
Pagi ini benar benar penuh kejutan dari pasangan abstrak yas dan kiara, mereka saling membenci namun sama sama saling mendukung. Membuat orang orang di sekeliling mereka merasa heran dengan keduanya.
Yas telah berada di dalam mobil yang di kemudikan oleh hans, sesekali yas melihat dirinya dalam pantulan cermin spion untuk memastikan tida ada bercak merah yang terlihat di atas kerahnya.
"Kau terlihat pucat, apa kita akan ke dokter terlebih dahulu"
"Benarkah? Apa jadwalku sekarang"
"Kita akan bertemu dengan kedua keluarga, yaitu yohans dan riswan, kita akan mengatur pernikahan anak mereka"
"Kau benar hans, ini harus cepat berlangsung"
Yas berhenti sejenak dan berpikir harus menanyakan apalagi pada hans. Lalu dia terpikir oleh deff dan juga risti
"Bagaimana dengan deff dan rissti, apa mereka sudah bertemu"
"Kurasa kali ini adalah pertemuan awal mereka"
"Baguslah, aku akan melihat keduanya untuk tetap setuju dengan yang aku tetapkan"
"Lalu bagaimana dengan keadaanmu?"
"Kau jangan cemas, aku bai baik saja, majukan saja jadwal pertemuanku"
"Baiklah"
__ADS_1
"Hans, apa tanda merah yang ada pada leherku sudah benar benar tida terlihat"
"Kurasa ya"
"Mmm, haruskah ku hapus riasan ini ketika akan menghadiri pertemuan"
" Kau gila" hans sedikit menahan tawa karena perkataan yas yang konyol
"Benar, aku tida bercanda, haruskah aku memamerkan tanda cinta istriku pada laki laki tida tau diri itu"
"Maksudmu deff?"
"Lalu siapa lagi yang ada di kepalaku"
"Seharusnya kau tau setiap orang yang selalu mendekati kiara dan selalu kiara dekati, terutama laki laki"
"Hahaha, benar benar seperti seorang pria sejati, tapi bagaimana jika ku katakan kiara sempat menggodaku"
"Apa? Kau seharusnya orang yang pertamakali ku habisi hans"
"Dia terus menggodaku dan ingin menikahi ku"
"Apa kau ingin mati HAH?"
"Lihatlah wajahmu benar benar memerah, aku puas sekali melihat wajah itu"
__ADS_1
Hans tertawa tida henti hentinya melihat kekesalan yas dengan cemburu buta nya, dia sangat jual mahal di depan kiara tapi sangat tida ada harganya di depan hans, pria macam apa jika begitu?
"Dia memintaku untuk menjadi model agar aku bisa menghasilkan uang untuk menafkahinya, dan dia langsung memintaku untuk menikahinya, aku tida di izinkan bekerja denganmu lagi setelahnya, dia sangat matre sekali bukan"
"Benar benar gila. Kau terang terangan sekali berbicara begitu padaku, dan kau mengatainya matre! ********, harusnya kau sadar jika begitu, kaulah yang miskin dan tida punya apa apa. Wajar saja jika wanita minta sesuatu yang seperti itu"
Hans benar benar terpingkal mendengar semua ocehan yang keluar dari mulut yas, hans merasa bahagia dan tida sadarkan diri, dia terlalu bahagia mendengar temannya banyak bicara konyol tentang kecemburuannya hari ini, hans tida menganggapnya boss jika yas terus seperti ini padanya, dengan bahagia hans mendapati kebenaran bahwa yas benar benar sudah jatuh cinta pada kiara.
--*--
Waktu telah berlalu, pertemuan 2 keluarga itu sangat penting bagi mereka, ini adalah antara hidup dan mati keluarga riswan, kebahagiaan bagi keluarga yohans dan kemenangan bagi seorang ilyas gunawan. Mereka sudah berkumpul dalam satu meja yang mewah, berkumpul untuk membicarakan pertunangan deff dan rissti.
Di Sana sudah terdapat 10 pasang mata mengelilingi meja, terdapat yohans, deff, dan ny.grace. Lalu riswan, rissti, dan ny.netti, kemudian yas dan hans.
"Aku ingin pernikahan ini cepat berlangsung" bicara yas pada semua orang
"Tentu sajah tuan, aku tida akan keberatan" timbal yohans
"Baiklah tida masalah, langsungkan acara pertunangan pekan ini, kita punya waktu 5 hari untuk mempersiapkannya" sahut riswan
"Ini terlalu cepat. Aku yang akan menikah, apa aku tida berhak ditanyai atau dimintai pendapat" tegas deff yang sudah muak dengan situasi ini.
Raut wajah deff amat kesal, dia tida senang dengan acara perjodohan yang di tetapkan yas untuk dirinya, deff berpikir apakah hanya dengan sebuah kekuasaan yas seenaknya menentukan hidup dan takdir seseorang. Deff sangat memberontak ketika kedua orang tuanya membahas ini di rumah 2 hari yang lalu. Dia amat kesal dan marah karena ayahnya hanya mementingkan sebuah jabatan dan kehormatan, semua telah di buta kan kekuasaan menurut pendapat deff, mendengar deff akan mendapat saham hotel setelah pertunangan, begitu menyilaukan mata bagi yohans.
Namun risti yang melihat keadaan dan suasana jadi kacau hanya tersenyum licik, dia menilai deff bodoh dan munafik.
__ADS_1
Bersambung ...