
Dalam mobil kiara nampak gugup dengan situasi yang akan dia hadapi. Rencana deff mungkin akan berhasil membuat dirinya dan yas dalam bahaya. Yas juga melihat dampak dari ancaman deff pada kiara, dia melihat kiara yang teramat gugup dan gelisah detik ini.
"Tenanglah. Semua akan baik baik saja"
"Aku takut kau dalam masalah nantinya"
"Cukup kau percaya padaku semua akan baik baik saja"
"Baiklah. Aku percaya padamu"
Yas menenangkan kiara untuk sementara waktu. Dia juga meraih tangan kiara yang dirasa yas telah membeku karena dinginnya. Yas tida ingin melihat kiara benar benar mengkhawatirkan dirinya secara berlebihan.
Mobil telah sampai di depan gedung tempat berlangsungnya pesta sederhana ini. Kiara dan yas sudah memasuki aula pesta. Dan hans telah memarkirkan mobilnya dengan aman.
"Ini cukup ramai untuk sebuah pesta yang tertutup"
"Aku harus bagaimana yas? Aku tida bisa bergaul dengan mereka"
"Tetaplah berada di sampingku. Jangan beranjak sedikitpun. Nanti orang lain mengira aku suami yang kejam"
Yas tersenyum menggoda kiara, mereka belum menemukan sosok tuan rumah dari pesta ini. Tapi setelah beberapa saat terdiam dan mengamati sekitar ada seorang pelayan yang mengantar mereka dan menunjukan meja mereka.
Yas melihat yohans datang dengan senyum bahagianya. Di susul dengan Riswan dan juga nyonya netti. Mereka mungkin akan menyapa yas dan kiara.
Riswan : "Selamat siang taun yas. Bagaimana kabar anda"
Yas : "Kurasa aku lebih baik"
Ny.netti: "Ah nyonya kiara. Biarkan aku membawamu ke meja perempuan, kita seharusnya tida menggangu para lelaki yang akan minum"
Kiara : "Ah benarkah harus begitu. Jika begitu bawalah aku nyonya"
Ny.netti : "Silahkan lewat sini. Aku akan menunjukan meja untukmu, ikuti aku"
Kiara : "Terimakasih nyonya"
Ny.netti : "Jangan sungkan"
Entah apa yang harus di lakukan yas kali ini. Dia meminta kiara tetap berada di sisinya namun keadaan memaksanya untuk berpisah. Yas benar benar cemas dengan keadaan ini. Kiara tida akan mungkin dapat bertahan di situasi rumit seperti ini.
Riswan : "Tuan yas bagaimana kondisi di perusahaan mu"
Yas : "Aku pastikan semuanya akan baik baik saja"
Yohans : "Semoga semua sepeti yang anda bayangkan"
Yas : "Selamat atas berlangsungnya pernikahan ini tuan Riswan dan untuk mu Yohans"
"Terimakasih banyak taun yas"
Yohans : "Mari bersulang untuk keberhasilan kerjasama antara kita"
--**--
__ADS_1
Di sisi lain kiara terlihat seorang diri. Dia seperti seseorang yang dibuang ke pengasingan dan tida di harapkan di pesta ini. Dia merasa tida nyaman dan bingung harus berbuat apa. Tida ada yang mengajaknya bicara dan dia juga tida pandai minum. Ini benar benar masalah besar bagi kiara.
"Kiara, aku tida salah bukan?"
"Arka. Wah senang bertemu dengan mu"
"Kenapa tida bersama tuan yas"
"Kurasa aku tida akan mengganggu bisnis mereka. Aku juga tida terlalu mengerti tentang apa yang mereka bicarakan"
"Kau benar. Pesta seperti ini sangat membosankan untuk kita yang punya jiwa kebebasan"
"Kau benar. Tapi syukurlah kau ada di sini. Dan apa yang membawamu datang ke pesta ini. Apa kau mengenal salah satu dari petinggi disini?"
"Aku adalah pengacara khusus keluarga tuan Riswan"
"Aah benarkah. Kau hebat sekali"
"Khususnya nyonya Rissti"
"Ah si gadis menyebalkan itu ya"
"Kurasa kau juga sudah mengenalnya"
Arka tersenyum dan sesekali bercanda dengan kiara. Dan kiara merasa sangat beruntung bertemu seseorang yang dia anggap waras untuk mengobrol. Dia juga merasa sekarang tida terlalu bosan karena ada yang menemani.
Yas melihat kiara dari kejauhan, dia melihat kira sedang tertawa bahagia bersama laki laki lain. Yas tida mengenalnya dan dia langsung menghubungi Hans untuk meminta informasi
"Maaf aku harus menghubungi seseorang"
Yas bangkit dari kursinya dan sedikit menjauhi para tamu agar dia bisa menghubungi hans dengan tenang. Tetapi pandangan mata itu tetap tertuju pada kiara yang tentu dia tida menyadarinya.
'Hans kau melihat sesuatu'
'Tentu'
'Siapa dia?'
'Dia adalah pengacara keluarga Riswan. Khususnya Risti, dia juga seseorang yang telah membeli rumah lama kiara dari jen'
'Pastikan dia tida berbahaya'
'Aku mengerti'
Sedari tadi kiara memasuki pesta dia samasekali tida menemukan sosok Deff dan juga Risti, kemana sepasang pengantin ini. Apa mereka sedang merencanakan sesuatu yang besar?
"Kau mencari ku?"
Kiara menoleh ke belakang badannya, dia takut setengah mati karena harus berhadapan dengan seseorang yang telah mengancamnya. Bagaimana ini, apa yas benar benar tida akan menolong?
"Bisakah kau tinggalkan kami berdua?"
Deff berbicara pada Arka, dia meminta dirinya di berikan waktu berduaan dengan kiara untuk bicara, dan tentu Arka mematuhi perintah tuannya.
__ADS_1
"Tentu tuan"
Arka benar benar pergi meninggalkan kiara, kini dirinya merasa takut setengah mati pada deff.
"Apa yang kamu inginkan?"
"Tida banyak. Hanya satu hal. Minta tuan Yas membatalkan pernikahan ini atau aku akan mempermalukan kamu dan juga dirinya"
"Aku tida berhak atas itu. Dan lagi itu bukan urusanku"
"Seharusnya ini menjadi urusanmu. Kau sudah tau aku tida mencintai Risti. Aku hanya menyukaimu"
Deff mengarahkan wajahnya lebih dekat dengan wajah kiara. Dia benar benar menggeretak kiara dengan sungguh sungguh. Deff tida tau malu lagi jika semua orang tengah menatapnya kali ini. Apa yang membuat deff sangat berani kali ini. Apa yang sedang dia rencanakan.
"Kau sungguh tida sopan pada seorang wanita yang telah bersuami deff"
Yas memegang pundak deff, dia menarik wajah deff menjauh dari wajah kiara agar kiara dapat bernafas dengan normal kembali. Kiara sudah ketakutan setengah mati, keringat dingin mengucur di dahinya. Wajah pucatnya tida dapat ia sembunyikan. Deff benar benar mengancamnya dengan serius.
"Ah tuan yas rupanya. Bagaimana keadaan mu"
"Aku berencana mengajak istriku berdansa. Jadi maafkan aku yang harus meninggalkanmu"
"Dengan senang hati tuan. Silahkan bawa istrimu selagi kau bisa"
Sekarang deff terang terangan dengan percaya dirinya bahwa dia bisa mengambil kiara dari yas. Kenapa keadaan jadi membalik. Dulu yas yang kiara takuti, tetapi sekarang malah deff yang seperti monster mengerikan.
Yas merangkul kiara dengan tangan kirinya secara lembut. Menggenggam tangan kanannya dengan kehangatan. Dia tau persis kiara sekarang berada di posisi ketakutan.
Semua mata tertuju pada kejadian itu, semua orang jadi membicarakan mereka. Kenapa pengantin pria malah lari dan berbicara dengan istri orang lain, semua orang dibuat bingung dengan pertunjukan ini. Bukan rissti yang menjadi sorotan sebagai pengantin wanita melainkan kiara istri dari seorang ilyas gunawan.
"Apa kau baik baik saja"
Yas berbisik pada kiara sembari berjalan menuju lantai dansa
"Mmh. Aku baik baik saja. Terimakasih yas"
"Maafkan aku. Seharusnya kau tida di biarkan sendiri. Aku sudah menghubungi hans. Tapi ada sesuatu yang harus dia selesaikan"
"Tida apa. Aku mengerti"
"Apa kau keberatan jika aku mengajakmu berdansa?"
"Tida. Aku akan menemanimu"
"Baguslah"
Yas tersenyum dengan bahagia. Setelah sampai di lantai dansa dia mencium kening kiara dengan lembut. Yas rasa dia harus melakukan itu untuk mengalihkan perhatian kiara atas ketakutannya pada deff.
"Hei kenapa mencium keningku. Semua orang sedang memperhatikan kita"
"Biarkan saja. Aku tida peduli"
Kiara benar benar gugup. Dia tersenyum dengan rona merah di pipinya. Orang lain yang melihatnya tentu saja sangat iri. Mereka menjadi sorotan dan di kagumi orang banyak. Semua pasangan jadi ikut menari santai di lantai dansa. Hari ini seperti Yas dan Kiara yang menjadi pengantinnya.
__ADS_1
Bersambung ...