukan?"
"Benar tuan, saya deffan"
"Aaah benar, namamu deffan, ayahmu akan sangat bangga padamu karena kau berteman dengan seorang istri yas gunawan, apakah mereka sudah mengetahui pertemanan mu?"
'Deg' hati deffan benar benar merasa terpukul, dia tau perkataan yas bermaksud ancaman, deff juga tahu bahwa yas sudah melihat semuanya, bagaimana ini agar semua bisa di jelaskan.
"Hans, kurasa deff sudah selesai dengan istriku, tolong antarkan dia dengan selamat, aku ingin berbicara dengan istriku, aku tida mau ada orang lain yang mengganggu"
__ADS_1
"Baik tuan, silahkan tuan deff mari ikut saya"
Suara yas terdengar sangat tegas mengusir deff dari ruangan itu, kiara hanya bisa bersikap cemas dan bingung, dia tida akan mampu melerai pertengkaran yang berlangsung, kiara ingin sekali pergi menyusul deff yang telah di bawa pergi oleh hans. Namun tangan kiara di cengkram dengan keras oleh yas, kiara melihat mata yas yang benar benar marah padanya, ketakutan ini mengapa harus datang lagi pada dirinya, kenapa tatapan mata itu benar benar menakutkan, menusuk jantung kiara dan membuat tubuh kiara bergetar lemas ketakutan.
Hans sudah sangat mengerti dan hapal apa yang harus dia lakukan, memastikan semua berjalan dengan terencana adalah keahliannya. Semua sudah dalam dugaan hans, semua ini akan berlanjut, semua ini akan terjadi, hans sudah mengantisipasinya dan akan memberikan ide ide gila mengenai hal ini.
Kembali kepada ruang rawat kiara, di sana yas masih terlihat dalam keadaan sangat marah pada kiara.
"Sudah selesai bermain mainnya"
"Kau sungguh ingin bercerai? Sungguh sungguh hah, sampai kau berani berciuman di depan wajahku yang masih menjadi suamimu"
"Aku tida berciuman, hans mengagetkan ku"
__ADS_1
"Ekhm"
Mata yas mengalihkan pandangan seolah dia mengerti maksud kiara.
"Jadi kau sangat menginginkan ciuman itu, sampai kau menyalahkan hans"
"Jika ia, apa hak mu"
"Baiklah, mari kita bicarakan hak untuk sekarang, aku lebih berhak atas dirimu dibanding siapapun, kau paham! Aku adalah suami sah mu secara negara dan agama, tapi aku tida pernah mendapat apa yang seharusnya aku dapatkan darimu"
"Jangan bodoh, kau memang berhak tapi bukan berarti aku akan selalu tunduk padamu yas, aku sudah katakan aku tida mengandung anak mu, jadi mari kita bercerai"
"Kau yakin atas perkataan mu, biar ku perjelas lagi, dalam surat yang sudah di tandatangani, jika aku menceraikan mu karena memang kamu tida mengandung anak ku aku akan berikan saham 2,5% untuk mu, dengan syarat pernikahan itu harus mencapai 1 tahun, namun jika pernikahan itu kurang dari satu tahun maafkan aku, aku harus memasukan mu kedalam sel tahanan atas kasus penipuan Dan pemerasan harta berupa saham, jadi aku sarankan bertahan lah 6 bulan lagi jika kau tida ingin masuk dalam sel tahanan"
__ADS_1
Bersambung ...