
Yas terkejut dengan pernyataan kiara, dan lagi dia harus menyaksikan kiara tersungkur di bawah dengan keadaan merintih dan menangis, yas langsung mengambil ponselnya dan menghubungi hans untuk segera membawa mobil ke depan pintu loby.
"Hans cepat bawa mobil"
Tida perlu waktu lama mobil itu terhenti dengan sempurna di depan mereka, di pangkunya kiara oleh yas yang sedari tadi sudah khawatir akan keadaan kakinya. Dengan terburu buru yas memasuki mobil yang telah di bukakan oleh hans. Tanpa bertanya dan seakan sudah mengerti dengan situasi dan kondisinya, hans segera melajukan mobilnya dengan cepat untuk pergi menuju rumah sakit terdekat, kiara benar benar menjerit terus terus di dalam mobil itu, membuat hans yang sedang menyetir semakin panik ingin sesegera mungkin sampai di rumah sakit, yas yang melihat keadaan kiara seperti ini hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri yang tida dapat mengontrol emosinya, sehingga insiden ini terjadi.
"Hans prcepatlah laju mobilnya, aku sudah tida tahan, kakiku serasa akan patah hans"
Dengan sesenggukan kiara mengutarakan pendapatnya kepada hans agar dengan secepat mungkin melajukan mobilnya, lalu tanpa sadar kiara kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan dalam keadaan kakinya membengkak.
"Hans kenapa dia tertidur hans, hans sepertinya dia pingsan, prcepatlah laju mobilnya, ini keadaan darurat"
"Kita akan segera sampai, tetaplah tenang tuan"
"Hans kakinya benar benar membengkak"
Mobil telah sampai, yas segera membawa kiara kedalam untuk di tangani, keadaan kiara masih tida sadarkan diri, yas benar benar panik jika akan terjadi sesuatu yang serius pada gadis itu.
__ADS_1
30 jam kiara telah di tangani di dalam, namun tida ada tanda tanda dokter keluar dari ruangan itu, yas sangat kesal mengapa dirinya seperti akan mati menerima keadaan ini.
"Tuan, lihatlah dokter sudah keluar"
Keduanya segera menghampiri dokter dengan sigap.
"Keadaannya sudah membaik, sebentar lagi mungkin akan segera sadar. Dan beberapa hari akan segera pulih, kakinya memang sempat sangat membengkak, namun sekarang sudah di tangani, dia hanya tida terbiasa dengan sepatu hak tinggi, mungkin dia baru saja belajar, namun cara berjalannya tida di sesuaikan, karena seseorang yang sudah terbiasa memakai hak tinggi saja belum tentu akan berani berlari, namun dia sangat sangat berani dan kuat, baru mencoba dan belum lancar memakainya sudah di pakai seperti sedang dalam perlombaan"
"Sial benar benar salahku"
"Tida apa, semua sudah baik baik saja anda bisa melihatnya"
"Baiklah, saya permisi"
Dokter meninggalkan yas yang masih terpenggal dengan napasnya, lalu sebisa mungkin dia mengatur napasnya dengan baik karena berencana akan menemui kiara di dalam yang masih tertidur. Yas merasa sangat lelah dengan kekhawatiran yang telah terjadi.
Kiara masih berbaring dengan perban di kakinya, keadaan tubuh yang lain nampak baik baik saja di lihat, memang hanya kakinya yang terlihat sangat parah.
__ADS_1
Yas mencoba mendekati kiara dan tida bermaksud membangunkannya, dia sadar kiara akan sangat butuh istirahat kali ini.
*Maafkan aku, aku sungguh menyesal, aku memang pria yang sulit memahami apa mau mu, sekali lagi maafkan aku*
Yas hanya mampu berbisik dalam hatinya, keadaan kali ini mengapa serasa membuat hatinya hancur, mengapa dia mencelakai seorang wanita yang di anggap temannya itu, padahal sudah jelas jelas dia adalah istri sahnya secara agama dan negara.
Yas tida tahan melihat keadaan ini dan memutuskan untuk keluar kamar lalu bermaksud membiarkan kiara agar dapat istirahat dengan tenang tanpa ada keributan sekecil apapun di dalam ruangan tersebut
"Tuan pulanglah, aku akan menjaga nyonya dengan baik, anda pasti sangat lelah"
"Tida hans, biarkan aku tetap di sini"
"Bolehkah aku bicara sebagai teman"
"Katakan hans"
"Ada apa denganmu, kau merusak pestanya dan malah menyakitinya, kau hampir membuat seorang gadis kehilangan kakinya yas"
__ADS_1
"Aku mengerti, tentu saja aku menyesal, tapi dia sangatlah menjengkelkan hans"
Bersambung ..