HIDUPKU

HIDUPKU
Making love


__ADS_3

Kiara terus memperhatikan Yas yang sedari tadi sedang berpikir keras tentang sebuah bukti yang kini ada padanya. Dan kiara kini sudah tenang karena esok Yas akan siap dengan peperangan melawan musuhnya.


"Kau yakin pengacara itu tida punya tujuan lain?"


"Aku tida mengerti, dia hanya mengatakan walaupun dirinya seseorang yang akan menjadi tameng terdepan keluarga Riswan, tapi dia tetap tida suka melihat kejahatan. Pekerjaannya bukan untuk hal hal yang akan membantu kejahatan menang. Dia akan bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan nantinya"


"Itu berarti dia dalam bahaya. Dia bisa di tuntut karena telah melanggar privasi kliennya"


"Aku sudah mengingatkan dia. Ini juga tida mudah baginya. Tapi dia terus meyakinkan aku, jika semuanya akan baik baik saja di tanganmu"


"Tapi, kenapa dia begitu percaya padaku?"


"Entahlah. Kau harus baik padanya dan menolongnya nanti, jika dia terkena masalah"


"Apa itu perintah?"


"Anggaplah seperti itu"


"Apa kau menyukainya? Atau dia yang menyukaimu?"


"Pikiranmu sempit sekali ya"


"Jadi benar. Kau menyukainya? Mana Mungkin ada seseorang yang berani bertaruh untuk orang lain jika dia tida menyukainya"


"Itu berarti dia menyukaimu. Bukankah kau yang akan berperang? Kenapa harus aku yang dia sukai?"


Yas berpikir sejenak, menerka nerka perkataan kiara yang mengatakan bahwa Arka menyukainya.


"Hei. Apa kau sudah gila. Kenapa dia harus menyukaiku. Kita sama sama lelaki. Mana mungkin bisa seperti ini"


"Jika begitu lupakan apa yang sudah kau pikirkan. Aku akan berpikir sama jika kau masih menuduh Arka menyukai aku. Sekarang kembali ke kamarmu dan istirahat. Aku lelah. Aku ingin tidur"


Kiara sudah bersiap akan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Dan Yas sudah bangun dari duduknya. Yas sudah akan berjalan namun niatnya di hentikan dan kembali berbicara pada kiara.


"Tapi. Apakah kita tida akan melanjutkan itu ..."


Yas sedikit memonyongkan bibirnya tanda dia mengingat hal yang belum terselesaikan tadi.


Kiara mengurungkan niatnya untuk merebahkan tubuhnya karena Yas berbicara lagi padanya, lalu Kiara berbalik dan melirik yas dengan tajam, seperti mengatakan dia akan membunuh yas jika tida segera pergi dari kamarnya. Namun yas kembali berbicara karena ekspresi kiara seperti itu.


"Hei. Apa kau tida mengerti, aku sudah sangat lama menahannya. Apa kau tida ingin menghabiskan semalam saja denganku? Kita itu sudah menikah. Hampir 1 tahun lamanya. Tapi lihat ini, memperihatinkan sekali. Tidur satu kamar saja bisa di hitung dengan jari. Sungguh menyebalkan"

__ADS_1


"Ada apa denganmu malam ini? Pergi minum jeruk panas dan istirahat lah. Macam macam saja"


"Kau benar benar tida berperasaan ya. Aku ini suamimu apa kau tida tau apa yang aku inginkan?"


"Benar. Aku sungguh tida tau dan tida mau tau. Sekarang cepat keluar dan tutup pintunya"


Yas benar benar kehilangan kesabaran. Dia sudah banyak berbicara namun kiara benar benar tida perduli padanya. Yas menghampiri kiara dan mendekatkan wajahnya bermaksud mengancam kiara.


"Hei kenapa kau malah mendekat"


"Apa aku harus bicara terus tanpa mengambil tindakan"


*Ada apa dengan dia. Kenapa malah jadi begini suasananya. Harusnya aku yang marah dan mengusirnya tapi tubuh ini terlalu dekat. Bagaimana bisa aku menenangkan pikiranku jika seperti ini*


"Jangan banyak berpikir. Aku tida akan melepaskan mu malam ini"


"Ini sudah dini hari. Bukan malam lagi, kau harus istirahat untuk siang nanti"


Yas menundukkan kepala dan menempelkan pada pundak kiara saat itu. Betapa menyerahnya Yas kali ini. Kiara memang benar benar keterlaluan mengabaikan laki laki yang sudah menunggu dirinya sangat lama.


"Baiklah terserah kau saja. Aku akan kembali"


Yas menghentikan aksi mengancamnya dan sudah sangat hilang kesabaran. Dia akan kembali kedalam kamarnya untuk beristirahat.


Yas benar benar ingin bersama Kiara malam ini, dia kembali berjalan mendekati ranjang dan menindih tubuh Kiara yang sudah berselimut.


Kiara membuka matanya dan melotot menatap Yas. Dia tida habis pikir Yas akan seperti ini malam ini.


"Apa yang akan kau lakukan"


"Aku tida bisa menahannya lagi"


"Kau akan tidur di kamar ku?"


"Apa kau akan mengusirku"


Kiara tersenyum ketir. Dia tida akan seberani itu pada seorang Yas.


Lama mereka saling menatap tanpa bicara, kiara tida mengerti lagi harus berbuat apa.Yas memejamkan matanya, mendekatkan wajahnya pada Kiara. Yas tida peduli jika Kiara akan keberatan, tapi hasratnya malam ini, tida bisa dia pendam lagi.


Kiara sudah mengerti dan hafal, bagaimanapun jika sudah seperti ini kiara tida sanggup untuk menolak. Ini kali pertama keduanya Bercinta secara sadar tanpa bantuan atau campur tangan Obat.

__ADS_1


Begitu manis Yas menciptakan suasana malam ini, Kiara terbuai dan dirinya sediri merasa ada hal yang sangat berbeda kali ini. Yas mencium kiara dnegan liar, melepaskan apa yang sudah sangat lama dia ingin lakukan, hasratnya benar benar membara kali itu saat kiara membalas ciuman mesranya. Lagi lagi nafas mereka saling memburu, membuat suasana semakin memanas dan tida terkontrol.


"Tunggu"


Kiara melepaskan lagi ciuman itu untuk yang kedua kalinya. Yas benar benar memasang wajah kecewa dan kesal saat itu.


"Apa kita akan benar benar melakukannya?"


Kiara bertanya tanpa dosa dan tampa rasa bersalah. Padahal jelas jelas yas sudah jengkel setengah mati.


"Pejamkan saja matamu, jangan lihat aku jika kau merasa tida nyaman. Aku benar benar merindukanmu"


"Tapii"


Yas segera mencium kening kiara dengan lembut, Yas mencoba membuat wanitanya tenang dan nyaman berada di sisinya. Sampai Yas tersadar dan berucap;


"Apa kau benar benar tida ingin melakukannya malam ini? Jika begitu, aku tida akan memaksa. Maafkan aku"


"Aku hanya gugup"


Yas sekali lagi mencium kening kiara dengan lembut, benar benar memastikan bahwa kiara nyaman berada dalam dekapannya malam ini. Setelah keadaan membaik yas mulai mencium mata kiara yang terpejam, menyusuri leher Kiara yang jenjang, dan mencumbunya dengan sangat manis.


Kiara hilang kesadaran sesaat setelah Yas menelusuri lekuk tubuhnya dengan jemarinya yang hangat. Yas terus membuat kiara nyaman semakin dalam dengan menyentuh bagian tubuhnya satu persatu.


Suasana panas akan segera dimulai saat ini juga. Yas sudah tida sabar dan melucuti pakaian Kiara dengan segera. Kiara merasa aneh dan tida percaya, kenapa rasa ini mendorongnya begitu kuat, mereka sepenuhnya sadar. Tapi kali ini Yas menciptakan suasana berbeda padanya, dia seperti mengekspresikan rasa cintanya yang begitu dalam pada kiara.


'Cup'


Yas lagi lagi mencium kening Kiara,


"Entah kenapa aku benar benar mencintaimu akhir akhir ini"


Kiara tersenyum bahagia, apakah ini imbalan dari rasa kesalnya karena menunggu Yas yang tida menepati janji, saat dia kedinginan dan sedih, sekarang terganti dengan kehangatan dan bahagia. Saat dirinya cemas dan bosan, kini terganti dengan Tenang dan nyaman. Semua rasa mereka benar benar menyatu bahagia pagi ini.


Kini mereka hanya dibaluti selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Yas menelusuri seluruh bagian tubuh kiara dengan mahir, mencumbunya dari atas kepala sampai di bawah perut. Kiara tida tahan lagi, dia benar benar melakukan pelepasan padahal yas belum sampai melakukan padanya. Yas mengerti Kiara menginginkan lebih dari ini, maka dari itu yas bersiap untuk menerjang wanitanya dan membuat suasana pagi ini menjadi sedikit berkeringat.


Suara erangan dari mulut Kiara membuat Yas semakin bergairah, membuat Yas semakin mempercepat gerakannya pada Kiara, dan membuat kiara semakin menjerit manis kenikmatan. Dan sampai pada akhirnya Yas pun melakukan pelepasan di dalam tubuh wanita yang di cintainya.


Yas mencium bibir kiara untuk mengakhiri suasana yang telah tercipta. Kecupan manis dengan penuh cinta mendapat respon hangat dari kiara saat itu.


"Terimakasih. Terimakasih sudah bertahan sejauh ini untuk pecundang sepertiku. Kaulah yang terbaik sampai akhir. Aku berjanji akan memenuhi hari harimu yang indah dengan kebahagiaan. Rintangan sesulit apapun akan ku hadapi untuk selalu menunggumu. Kamulah wanita satu satunya yang sangat ingin aku jaga di salam hati ku sampai akhir"

__ADS_1


Kiara mendekap Yas dengan lembut, menenggelamkan wajahnya kedalam dada bidang lelakinya. Kiara benar benar tersentuh dengan apa yang telah Yas katakan. Dia menangis bahagia telah berada di awal kebahagiaan.


Bersambung ...


__ADS_2