
Mobil deff terparkir sempurna di parkiran sebuah caffe, kiara melihat bahwa bella benar telah menunggunya, di dalam sana, terlihat sana sedang menemani bella.
"Maaf jika ucapan ku membuatmu tida nyaman, lupakanlah, aku telah hilang kendali, maafkan aku ki"
"Ah def itu bukanlah kesalahan, aku sudah memaafkan mu"
"Kau tida tersinggung bukan"
"Ah deff, aku harus turun sekarang, terimakasih telah mengantarku"
"Mm, apa aku boleh bergabung"
"Ah" "yah, tentu"
Deff memutuskan untuk ikut bergabung bersama kiara di dalam caffe, terlihat sana dan bella sangat terkejut melihat kedatangan kiara dengan deff yang berjalan bersama. bagaimana mungkin kiara melakukan itu, bagaimana bisa kiara yang sudah menikah dapat berjalan dengan laki laki lain, namun ada yang lebih mengagetkan ketika kiara masuk kedalam caffe, dia benar benar mendengarkan semua orang di seluruh caffe membicarakan dirinya, apa yang sebenarnya terjadi selama satu minggu ini, apa yang membuat semua orang menatapnya, apa karena deff, apa ini hanya perasaan dirinya saja yang baru melihat dunia luar.
"Hai bell, hai san"
"Hai kii"
Sapa kedua temannya secara serempak
"Ah ku kenalkan padamu, dia bella, dan dia sana, kalian tida keberatan bukan aku membawa temanku juga"
"Ah hai, kau deff bukan, aku sana"
__ADS_1
"Aku bella"
"Ah senang bertemu kalian"
Mereka terlihat sudah akrab dan tida canggung, kiara tanpa ragu langsung duduk dan memesan secangkir mokhachino untuk di seruput bersama kedua temannya.
"Apa kau satu jurusan dengan kiara"
"Ah yah, kau bukankah adik dari ka tomi pemilik barr skye"
"Aah benar, kau tau tentang itu"
"Ah kebetulan ayah ku selalu mengurus penyewaan tempatnya, gedung itu dibawah kepemilikan OT grup bukan"
"Kau benar benar hebat, apa sebelumnya kau pernah melihatku"
Sana dan deff larut dalam obrolan yang cukup hangat, anak lelaki memang mudah bergaul tentunya, kiara yang mengetahui akan ketidaknyamanan bella dia langsung mengirim pesan melalu ponselnya pada bella walaupun dia duduk berhadapan dalam satu meja.
{"Bell"}
{"Ki, kenapa kau dengan deff, apa yang sebenarnya terjadi"}
{"Aku tida bisa cerita sekarang, lain kali akan ku ceritakan}
{"Kau tida mengajaknya untuk bergabung bukan?}
__ADS_1
{"Kau bodoh, tentu saja tida, deff yang ingin bergabung dan ikut mengobrol disini}
Tida sadar bella dan kiara larut dalam sebuah percakapan dalam ponsel mereka, tiba tiba sana mengagetkan dengan suara yang cukup keras.
"Hei, ada apa dengan kalian, mengapa kau terus menatap layar ponselmu, ki kau ingin bertemu dengan kami bukan, mengapa sekarang malah aku yang mengobrol dengan deff"
"Ah sial, kenapa kau mengagetkanku, kau kan bisa bicara pelan, dasar laki laki bodoh"
"Kau ingin aku pukul hah"
Deff yang baru melihat tingkah konyol ini semakin dibuat kagum akan manisnya kiara yang sedang marah pada sana, pemandangan ini benar benar jarang dilihatnya ketika bersama kiara, bella yang sudah sangat bosan melihat pertengkaran mereka kemudian menghentikan dengan melempari sana sebuah sedotan bekas miliknya.
"Aaaah dasar kau ini, menjijikan sekali"
"Sudah diam, kepalaku pusing mendengar kau mengoceh"
K : "Bell, kenapa semua orang seperti membicarakan ku kali ini, apa yang aku lewatkan selama satu minggu ini"
S : "Kau tida melihat ponselmu, atau di rumah baru mu tida ada televisi"
B : "Aku kadang heran dengan mu ki, kau ini sangat pintar ketika mengatakan tentang peluang bisnis dan pasar, tapi kau sangat kuno dengan gosip yang hangat"
K : "Kau ini ingin mengejekku atau memberitahu ku tentang apa yang terjadi"
B : "Aaaah, buka ponselmu bodoh, semua media membicarakan tentang konglomerat tampan itu, kau tau mereka berbicara kau yang jelek dan norak ini kenapa begitu hebat bisa mendapatkan tuan yas. itu yang mereka bicarakan"
__ADS_1
Deff lagi lagi hanya tersenyum melihat obrolan yang sangat konyol itu, obrolan yang hanya penuh dengan ejekan belaka ketika bersama sahabat, sesekali dia mencampuri candaan sana dan bella pada kiara, deff membela kiara dan mengatakan kiara tetaplah hebat, sampai bella dan sana terheran apa yang membuat deff terlihat seperti itu, namun kiara nampaknya senang melihat deff yang nyaman ketika berada di dekat teman temannya. obrolan itu berlangsung cukup lama membuat suasana semakin tida terkendali dengan mulut mulut jail mereka, sampai kiara tersadar dirinya harus kembali ke rumah.
Bersambung ..