
Kedua laki laki itu berlari dari dalam mobil, langsung menuju seseorang yang tergeletak di sofa, mereka ingin melihat keadaan apa yang sedang terjadi sebenarnya. para pelayan seakan mengerti dengan situasi ini, mereka langsung membubarkan diri dan kembali ke belakang tanpa menampakan diri mereka lagi, lalu hans bertanya pada jen, tapi jen tida menjawab pertanyaan hans karena terlalu mengkhawatirkan kiara.
"Jen apa yang terjadi, kenapa nyonya bisa seperti ini"
"Sekertaris hans ini bukan waktunya aku memberi penjelasan, tuan tolonglah dulu nyonya, lihatlah wajahnya pucat dan terus berkeringat, aku takut ini gejala karena nyonya meminum obat perangsang"
"APA"
Kedua laki laki itu sangat terkejut, membelalakkan kedua bola mata mereka, mengisyaratkan tanda tida percaya. mereka berfikir bahwa ini adalah perbuatan konyol dan hanya sebuah lelucon yang kiara perbuat, mereka pun seakan tida percaya dengan apa yang telah mereka dengar.
"Aiir, tolong, aiir, hah hah hah"
Nafas kiara seakan terpenggal kelelahan, tida sanggup mengatakan apa yang dia inginkan.
__ADS_1
"Tuan tolong cepat ambil tindakan, sudah 10 menit suhu tubuhnya masih seperti ini, aku takut nyonya akan kehilangan kesadaran" sahut jen
"Kenapa harus aku. Hans apa yang harus kulakukan"
"Kau kan suaminya! kenapa malah bertanya, cepat kau bawa dia ke kamarmu, dari gejalanya ini adalah obat yang sama yang kau minum saat di bar skye, apa yang terjadi saat itu hanya kau yang tau, dan hanya kau yang merasakan, mungkin ini adalah balasan atas apa yang kau perbuat dahulu. sekarang istrimu butuh pertolongan, cepatlah yas"
"Benar benar gila, konyol"
Perdebatan itu tida lama, yas menuruti apa kata jen dan hans, lalu dengan cepat yas mengangkat kiara menuju kamarnya, suhu tubuhnya sedikit demi sedikit menurun ketika ada di pangkuan yas kala itu, kiara seperti menggila mendapatkan dirinya ada dalam dekapan yas.
Kiara di biarkan tertidur di atas kasur yas malam itu, tubuhnya mulai memanas dan berkeringat lagi setelah yas tida mendekapnya, kiara benar benar tida sadar apa yang terjadi dengan suhu tubuhnya, lalu yas datang kembali dan muncul dari balik pintu kamar mandi.
Dia menggendong kiara perlahan dan membiarkan tubuh kiara terendam dalam air kala itu, dia benar benae tida habis pikir mengapa reaksi obatnya sangat begitu mengkhawatirkan. Tiba tiba ketika dia berencana untuk menjauhi kiara, tangannya di genggam erat oleh kiara yang setengah sadar, dirinya ditarik kedalam air sampai dia merasa menindih tubuh gadis mansi itu.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan, diamlah dan tetap pada posisi mu, jika keadaanmu membaik, aku akan mengangkat mu ke tempat tidur untuk istirahat"
"Tolong aku, kumohon, keadaan tubuhku benar benar aneh saat ini"
Tanpa sadar kiara mendaratkan bibir manisnya tenggelam dalam ciuman bersama dengan yass, sedikit demi sedikit napas mereka saling memburu, yas benar benar terpancing dengan suasana itu, dia membiarkan kiara terus mencumbuinya dalam bathtub.
Yas sudah kehilangan setengah nafasnya, dia berencana menyudahi permainan kiara, yas hanya bisa menemaninya sebatas ciuman saja, namun kiara benar benar kehilangan kesadaran, saat yas bangkit dari posisi tubuhnya kiara langsung mendekapnya, dia menangis lalu memohon.
"Tolong aku, kepalaku semakin sakit, syaraf otaku seakan tida bisa mengontrol apa yang ingin tubuhku lakukan, kumohon tolong aku"
Mata itu masih terpejam, masih dengan ketidak sandaran. Yas membalikan tubuhnya mencoba mengimbangi posisi duduk kiara, dia melihat wajah kiara yang begitu pucat, dan matanya yang terus terpejam membuat yas menjadi tida tega, yas berfikir tida ada cara lain, ini harus di lakukan!
Kala itu kiara sedikit merasa tenang dalam dekapan laki laki bertubuh sexy itu, dadanya yang bidang membuat kiara semakin tida dapat mengontrol diri. Walaupun matanya terpejam namun kiara dapat merasakan betapa hangatnya pelukan laki laki itu, betapa menenangkannya berada tenggelam dalam dekapan hangat itu.
__ADS_1
Air gemercik dari shower dan tumpahan dari bathtub menemani kesyahduan malam ini, kedua insan itu seperti sedang mendapati hari kebahagiaan mereka malam ini. Ini adalah kali pertama yas melihat wajah kiara dengan begitu lembut dan tenang, yas terus mengusap kepala kiara dan mendekapnya dalam bathtub, lalu kiara dibiarkan menindih tubuhnya agar merasa nyaman, dan kiara seakan mendapat pertolongan dari perlakuan yas malam itu.
Bersambung ...