
Hari ini yas berencana untuk berkunjung ke makam orang tuanya. Dia merasa bahwa hatinya sangat gelisah karena akan melangsungkan pernikahan yang menurutnya ini hanyalah sebuah lelucon.
Jam menunjukan pukul 09.15, yas sudah siap dengan stelan jas hitam dan kacamatanya. Bunga yang hans belikan sebagai cendramata untuk kedua orang tua yas, kini di terima oleh yas dengan wajah yang gembira. Yas seperti tersadar akan ada orang yang selalu perhatian terhadap kedua orang tuanya selain dirinya.
"Hans semua tentang gadis jelang itu apa semuanya sudah beres?"
"Tentu tuan, saya sudah menyelidikinya dengan baik"
"Menurutmu apa ini akan berjalan sesuai rencana"
"Kita hanya perlu memastikan bahwa dia benar benar sedang mengandung atau tida tuan"
__ADS_1
"Bagaimana jika dia pernah tidur dengan laki laki lain setelah malam itu. kau kan sudah melihat ada laki laki yang menunggunya kemarin"
Hans mengerti bahwa tuannya butuh jawaban yang sangat rinci dan jelas yang juga tida akan membahayakan dirinya nanti untuk kedepannya.
"Kiara adalah anak semata wayang. ayahnya meninggal 2 bulan yang lalu bertepatan dengan meninggalnya tuan gunawan, ibunya meninggal sewaktu dia berusia 6 tahun, sejak kecil gadis itu sudah mandiri dan membanggakan ayahnya. Sebelum ayahnya meninggal 2 bulan yang lalu, ayahnya sempat mempunyai seorang istri. Selama 3 tahun pernikahan, dia tida mempunyai anak dari istri keduanya. Namun ibu tirinya kini pergi karena harus mencari uang untuk menghidupi dirinya sendiri, dia tida bertanggung jawab atas kiara sebagai anak tirinya. Kiara masuk di universitas swasta lantaran beasiswa, dia berteman dengan satu anak laki laki bernama sana, adik dari tuan tomi. dan satu gadis perempuan bernama bella, anak angkat dari dr.Yudi yang bekerja di rumah sakit pusat kota. Selama dia hidup menjadi seorang gadis dia hanya mengenal satu, atau dua pria yang dekat dengannya, yaitu tomi dan sana. Namun dia ternyata menyukai seseorang selama 3 tahun lamanya, yang bernama deffan. anak dari tuan yohan, sekertaris direktur di cabang kantor pusat D. Hanya baru baru ini dia dekat dengan laki laki itu tuan, dan saya sudah memastikan bahwa dia belum pernah berpacaran apalagi tidur dengan laki laki lain. kecuali pada waktu"
Hans tida berani melanjutkan pembicaraannya, ia sadar perkataanya akan menyinggung tuan yas. Dengan sadar yas paham apa yang di katakan oleh sekertaris nya itu, dia hanya terdiam dan seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Maafkan saya tuan saya telah lancang kepada anda"
"Terimakasih tuan untuk pujiannya, saya akan bekerja lebih keras untuk anda"
__ADS_1
Orang seperti hans tida akan pernah bangga dengan pujian, semakin atasannya memuji semakin berat tanggung jawab yang harus dia terima, dan tentu harus semakin sedikit kesalahan yang harus dia lakukan.
Kini mobil mewah itu telah sampai di sebuah pemakaman umum kedua orang tuanya yas. Ada segelintir orang yang sedang berkunjung di sana. Memang tida ramai, hanya terdengar suara panjatan do'a dan kerinduan dari orang yang datang ke pemakaman.
"Selamat pagi yah, bun. Aku sangat merindukan kalian"
Yas menundukkan kepalanya menahan isak tangis yang tida mau di dengar orang lain. sementara hans berdiri sedikit menjauh dari yas agar tida mengganggunya berdialog dengan mendiang kedua orang tuanya.
"Ayah, bunda, lusa aku akan menikah. Kalian tau, aku sangat membenci takdir kehidupan ku yang seperti ini. Pengantin wanita itu bernama kiara, sejujurnya aku tida pernah menyukainya, hanya karena sebuah alasan aku menikahinya. Apa kalian marah terhadapku? Atau malah sebaliknya, kalian akan menyukai dia dan menganggap dia sebagai menantu jika kalian masih ada. Ah tentu saja kalian akan memarahiku terlebih dahulu bukan, jika aku benar benar hanya ingin mempermainkannya. Aku merindukan kalian berdua, duniaku benar benar hampa saat ini"
Tangis itu benar benar pecah dalam kerinduan pada kedua orang tuanya. Yas benar benar bersedih atas semua takdir yang terjadi.
__ADS_1
Setelah yas merasa benar benar tenang, dia bangkit dan menemui hans, memintanya untuk membawanya kembali ke rumah agar bisa menenangkan pikiran sejenak. Dikarenakan lusa dia harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya akan menikahi seorang gadis yang entah bagaimana dia merasa terjebak sendiri dalam hal ini.
Bersambung ..