HIDUPKU

HIDUPKU
Canggung


__ADS_3

Siang ini kiara berencana untuk mendatangi bella, insiden tadi pagi benar benar membuat dia kehilangan waktu untuk menemui sahabatnya itu, dia ingin sekali menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, setidaknya walaupun bella tida akan menolong, kiara akan merasa lega karena telah mengeluarkan semua amarahnya dengan bercerita.


"Jeen, ini sudah siang, aku hampir mati karena belajar banyak hal hari ini, tolong beri sedikit waktu untuk aku menghirup udara segar, aku punya janji dengan sahabat ku"


"Baiklah, hari ini nyonya dapat bersenang senang dengan teman anda, tuan yas sedang melakukan perjalanan bisnis seperti apa yang sekertaris hans sampaikan, dia tida akan pulang beberapa hari, tapi bukan berarti anda bebas dari pandangan ku, jika anda melanggar, aku tida akan membantu anda ketika tuan yas ingin mengusir anda dari sini secara tida terhormat"


"Baiklah aku mengerti, aku akan tepat waktu, aku janji"


Dengan wajah sumringah kiara segera pergi meninggalkan jen, apa yang ada di benaknya kali ini benar benar terlihat kacau, dia ingin sekali lari kepada orang orang terdekatnya.


"Hallo, bella, apa kau punya waktu, aku ingin sekali bertemu"


Bella terlihat bahagia mendengar suara kiara, dia segera mengakhiri pembicaraan dan langsung menyetujui untuk menemui kiara di caffe dekat kampus. bella baru saja selesai dari kegiatan kelas tambahannya.


Kiara berjalan menuju halte dimana biasa angkutan umum akan mengantarnya ke arah yang dia tuju. Namun tida di sangka dari arah berlawanan deff melihat kiara yang sedang duduk menunggu mobil, deff memutar kembali setir mobilnya dan menemui kiara.


"Kii kau sendiri?"


Sontak saja kiara kaget mengapa tiba tiba deff tepat berada di depan wajahnya saat ini.

__ADS_1


"Ah deff, kau mengagetkan ku, dari arah mana kau datang, aku tida melihatmu"


"Benarkah, apa kau benar benar tida melihat ku"


"Ah, lupakan saja"


"Aku akan mengantar mu"


"Ah tidak, aku baik saja saat ini, kau pasti lelah, pulanglah"


"Itu terdengar seperti penolakan"


"Tida, tapii, ah yasudah aku akan pergi ke caffe dekat kampus, apa kau keberatan mengantarku? bella sedang menungguku"


Mau tida mau karena memang kiara sedang terburu buru dia menyetujui tawaran deff, dalam benaknya mengapa lagi lagi hanya deff yang ada saat dirinya membutuhkan pertolongan, kiara selalu canggung dan tida dapat mengendalikan diri ketika di dekat deff, itu yang membuatnya risih dan tida berani mendekatinya takut kalau deff malah jijik terhadapnya. Deff memang laki laki yang tampan, tubuhnya tinggi dengan mata coklat yang sejuk di pandang, kulitnya putih bersih, tubuhnya selalu wangi, siapa yang tida mengenalnya, kiara yang usang dan berdebu tida pernah bermimpi sedekat ini pada deff.


"Kau tida ada kelas hari ini"


"Mm, aku sedikit sibuk dan memutuskan untuk tida masuk"

__ADS_1


"Mmh, yah kau adalah seorang istri konglomerat sekarang, aku ini seperti bodoh menanyakan itu padamu"


"Ah, tidak, maksudku bukan karena alasan seperti itu, aku benar benar hanya di rumah"


"Benarkah, tapi kulihat mobil tuan yas pergi pagi tadi, dan dia seperti akan melakukan perjalanan keluar karena tida memakai mobil biasanya, ku kira kau pergi dengannya"


"Ah tidak, tuan yas, maksudku dia memang melakukan perjalanan bisnis untuk beberapa hari"


"Benarkah begitu"


Def berhenti sejenak dari pembicaraannya dan langsung memulai pembicaraan kembali


"Mmm aku pikir ketika aku mengatakan aku akan berkunjung ke rumah mu kau masih akan tetap menjadi seseorang yang aku temui di jalan dengan sangat manis"


"Aah, maksudmu saat aku sedang kacau"


"Tidak, menurutku kau sangat manis. kau tau aku benar benar kaget melihat pemberitaan di semua media bahwa tuan yas akan menikah, namun jantungku benar benar berhenti ketika wanitanya adalah dirimu"


"Ah"

__ADS_1


Kiara benar benar kaget dan sangat terperangah mendengar ungkapan dari deff, ada apa dengan hatinya, mengapa jantungnya benar benar berdebar dengan cepat, pipinya menjadi merah merona, dan sekujur tubuhnya menjadi sangat kaku, kiara merasa waktu benar benar berhenti berputar, meras seluruh duni tida lagi mengerikan, dia benar benar merasa senang berada di dekat deff, hatinya berbeda, dia merasakan akan kasih sayang tuhan bersamanya untuk sesaat.


Bersambung ...


__ADS_2