HIDUPKU

HIDUPKU
Makan malam


__ADS_3

Yas membiarkan wajahnya berseri kembali dengan kebohongan yang selalu ia terapkan di depan semua orang, ya memang tentu saja harus seperti itu. kiara sangat senang kali ini, setidaknya dia telah menang 2x dari pertengkarannya dengan yas, namun entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya jika makan malam telah berakhir.


"Selamat malam tuan yogishima senang bertemu dengan anda"


"Selamat malam tuan yas, senang bertemu dengan anda"


Semua orang berjabat tangan di meja makan itu, terlihat tuan yogishima membawa istri mudanya dan seorang sekertaris, begitupun yas yang membawa kiara dan sekertaris hans untuk mendampinginya.


Yas memulai pembicaraan dengan pimpinan hotel Xx itu, tentu saja agar tida terjadi kecanggungan dalam obrolan makan malam ini, semua seperti biasa mengawali dengan obrolan yang saling memuji kekayaan, namun tentu saja itu hanyalah sebuah kamuflase agar mereka bisa saling terbuka dengan bisnis mereka.


"Istrimu terlihat sempurna malam ini tuan, kudengar dia adalah model yang sangat berbakat"


"Ah benarkah begitu, haha mungkin karena dia selalu menghabiskan uangku dengan gembira tentunya, tapi istrimu juga sangat terlihat luar biasa malam ini"


"Ah terimakasih untuk pujian anda, tentu saja itu karena apa yang ia kenakan tida akan didapat oleh segelintir orang"


"Ah kau benar tuan, perempuan memang suka hal hal yang membuat dirinya senang, walau menurut ku itu adalah hal membosankan"

__ADS_1


Mereka tertawa bersama, yas sepakat apa yang dikatakan rekannya bahwa wanita adalah mahluk bodoh yang selalu tergiur dengan uang.


Kiara sudah mengingat apa yang telah di sampaikan jen padanya, bahwa makan malam di meja makan ini tida benar benar menghabiskan makanan dengan kenikmatan, hanya sebatas puji memuji antara diri mereka, dan membanggakan apa yang mereka miliki, baru mereka akan merasa kau layak berada di meja makan ini.


Kiara lalu menyela obrolan yang tengah berlangsung antara tuan yas dan tuan yogishima.


"Ah terimakasih tuan aku merasa kau sangat berlebihan, pasti istrimu sangat bahagia memiliki suami yang penuh pengertian seperti anda"


"Aaaah nyonya bagaimana kau tau aku sangat bahagia memilikinya, kau seperti sudah melihat kehidupan ku rupanya"


Saat kiara tengah asik mempermainkan wanita muda itu, yas dan hans benar benar serius membicarakan soal saham, uang, dan kerjasama, sesekali kiara merasa sangat bosan karena benar benar tida ada tawa yang sesungguhnya disini, tida menghargai makanan yang nikmat di lidah.


"Nyonya, kau benar benar sudah mendapatkan apa yau kau inginkan dari tuan yas"


"Ah, tentu saja, aku banyak belajar darimu, kau sangat sukses dengan karirmu, kau juga pintar merayu tuan yogishima, kau benar benar hebat"


"Aaaaaaah, benarkah, kau tau aku bukanlah istri satu satunya"

__ADS_1


"Benarkah, tapi suami mu seperti sangat mencintai mu, dia seperti tida memiliki wanita lain"


"Hei, aku adalah istri keduanya. Kau tau, walaupun aku tida selalu di temani nya tapi aku rasa aku sudah cukup membuat asuransi untuk masa depan anak anak ku nanti"


"Aah begitu rupanya, kau benar benar selalu hebat"


"Kau harus membuat tuan yas memberikan beberapa saham atas namamu, ini bukan tida mungkin terjadi, tapi mengertilah dunia konglomerat selalu punya cara yg menarik untuk mendekati wanita"


"Aah aku mengerti"


Kiara berbicara banyak dengan model itu, walaupun sesungguhnya kiara tida terlalu mengerti banyak hal, dan tida mengerti apa yang telah model itu katakan, karena hanya dengan sedikit pujian model itu merasa memilki teman dan dia menginginkan kiara untuk sering bertemu dengannya.


Dan karena kiara membuat dia senang, kiara akan membuat ini sebagai tameng jika yas akan menerkamnya nanti.


Kiara baru menyadari semua senyuman yang ada pada wajah model cantik itu hanyalah sebuah kebohongan untuk menyelimuti rasa bersalah, takut, rasa malu, dan sakit hati karena dicibir banyak orang, dan juga rasa kesepian yang tida pernah kunjung usai.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2