HIDUPKU

HIDUPKU
Terjadi sesuatu


__ADS_3

Pagi ini kiara telah siap menerima konsekuensi dari apa yang telah ia lakukan semalam, dia benar benar menyesalinya dengan sadar ketika bangun dari tidurnya.


"Bodoh, bodoh, bodoh, kenapa aku mengatakan seperti itu tadi malam, bagaimana mungkin aku akan selamat hari ini, ya tuhan bagaimana ini. baiklah sekarang yang terpenting aku harus melakukan apa yang sudah di perintahkan jen"


Kiara bangkit dari tempat tidurnya, tida seperti biasanya dia bangun dengan rambutnya yang di ikat dengan sedikit berantakan, dia sudah mengganti pakaiannya dengan kaos yang longgar dan celana training, kiara sudah siap mengantarkan sarapan ke kamar tuan yas.


"Jen aku akan mengantarkan teh hijau dan roti ke kamar tuan yas"


"Apa anda baik baik saja, jika anda merasa kurang sehat, biarkan saya yang melakukannya nyonya"


"Jen aku sudah melakukan kesalahan tadi malam, mana mungkin aku akan melakukan kesalahan lagi kali ini"


Kiara bergegas membawa nampan yang telah di siapkan olehnya menuju kamar tuan yas, dia melihat jam menunjukan pukul 06.13, masih ada waktu tersisa 2 menit untuk masuk ke kamar tuan yas, kunci sandinya akan otomatis terbuka. kini kiara berdiri tepat di depan pintu kamar, dalam hitungan detik pintu itu berbunyi menandakan kata sandi sudah terbuka otomatis.

__ADS_1


Kiara masuk secara perlahan membawa nampan, dia masih ingat kata kata jen, jangan bersuara jika ada di kamar ini.


Namun seketika dia gemetar, apa yang dia lihat kali ini, mengapa tuan yas tergeletak di bawah lantai, apa yang sedang dia lakukan? Kiara yang melihat pemandangan itu sontak saja kaget dan bingung harus melakukan apa.


*Ya tuhan apa apaan ini, kenapa dia ada di bawah? Apa yg harus aku lakukan, aku harus membangunkannya atau membiarkannya*


Kiara dengan perlahan berjalan pelan menempatkan nampan makanan itu di dekat meja jendela, dengan pelan pula dia membuka tirai tebal itu secara perlahan, kiara melakukan tugas yang telah di beritahu jen dengan sangat teliti.


Kiara sudah melakukan semua yang seharusnya dia lakukan, jam menunjukan pukul 06.30, lima menit lagi pintu akan terkunci dengan otomatis, namun tuan yas belum saja bangun dari tidurnya, kiara bingung apa yang harus dia lakukan, dia tida tega melihat wajah yas yang sepertinya kedinginan karena tertidur di bawah. yas pun masih mengenakan stelan kemeja dan celana kerjanya, kakinya masih dibaluti kaos kaki dan sepatu, kiara benar benar bingung di buat situasi ini.


Kiara mengurungkan niatnya untuk kembali keluar, dia merasa harus memindahkan yas ke atas tempat tidurnya, dengan pelan kiara berjongkok di hadapan tuan yas dan menepuk punggungnya dengan pelan.


"Tuan, tuan yas, apa kau baik baik saja, silahkan pindah keatas tempat tidur mu, di lantai sangatlah dingin"

__ADS_1


Sudah beberapa kali kurang lebih kiara mengatakan hal yang sama, namun yas tetap saja masih tertidur, kiara berencana memapah tuan yas ke atas tempat tidur, dia sudah memegang tangan dan punggung yas, berencana akan membuat tubuh yas terbangun, namun jam alarm sudah terlebih dahulu berbunyi dan pintu dengan otomatis terkunci, kiara kaget bukan main, dan taun yas dengan sadar matanya terbuka.


"Kenapa kau ada di kamar ku"


"Ah, aku, jen, maksudku, mulai hari ini aku yang mengurus semua keperluan anda tuan"


Yas seperti tida memperdulikan kiara, dia masih tida sadar dengan keadaannya sekarang, badannya terasa sakit dan patah, mungkin karena dia tertidur di bawah lantai.


"Kau bisa membantuku, aku ingin berbaring di atas tempat tidur"


"Ah, baik tuan"


Dengan sadar kiara membopong yas keatas tempat tidur, dan yas berbaring dengan sempurna, kini tubuhnya dibiarkan untuk beristirahat di tempat yang seharusnya.

__ADS_1


Bersambung ..


__ADS_2