HIDUPKU

HIDUPKU
Pesta telah usai


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 02.00 dini hari. Pesta baru saja usai. Semua orang telah pergi meninggalkan kemewahan pesta yang di adakan oleh orang paling di kenal di seluruh kalangan atas.


Kini kiara dan yas telah di antarkan oleh hans menuju rumah mewah yas yang berada tida jauh dari gedung pesta yang telah di adakan.


Mobil mewah yang mengantarkan keduanya kini terparkir dengan baik persis di depan pintu rumah, beberapa pelayan sudah siap menyambut kedatangan sang tuan rumah, lalu dengan sigap mereka segera membukakan pintu mobil yang di dalamnya tentu seorang yas dan kiara.


Jen sudah berdiri di depan pintu menyambut kedatangan dua tuan rumahnya itu.


"Selamat datang tuan dan nyonya"


"Jen suruh pelayan menyiapkan air hangat untuk berendam. Lalu antarkan aku yogurt dan secangkir teh hijau ke kamar"


Hanya itu yang di sampaikan yas pada jen seorang kepala pelayan di rumah ini.


Lalu yas sudah tida terlihat keberadaannya, dia meninggalkan kiara yang berada di depan teras bersama hans dan jen.


Kemudian jen menyuruh beberapa pelayan melakukan tugasnya seperti biasa, dengan cepat jen kembali kepada kiara dan menemuinya.


"Senang bertemu denganmu lagi nyonya, selamat datang di rumah dan selamat atas pernikahan anda"

__ADS_1


Jen begitu ramah, tida seperti hans yang kaku dan acuh, jen sangat pengertian kepada kiara, mungkin karena dia seorang perempuan jadi lebih bisa kiara terima dalam hatinya.


"Ah terimakasih jen, senang bertemu denganmu lagi"


Kiara sempat takut karena saat itu dia meninggalkan jen di rumah tanpa memberitahu bahwa dia pulang dengan perasaan hancur.


"Nyonya. Jen akan memberitahu anda semua peraturan mengenai rumah ini, jika butuh sesuatu bicaralah padanya, dan anda juga jangan membantah apa yang di perintahkan jen, karen itu mungkin saja perintah dari tuan yas"


"Hans apa kau tida bisa tenang sedikit. Aku sangat lelah hari ini, mari kita bicarakan besok saja. Jika kau seperti ini terus, kau seperti robot anjing yang menjaga tuannya. Aku jadi merasa benar benar takut padamu"


"Maafkan saya nyonya jika begitu, saya harus pergi sekarang. Permisi"


Hans berbicara sebentar dengan jen secara berbisik. Entahlah, kiara memang tida terlalu perduli dengan obrolan itu, yang dia inginkan hanya beristirahat dan tidur dengan nyenyak. Namun akan tidur dimana kiara malam ini? Apa benar harus dengan lelaki k e p a r a t itu, pikir kiara.


"Nyonya silahkan ikuti saya, akan saya antarkan anda ke kamar untuk beristirahat"


"Ah benarkah jen. Jadi aku akan mendapat kamar sendiri. Ah senangnya. Apa ku adalah kamar yang dulu ketika aku menginap disini jen. Apa benar kamar itu menjadi kamarku?"


Dengan riang dan bahagia kiara terus mencoba bertanya kepada jen, namun jen hanya menanggapi kiara dengan senyuman manis. Jen terus saja berjalan menunjukan jalan pada kiara agar segera beristirahat di kamarnya, dan tak lama mereka berdua berdiri di depan sebuah pintu kamar di lantai bawah.

__ADS_1


"Benar nyonya, ini adalah kamar yang sempat anda miliki beberapa jam. Namun sepertinya sekarang anda akan sedikit lama berada disini memiliki kamar ini, jadi beristirahatlah dengan tenang"


"Ah aku mengerti jen, terimakasih telah mengantarku"


"Apa anda butuh sesuatu"


"Ah tida jen. Terimakasih. Kumohon bantuan mu. Selamatkan aku dari orang orang seperti tuan yas dan hans nantinya. Tolong bergabunglah denganku"


Sambil menyertai dengan senyum yang polos, kiara seperti sedang meminta kesepakatan pada jen, walaupun dia tau itu mustahil disepakati, namun kiara tetap mencobanya dengan semangat.


"Selamat malam nyonya, silahkan beristirahat. Saya permisi"


Jen menundukkan pandangannya, ia hanya memberikan senyum manis pada kiara lalu pergi meninggalkan kiara di depan pintu kamarnya.


Tida lama kiara langsung memasuki kamar itu dengan perasaan was was. Takut akan terjadi sesuatu yang menakutkan di dalam. Namun ternyata kamar itu sama seperti dulu, sangat nyaman dan tenang untuk di pakai bersembunyi dari ketakutan yang dihadapi dirinya menghadapi kenyataan takdir ini.


Kiara segera membersihkan tubuhnya dengan air hangat, mengganti pakaiannya dengan piyama, lalu merebahkan tubuhnya keatas tempat tidur dengan sangat nyaman dan tenang. Dengan cepat dia tenggelam dalam mimpi mimpinya yang indah.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2