HIDUPKU

HIDUPKU
Yas dan pekerjannya


__ADS_3

'Kamu harus merasakan cintanya dahulu untuk akhirnya mau, meski dalam cinta terkadang seseorang akan menjadi sedikit lebih egois'


Begitulah kira kira jika kita terpaksa harus menemani seseorang yang ta pernah kita inginkan dalam hidup kita. Namun, dalam pernikahan kemarin, bagaimana kiara akan hidup dengan bahagia jika seseorang yang dia anggap sebagai seorang suami sama sekali tidak pernah mencintainya. Bagaimana kiara harus menjalani hari hari dengan rasa ketakutan dan rasa benci dalam hatinya.


'Pagi telah tiba'


Yas sudah bangun dari tidurnya. Dia sudah rapih dengan stelan kemeja berwarna abu abu tua, dipadukan dengan jam tangan perak melingkar di pergelangan tangannya menambah kesan mewah pada bagian lengannya. Sepatunya benar benar mengkilat dengan bersih di bawah kakinya, rambutnya disisir rapih untuk menambah kesan elegan.


"Selamat pagi tuan"


Sambut hans yang sudah berada di kamar yas sejak tadi pagi. Ya memang semua kebutuhan yas hanya hans yang memikirkannya. Dia harus pintar menjadi apapun yang yas butuhkan. Dari mulai menjadi seorang teman, orang tua, sekertaris, bahkan mungkin seorang wanitanya yas.


"Pagi hans, apa jadwal ku hari ini"


"Hari ini anda akan melakukan meeting di kantor cabang D, membahas produk yang sempat menurun peminat pasarnya. Lalu anda harus menemui beberapa orang di caffe X untuk menandatangani penanaman saham secara berkala. Serta ada proposal yang harus anda lihat untuk persetujuan memproduksi produk baru dari kantor pusat"

__ADS_1


"Baiklah, aku harus lihat ada berapa orang yang akan menangis hari ini. Menurutmu mengapa produk kita menurun di pasaran padahal tida ada produk lain yang lebih menjanjikan"


"Mm. Saya rasa perusahaan cabang memanipulasi kualitas yang telah di tetapkan"


"Jadi apa yang harus aku lakukan"


"Anda bisa memecat kepala bagian pemerograman yang menyetujui adanya mesin di bawah standar"


"Baiklah. Aku akan mengurus ini dengan tuntas, jangan sampai kita mengalami kerugian yang cukup besar. Buat produk baru semakin menarik agar pasar tetap mempercayai perusahaan kita"


"Baik tuan"


Yas turun dari kamarnya di ikuti hans di belakangnya yang membawakan tas kerjanya. Rutinitasnya adalah yas akan duduk meminum teh hijau tanpa gula dengan roti brselai kacang di meja makan.


"Selamat pagi tuan"

__ADS_1


Sambut jen dengan hangat.


"Ah, pagi jen. Hans akan memberitahumu sesuatu hal yang harus kau sampaikan pada wanita ****** itu. Kau harus mendengarkan dengan teliti dan benar"


"Baik tuan. Saya mengerti"


Yas telah duduk seperti biasa menyantap sarapan yang telah di sediakan jen sebelumnya. Hans sudah menunggu yas di dekat mobil yang terparkir di depan pintu rumah ini.


Setelah selesai sarapan yas langsung bangkit dari duduknya dan menuju mobil untuk melakukan pekerjaannya yang telah di jadwalkan hans sebelumnya.


Di sisi lain, kiara masih tertidur dengan sangat nyaman di tempat tidurnya dengan sangat nyenyak, tida perduli sekarang dia menjadi seorang istri siapa, Kiara tetap menikmati tidurnya yang sudah menjadi kebiasaanya sejak sudah lama. Bahwa dia tidak pernah bisa bangun sangat pagi ketika tidurnya harus larut malam.


"Huam. Ah sudah siang rupanya. Aku tidur sangat nyenyak sepertinya"


Kiara terduduk setengah sadar, dia masih belum bisa membuka matanya secara sempurna, dia merasa harus mengumpulkan tenaganya dahulu untuk bangkit ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dan menjalani aktifitas seperti biasa.

__ADS_1


Jen sudan menerima perintah dari hans bahwa dia harus mendisiplinkan kiara di rumah yas. Jen harus bekerja keras agar kiara dapat dengan tabah menerima kenyataan bahwa dia sekrang adalah bagian dari rumah ini, bahkan dia adalah istri sah dari seorang ilyas gunawan.


Bersambung ..


__ADS_2