HIDUPKU

HIDUPKU
Keterkejutan Jen


__ADS_3

Pagi pagi jen seperti biasa menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan tuannya. Yaitu memasuki kamar tuannya, menyuguhkan kudapan, dan merapikan tempat tidurnya.


Jen melangkahkan kakinya membawa nampan dengan santai, pintu sebentar lagi akan terbuka seperti biasa. K benar, sudah terbuka saat pukul 06.15. Jen berjalan meletakan nampan berisi teh hijau, 2 potong roti tawar dan selai kacang kesukaan tuan yas dalam nampan, yang kemudian di letakkan nya di meja dekat jendela.


Jen perlahan membuka tirai tebal nomor 1, dan membiarkan tirai 2 dan 3 tertutup, lalu dia menoleh ingin menyiapkan air hangat dan mengambil handuk. Namun tiba tiba jen kehilangan keseimbangan saat melihat kiara sudah terbangun dan duduk dengan mata terbelalak, dan dengan rasa kaget karena jen membukakan tirai.


Yas yang merasakan kiara bangun dengan rasa terkejut, dirinyapun ikut terkejut dan terjatuh dari atas kasur ke lantai.


"Astaga" "ah maaf kan aku nyonya, maafkan aku tuan, aku tida bermaksud untuk, maksudku aku tida tau"


Jen membungkukkan badan dan meminta maaf secara terus menerus, merasa dirinya sangat malu yang tida mengetahui kejadian malam ini.


Kiara mengerti akan sikap jen yang takut akan situasi ini, dia segera menyela pembicaraan jen sebelum dia semakin kikuk.


"Jen kau sudah ada di sini rupanya hehe, jam berapa ini, aku sepertinya harus keluar, lanjutkan pekerjaanmu saja"


"Sekali lagi aku minta maaf nyonya"


Saat kiara akan bangkit dari kasurnya, yas terperanjat dan segera berdiri menarik lengan kiara lalu dengan santai dia berkata;

__ADS_1


"Ah tida apa jen, kau sudah boleh keluar dari kamarku, terimakasih jen"


Kiara menoleh ke arah yas, dia heran apa yang sedang dibicarakan dirinya, jen sudah kaget setengah mati melihat kejadian ini, melihat kiara dan yas tertidur saling mendekap dalam ranjang yang sama, apalagi yqng dia rencanakan, mengapa jen disuruh keluar padahal belum waktunya.


"Baiklah tuan, saya permisi, sekali lagi maafkan saya"


"Tida apa jen"


"Ah tunggu sebentar, tapi biarkan aku yang keluar, dan kau lanjutkan pekerjaanmu"


"Pergilah jen, tida apa"


Jen segera keluar sebelum pintu kembali terkunci. Dia amat malu dengan perlakuannya yang tida menyadari keadaan kiara, ini membuat jen teramat canggung di pagi ini.


Kembali pada kiara dan yas yang telah di tinggalkan oleh jen di dalam kamar, lengannya masih di genggaman yas dengan sangat kuat.


"Kau sudah gila, lepaskan tanganku, jen pasti merasa tida nyaman karena kau menyuruhnya keluar"


"Dasar bodoh, jen akan semakin canggung dan tida nyaman jika tetap berada disini dan membiarkan kau yang keluar"

__ADS_1


"Benarkah akan seperti itu"


"Sudahlah lupakan, sekarang siapa yang akan menyiapkan air hangat dan handuk untuk ku, baju yang akan ku pakai dan semua perlengkapan yang akan ku kenakan. aku juga tida akan mungkin menyuruhnya naik kembali"


"Kau siapkan sendiri air hangatnya, memang kau tida tahu caranya, saat malam itu bukankah kau juga yang menyiapkan airnya"


Kiara segera menutup mulutnya, membelalakkan kedua bola matanya tanda dia telah salah berbicara,


*Dasar mulut bodoh, kenapa aku tida berfikir dulu ketika akan berbicara*


"Malam yang mana"


Yas mencoba menggoda kiara dengan sindiran saat malam kiara meminum pil perangsang, dia diletakan di bathtub berisi air penuh, dan sudah jelas yas yang melakukannya.


Ternyata menyindir dengan cara pura pura tida mengingat seperti yang dilakukan yas benar benar sangat ampuh, membuat wajah kiara langsung merah dan salah tingkah, bahkan kiara bangkit dari ranjang, dan berlari meninggalkan yas yang masih berdiri dengan senyum jahilnya, bermaksud akan keluar kamar dan kembali ke kamarnya sebelum pintu tertutup otomatis.


"Hei mau kemana kau, kembali dan siapkan perlengkapan ku dulu"


Yas masih menggodanya dengan menyuruh kiara kembali. Senyuman yas tida bisa dibohongi pagi itu, dia nampak bahagia sekali saat melihat kiara salah tingkah dengan rasa malunya, yas melihat wajah kiara yang teramat manis pagi ini.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2