HIDUPKU

HIDUPKU
Ledakan emosi


__ADS_3

Kiara bergegas melakukan ritual mandi dan membereskan kamar tidurnya, dia sengaja sudah sangat rapih dengan hottpants dan kaos lebar yang biasa ia kenakan membalut tubuhnya, sepatunya yang plat membuat tubuh tingginya terlihat setara dengan gadis lain, tas Selempang yang menjadi tas andalan satu satunya membuat dia semakin manis pagi ini.


Kiara keluar dengan tergesa gesa rambutnya terurai sedikit berantakan karena sangat buru buru. Namun apalah daya, jen sudah mencegatnya di depan kamar.


"Nyonya mengapa anda tida memakai baju yang saya siapkan, lalu mengapa anda membawa tas, saya sudah katakan hari ini anda akan belajar di rumah"


"Jen tolong mengertilah, aku harus pergi kuliah, aku juga harus mengejar dosen pembimbingku, aku harus memulai kelas tambahan dan juga aku harus berinteraksi dengan manusia lain. Kau tau bukan, menurut ku pendidikan jauh lebih penting dari segalanya. Aku hanya ingin memperbaiki hidupku, aku hanya ingin wisuda dan merayakan kelulusan ku bersama sahabat sahabat ku, tolong aku tida bisa menjadi seperti yang tuan yas mau, tida bisa kah kau membiarkan ku pergi"


Kiara tida sadar bahwa yas sedang memperhatikannya dari atas tangga, yas mendengar semua perkataan yang telah kiara sampaikan pada jen, yas menatap kiara dengan penuh kebencian, dirinya sudah sangat tida tahan dengan apa yang kiara sampaikan, sontak dia menuruni anak tangga dan berjalan penuh kemarahan menuju tempat kiara berdiri.


"Jadi ini wujud asli dirimu huh. Selalu merasa kuat dan hebat walau kau tau kau sudah sangat menjijikan di mata orang lain, aku sudah sangat muak dengan wajah sampah mu itu, jen sudah terlalu baik padamu rupanya, sekarang aku yang akan memaksamu"

__ADS_1


Yas lagi lagi melakukan hal yang sama pada kiara, dirinya mencekik kiara dan menyudutkan kiara sampai tida bisa berbuat apa apa. Dan jen lagi lagi hanya bisa terdiam, jen berfikir ini adalah ulah dari dirinya sendiri yang tida pernah mau mendengarkan jen.


Tak lama hans datang dan menyaksikan kejadian mengerikan itu, melihat kiara yang tengah di terkam harimau buas, hans mencoba berfikir apa yang harus dirinya lakukan untuk mengalihkan kemarahan tuannya itu. Hans juga melihat mimik muka jen yang sudah hampir sangat ketakutan dan iba pada kiara, lalu dengan cepat hans berkata.


"Ah maaf tuan saya menganggu suasana ini, tapi anda harus benar benar pergi sekarang, penerbangan anda sudah mendekati waktunya"


Tiba tiba yas melepaskan cengkraman tangan itu dari leher kiara, gadis malang itu benar benar kesakitan dibuatnya.


Dengan sepontan mata yas menatap kiara penuh kebencian. Namun hans dan jen benar benar merasa sedikit lega dan dapat bernafas untuk beberapa saat.


"Hans lain kali aku tida mau kau menahan ku untuk membunuh gadis itu"

__ADS_1


"Ah maafkan saya tuan, saya akan lebih jeli melihat situasinya"


Kali ini kiara benar benar merasa berhutang pada hans, beberapa kali walau hans selalu berlaku menjengkelkan namun dia selalu menyelamatkan dirinya dari cengkraman yas.


Yas berlalu dari hadapan kiara, hans mengikuti tuannya untuk membukakan mobil, hans akan benar benar menjauhkan kedua manusia itu agar berhenti saling membenci untuk beberapa saat.


"Nyonya kau baik baik saja"


"Jen apa yang sudah terjadi padaku. Kau benar benar selalu memperingatkan ku namun aku lagi lagi tida menuruti kata kata mu, apa ini sebuah hukuman untu ku"


Kiara menangis bersimpuh dibawah lantai dengan tepukan tangan jen pada pundaknya, jen sudah mengerti bahwa ini akan terjadi, maka dari itu jen selalu berbicara dengan kiara di dalam kamar, atau ketika tida ada seorangpun di rumah. Hal hal penting yang akan jen bicarakan tida akan mungkin dia utarakan di depan tuannya, karena memang kiara akan bersikap menjengkelkan dan akan menentangnya dengan keras.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2