
Makan malam itu telah usai, tentu saja semua orang meninggalkan meja makan penuh kebohongan itu. Yas menggandeng kiara dengan manis dan mengucapkan selamat tinggal pada rekan di depannya, dan hans berjalan mengikuti yas menuju mobil.
Langkah kaki yas begitu teratur dan cepat ketika berjalan, kiara hampir kewalahan mengikuti langkah itu, bukan hanya kali ini saja namun setiap ada kesempatan yang mengharuskan dia berjalan dengan yas dia merasa risi dan kewalahan.
"Apa kau merasa sangat hebat malam ini"
Kiara hanya diam tida menanggapi apa yang yas bicarakan, dia hanya berfokus pada langkah kakinya.
"Apa kau tuli, atau kali ini nyali mu sudah hilang"
Lagi lagi kiara benar benar tida ingin menanggapi apa yang yas bicarakan, dia merasa perutnya sedikit aga mual dan kepalanya benar benar sakit, dia merasa benda di sekelilingnya terbang melayang tida beraturan.
Genggaman tangan kiara pada lengan yas benar benar kuat kali ini, dia tida ingin tubuhnya terjatuh tanpa ada yang menopangnya, kiara berencana akan menjatuhkan tubuhnya di dalam mobil.
Yas benar benar kesal dibuatnya, karena kiara hampir tida pernah menanggapi dengan serius apa yang yas tanyakan, dia hanya akan diam atau menatapnya kembali dengan penuh kebencian.
__ADS_1
Keduanya telah menaiki mobil mewah yang telah di bawa oleh hans, kiara benar benar merasa tubuhnya sangat lemas dan akhirnya dia tertidur tanpa memperdulikan yas yang ada disampingnya.
"Hans urus dia ketika sudah sampai di rumah"
"Baik tuan"
"Dan beritahu jen, jangan terlalu berlebihan mengajarkan sesuatu padanya, aku benar benar ingin membunuhnya malam ini"
"Akan saya pastikan jen tida akan melakukan ini lagi"
"Aku benar benar kesal dengan wanita ****** ini hans, apa kau bisa secepatnya memastikan apa dia mengandung anak ku atau tida"
"Benarkah? Bagaimana kau bisa tau"
"Ah, itu, aku hanya menyimpulkan dari sikap nyonya kiara yang mudah akrab dengan jen dari pertama kali dia menginjakan kaki di rumah anda"
__ADS_1
"Ah kau benar juga hans, pastikan dia tida membuat ulah untuk kedepannya. Lalu kau sudah mengunjungi pemilik rumah yang membeli rumah si jelang ini"
"Ah maaf tuan, saya menyerahkan masalah ini pada jen, dia mengurusnya dengan baik sejauh ini"
"Ah baiklah, aku mengandalkan mu hans"
Hans kemudian berfokus pada kemudinya, yas hanya terdiam melihat gedung gedung yang berjajar tinggi menghiasi jalanan di kota ini, lalu tida sengaja sepatunya seperti menginjak sesuatu di bawah sana, dengan cepat dia melihat apa yg telah menganggu pijakannya itu, dan ternyata ponsel kiara yg terjatuh saat dirinya menepis tangan perempuan itu dengan kasar, ponsel itu masih ada dibawah kakinya.
Yas mengambil ponsel itu dan melihat apa yang sebenarnya ingin dia tunjukan terhadapnya, dengan sangat gembira dan menganggu ketenangan dirinya.
"Dasar wanita bodoh, hanya hal sepele seperti ini saja sudah di ributakan, memangnya hidupnya sangat menderita hingga hal konyol seperti ini saja sudah sangat membuat dirinya bahagia. Benar benat menjijikan"
Yas terus menelusuri apa yang telah dia tulis di sosial medianya, sesekali hans melirik mengapa tuannya tertawa geli sendiri di belakang sana, hans juga melihat kiara masih tertidur dengan pulas tida sadarkan diri, dan kiara tida mengetahui apa yang dilakukan yas pada ponselnya itu.
Terkadang manusia lupa bahwa tersenyum akan mengurangi rasa keputusasaan yang menimpa dirinya,
__ADS_1
Maka dari itu sesekali tunjukan kebahagiaan mu untuk orang lain agar mereka merasakan hal yang sama, atau hanya tunjukan senyum mu untuk mereka yang telah merasakan putus asa, walau kau tida sedang berbahagia tetap tersenyumlah untuk mengurangi rasa keputusasaan.
Bersambung ...