HIDUPKU

HIDUPKU
Berkunjung ke rumah lama


__ADS_3

"Mari nyonya saya akan menunjukan hal lain"


"Ah baik jen"


Sudah seharian ini kiara benar benar hanya mengikuti apa yang jen katakan, dengan teliti, dengan seksama, dan dengan keputusaan yang selalu menyertai dirinya. Kiara benar benar salut terhadap jen mengapa jen sangat teliti terhadap semua urusan dalam rumah ini, kiara benar benar dibuat bingung oleh perilaku semua orang di sekeliling tuan yas.


Seperti biasa kiara hanya akan keluar ketika hari sudah beranjak sore, latihan kali ini di anggap telah selesai oleh jen, kiara sangat berterimakasih pada jen karena memberi sedikit pengertian tentang apa arti kebebasan.


"Tuan yas akan tiba malam ini nyonya, jangan sampai terlambat, mungkin anda akan menyiapkan sesuatu untuknya nanti"


"Ah, baiklah jen aku mengerti, aku akan pergi sebentar, aku akan segera menyelesaikan urusanku"


"Baik nyonya, saya permisi"


Dengan cepat kiara bergegas keluar dari rumah dan pergi ke jalanan, kali ini dengan wajah sumringah kiara seperti siap untuk bertemu def jika memang kebetulan, dia sadar ini telah melampaui batas, namun apakah sebuah dosa jika seorang wanita benar benar menyukai pria dengan tulus.


"Sudah 15 menit aku menunggu, deff rupanya tida akan lewat, aku akan pergi saja"


Dalam benaknya kiara benar benar kecewa, tidak seperti hari haru kemarin, dengan penuh kekacauan deff selalu ada menemaninya, namun lagi lagi kiara menepis rasa kecewanya, mungkin dia yang terlalu berharap.


"Apa aku ini, bukaannya sadar diri malah kecewa. Lagi lagi aku terlalu berlebihan. Tapi kenapa kemarin dia mengusap tanganku? Aah apa itu hanya sebuah simpati? Atau hanya rasa iba? Sudahlah, mungkin ini bukan hari keberuntunganku"


Benaknya terus berkecamuk memikirkan apa yang sebenarnya ada dalam hati deff, ingin sekali dia melihat suasana dan pikiran hati deff agar perasaanya tida salah paham dengan kejadian kemarin.

__ADS_1


Angkutan umum ini berjalan dengan santai membawa seisi penumpang, kiara akan turun di pemberhentian berikutnya, kali ini dia akan berkunjung kerumahnya yang dulu sempat dia tinggali, dan akan selalu menjadi rumahnya walau kini dirinya tida berhak sedikitpun.


"Ah aku sudah sampai rupanya, mm apa seseorang di dalam rumah akan marah padaku atau mungkin dia benar benar akan mengusirku"


Kiara sudah ada di depan pintu, namun hatinya benar benar takut jika ini akan menjadi kesalahpahaman untuk tuan rumah, dirinya hanya mondar mandir dengan kebingungan, sura sepatu yang terdengar aga ricuh rupanya menyadarkan pemilik rumah ada seseorang di depan pintu yang jelas jelas itu kiara.


"Hei sedang apa kau disini"


"Aah"


Kiara sedikit berteriak dengan kaget, entah sedari kapan pria pemilik rumah mengamatinya, dalam keadaan seperti ini kiara seperti tertangkap basah ingin melakukan aksi kejahatan.


"Aah, kau kan gadis itu, apa hukuman mu kurang berat hingga kau berani mengusik rumah ku lagi"


"Ah, itu, ah tidak, maksudku, aku, tuan maaf kan aku"


"Aku janji aku tida berbuat apa apa lagi, aku hanya ingin berbicara sebentar denganmu, tolong maafkan aku"


"Hei apa yang kau lakukan, lepaskan, cepat lepaskan aku, atau aku akan memanggilkan polisi kembali"


Kiara segera bangkit dari aksi memohon nya dan berdiri tepat di hadapan pria tampan itu.


"Masuklah jika kau ingin berbicara denganku"

__ADS_1


"Ah baik tuan terimakasih banyak"


Kiara masuk kedalam rumahnya yang dulu menjadi tempat satu satunya naungan hidupnya, kiara meneteskan air mata, betapa kejamnya kehidupan ya g sedang ia jalani, tida satupun orang mengetahui betapa dia ingin menyerah dan mengakhiri semuanya.


"Hei, apa kau menangis"


"Maafkan aku tuan, aku hanya Merindukan setiap sudut rumah ini"


"Lagi lagi kau mengatakan ini rumahmu, sudahlah jika itu mau mu katakan sesuka mu"


"Tuan apa saya boleh menanyakan suatu hal?"


"Mmh, katakanlah"


"Apakah anda membeli rumah ini dari seorang pria"


"Tidak"


"Ah begitu rupanya, lalu apa ketika anda datang ke rumah ini tida ada satupun foto yang terpajang"


"Tida juga, aku benar benar menempatinya dengan keadaan kosong"


"Aah begitu rupanya"

__ADS_1


Kiara terlihat kebingungan, ini benar benar seperti kiara lah yang gila mengaku ngaku ini sebagai rumahnya yang jelas jelas pria di hadapannya adalah pemilik rumah.


Bersambung ...


__ADS_2